5 Keutamaan Puasa Yang Tidak Dimiliki Ibadah Lain


Keutamaan Puasa

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu berkata bahwasanya Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

قال الله تعالى : كل عمل ابن آدم له إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به ، والصيام جُنَّة فإذا كان يوم صوم أحدكم فلا يرفث ولا يصخب ، فإن سابَّه أحد أو قاتله فليقل : إني صائم , والذي نفس محمد بيده لخلوف فم الصائم أطيب عند الله من ريح المسك , للصائم فرحتان يفرحهما : إذا أفطر فرح بفطره , وإذا لقي ربه فرح بصومه » (1) ، وفي رواية لمسلم : « كل عمل ابن آدم له يضاعَف الحسنة بعشر أمثالها إلى سبعمائة ضعف ، قال الله تعالى : إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به ، يَدَعُ شهوته وطعامه من أجلي » .

“Allah Ta’ala telah berfirman, ‘Semua amalan anak adam untuk dirinya keculi puasa. Karena sesungguhnya puasa itu untukKu dan Akulah yang akan membalasnya. Puasa adalah junnah (perisai). Maka siapa saja yang berpuasa pada suatu hari maka hendaknya dia tidak berkata keji dan jangan berteriak-teriak. jika ada orang yang mencelanya atau mengajaknya berkelahi maka katakan ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa’. Demi jiwa Muhammad yang berada ditanganNya sungguh aroma mulut orang yang berpuasa disisi Allah lebih wangi daripada minyak misk. Orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan yaitu tatkala berbuka maka ia gembira dengan buka puasa dan tatkala bertemu dengan Rabbnya dengan membawa pahala puasanya. (Muttafaqun ‘Alaih)

Dalam riwayat Muslim berbunyi, “Setiap amal kebaikan anak adam dilipatgandakan 10 kali sampai 700 kali lipat yang semisal dengannya. Allah Ta’ala berfirman, ‘Kecuali puasa karena puasa adalah untuk-Ku. Dan Akulah yang akan membalasnya karena dia telah meningalkan syahwat dan makanan karenaKu.”

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Bukhari di kitab Shaum bab “Hal Yaquulu Inni Shaaimun Idza Syutima” (Apakah seseorang boleh berkata saya sedang puasa jika dihina orang). ( Fath 4/1904)

Imam Muslim dalam kitab Shiyam bab Fadhlush Shiyam (Keutamaan Puasa). (2/163,807) dan juga dikeluarkan oleh Imam An Nasai (4/2215,2216)

Mengenal Kosa Kata

Junnah: Tameng. Puasa sebagai junnah karena sebagai tameng dari api neraka.

Yarfats : Perkataan keji. Termasuk kategori yarfats adalah jima’ dan pemanasannya (foreplay).

Yashghab: Berteriak-teriak

Lima Keutamaan Puasa yang Tidak Dmiliki Ibadah Lain

    1. Puasa amalan khusus untuk Allah Ta’alaAllah Ta’ala telah mengkhusukan amalan puasa untuk diri-Nya diantara amalan ibadah yang lain. Hal ini menunjukkan akan mulianya ibadah tersebut disisi-Nya, bukti kecintaan Allah terhadap puasa. Puasa lebih menampakkan keikhlasan seorang hamba karena puasa adalah rahasia anatara hamba dengan Rabbnya. Tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah. Orang puasa yang sedang sendirian tiada terlihat oleh manusia memungkinkan baginya untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang Allah haramkan. Dengan adanya puasa maka ia pun tidak mau melakukannya. Karena ia mengatahui bahwa dirnya memiliki Rabb yang senantiasa mengawasinya meskipun tatakala seorang diri. Lalu ia pun meninggalkan perbuatan haram tersebut karena takut akan adzab-Nya dan mengharap akan pahala-Nya. Maka barangsiapa yang berbuat demikian maka Allah akan membalas keikhlasannya tersebut. Allah khusukan amalan puasa tersebut untuk diri-Nya. Karena itu Allah Ta’ala berfirman, “Ia meninggalkan syahwat dan makan demi diri-Ku.” Kekhususan puasa ini akan lebih nampak tatkala di hari kiamat kelak. Sebagaimana perkataan Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah,

      إذا كان يوم القيامة يحاسب الله عبده ، ويؤدي ما عليه من المظالم من سائر عمله حتى إذا لم يبقَ إلا الصوم يتحمل الله عنه ما بقي من المظالم ، ويدخله الجنة بالصوم

      “Kelak dihari kiamat Allah akan menghisab hamba-Nya dan memberikan pahala amal kebaikan kepada orang lain yang pernah ia dzalimi sampai tidak tersisa satupun kecuali pahala puasa. Maka Allah Ta’ala membawa pahala puasa tersebut dan memasukkan orang tersebut ke surga karena puasanya.”

    2. Pahala puasa dilipatgandakan tanpa batas
      Allah Ta’ala berkata tentang puasa, “Aku lah yang akan membalas pahala puasa.” Dialah yang melipatgandakanya untuk diri-Nya Dzat yang Maha Mulia.Karena amal shalih akan dilipatgandakan pahalanya dengan jumlah tertentu. 10 kali sampai 700 kali lipat yang semisal dengannya. Adapun puasa maka Allah Ta’ala akan melipatgandakan untuk diri-Nya tanpa bilangan jumlah tertentu. Sementara Dialah Allah yang maha Mulia lagi Maha Baik. Tentunya pemberian akan sebanding dengan siapa yang memberi. Maka puasa menjadi amalan ibadah dengan pahala yang melimpah ruah tanpa batas. Dalam ibadah puasa terkumpul padanya sifat sabar dalam ketaatan kepada Allah, sabar menjauhi larangan Allah, sabar dengan takdir Allah karena seorang yang berpuasa menjadi sakit karena menahan lapar dan dahaga, badan dan jiwa menjadi lemah. Maka dalam ibadah puasa terkumpul tiga jenis sabar diatas. Sehingga orang yang berpuasa tergolong orang-orang yang sabar. Sungguh Allah Ta’ala befirman,

      إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

      “Hanya bagi orang –orang yang bersabar akan disediakan pahala tanpa batas.” (Qs. Az Zumar: 10)

    3. Puasa sebagai perisai
      Yaitu penjaga dan tameng untuk orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia, perkataan hina. Karena itu Allah Ta’ala memerintahkan,

      فإذا كان يوم صوم أحدكم فلا يرفث ولا يصخب

      “Jika salah seorang diantara kalian berpuasa maka janganlah berkata keji dan teriak-teriak.”

      Puasa juga mampu melindungi dari siksa api neraka. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad dengan sanad hasan. Dari Jabir radhiallallahu’anhu bahwa Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

      الصيام جنة يَسْتَجِنُّ بها العبد من النار

      “Puasa adalah perisai yang melindungi seorang hamba dari api neraka.”

    4. Bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi disisi Allah daripada minyak kasturi.
      Bau ini muncul disebabkan seseorang menjalankan puasa, sehingga ia menjadi sesuatu yang Allah sukai dan Allah cintai. Ini merupakan dalil akan keagungan ibadah puasa disisi Allah sampai-sampai perkara yang dibenci, yang jijik dimata manusia, namun ia menjadi sesuatu yang dicintai dan baik disisi Allah karena tumbuh dalam menjalankan ketaatan kepada-Nya.
    5. Orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan.
      Gembira tatkala berbuka dan gembira tatkala bertemu dengan Rabbnya.Ketika berbuka dia gembira atas nikmat yang Allah berikan padanya karena telah dimudahkan melaksanakan Ibadah yang paling spesial ini. Betapa banyak orang yang Allah haramkan berpuasa hingga akhirnya merekapun tidak puasa? Begitu juga gembira dengan apa yang Allah halalkan berupa makan, minum, dan jima’ dimana ketiganya haram tatkala kondisi puasa.Adapun gembira ketika bertemu dengan Rabbnya. Mereka gembira tatkala mendapati balasan ibadah puasanya dari sisi Allah Ta’ala dengan pahala yang banyak dan sempurna. Saaat itulah pahala besar menjadi sesuatu paling dibutuhkan agar termasuk golongan yang terdapat dalam hadits,

      أين الصائمون ليدخلوا الجنة من باب الريَّان الذي لا يدخله أحد غيرهم ؟

      “Diamanakah orang-orang yang berpuasa. Agar mereka memasuki pintu Ar Rayyan yang tidak satupun selain mereka bisa memasukinya.” (Muttafaq ‘Alaih)

***
Diterjemahkan dari Kitab Majalisu Syahri Ramadhan (Al Majlis Ats Tsani), Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah, Darul Hadits Kairo.
Peneremah: Tim Penerjemah WanitaSalihah.Com
Murajaah Ustadz Ammi Nur Baits

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *