10 Tips Supaya Taat Pada Suami Terasa Mudah


taat pada suami

Telah akrab di telinga bahwa taat kepada suami adalah ciri istri yang shalihah. Sering kali taat kepada suami terasa ringan untuk kita lakukan. Tapi tak jarang pula kewajiban itu terasa berat. Mulai dari hal yang besar, bahkan sampai hal yang kecil. Terkadang suami menyuruh kita untuk berhenti bekerja sementara kita masih ingin bekerja. Suami mengajak kita pindah rumah padahal kita sudah merasa betah. Atau mungkin hal-hal yang kecil, suami menyuruh kita makan sementara kita sedang tidak enak makan. Suami meminta kita mengambilkan sesuatu padahal kita baru repot atau kecapekan.

Ketika taat kepada suami terasa berat, berikut beberapa tips yang bisa kita upayakan untuk tetap menjadi istri yang taat pada suami:

1. Lakukan karena ikhlas, yaitu karena kita ingin taat pada Allah dengan menaati suami. Dengan ikhlas, yang berat akan terasa ringan.

2. Ingatlah, surga itu mahal. Para syuhada membelinya dengan darah mereka. Lantas kita ingin membelinya dengan apa?

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

“إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا؛ قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ ”.

“Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau”. (HR. Ahmad).

3. Ingatlah, dengan cara ini kita akan mendapatkan tempat yang istimewa di hati suami. Bukankah kita ingin menempati tempat yang spesial di hati suami yang tidak tergantikan dengan yang lain?

4. Banyak bergaul dengan teman yang memiliki rasa hormat dan taat kepada suami mereka. Teman-teman seperti ini akan mengajarkan kepada kita bagaimana bermuamalah dengan suami. Kita akan merasa malu melihat mereka begitu taat pada suami sementara kita masih suka ngeyel (tidak nurut).

5. Membatasi bergaul teman yang suka mengatur dan membantah suami. Sering kali kesalahan teman kita menjadi pembenaran untuk kita sehingga melakukan kesalahan yang sama. ”Teman-temanku semua juga begini terhadap suaminya, memang wanita itu seperti ini.”

6. Ingatlah bahwa salah satu sifat wanita calon penghuni surga adalah taat kepada suami. Ini menunjukkan bahwa sifat tersebut adalah sifat yang istimewa untuk dimiliki seorang wanita. Maka milikilah!

7. Berdoalah supaya Allah memberi kita taufik untuk menjadi istri yang shalihah, yang taat pada suami, tidak meninggikan suara dihadapannya, menghormatinya, menjadi penyejuk pandangannya. Sehingga kehadiran kita menjadi bunga bunga penghias kehidupannya, yang jika kita tidak ada dia akan merasa kehilangan.

8. Jika selama ini ternyata kita sebagai istri terlalu dominan, banyak mengatur suami, atau bahkan suka membangkang. Berubahlah, karena Allah menciptakan laki-laki menjadi pemimpin untuk wanita dan Allah menjadikan sifat taat pada suami menjadi sifat istimewa bagi wanita yang akan mengantarkannya ke surga.

9. Jika perintah suami merupakan hal yang benar-benar tidak kita suka, padahal suami menginginkanya. Jangan membantahnya. Kalau kita ingin, lakukan dengan cara yang halus. Ambil hatinya, bujuk dan rayulah dia. Bukankan wanita itu punya banyak jurus untuk merayu sementara sifat laki-laki itu tidak tahan dengan rayuan wanita? Kenapa tidak kita gunakan untuk meluluhkan hati suami?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الْحَازِمِ مِنْ إِحْدَاكُنَّ

“Tidaklah aku pernah melihat orang yang kurang akal dan agamanya sehingga dapat menghilangkankan akal laki-laki yang teguh selain salah satu di antara kalian wahai wanita.” (HR. Bukhari)

10. Jika perintah suami adalah sesuatu yang haram. Peluklah dia dan nasehati dengan cara yang baik. Namun jika suami tetap memaksa, maka inilah sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam;

لَا طَاعَةَ لِمَخْلُوقٍ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam kemaksiatan kepada Allah ‘azza wa jalla” (HR. Ahmad)

Demikian, semoga Allah menjadikan kita istri yang shalihah, penyejuk pandangan dan penentram hati suami.

***

Penyusun: Ummu Said
Murajaah: Ustadz Ammi Nur Baits

Artikel WanitaSalihah.Com

Related Post

3 comments
  1. Albas

    7 October , 2016 at 2:07 pm

    saya suka artikel ini semoga menjadi inspirasi bagi istri kaum muslimin

    Reply
  2. Albas

    7 October , 2016 at 2:09 pm

    saya suka artikel ini semoga menjadi inspirasi dan motivasi untuk para istri

    Reply
  3. Namiraj

    18 August , 2017 at 8:35 am

    Syukran sangat penting bgs kami para,wanita

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *