9 Fakta Tentang Lailatul Qadar


1. Allah Subhanahu wata’ala menurunkan Al Qur’an di malam ini.

Firman Allah Ta’ala,

ﺇِﻧَّﺎ ﺃَﻧﺰَﻟْﻨَﺎﻩُ ﻓِﻲ ﻟَﻴْﻠَﺔِ ﺍﻟْﻘَﺪْﺭِ

“Sesungguhnya kami turunkan Al Qur’an di malam Lailatul Qadar.” (QS. Alqadr: 1)

Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma berkata,
“Al Qur’an diturunkan di malam Lailatul Qadar secara sekaligus dari Lauhul Mahfudz turun ke Baitul Izzah di langit dunia.” (Tafsir Ibnu Katsir,  4/648)

2. Allah Maha Agung dan menyebut betapa agungnya malam tersebut dengan firmanNya,

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ

Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?” (QS. Al Qadar:2)

3. Ibadah yang dilakukan di malam tersebut lebih baik dari ibadah 1000 bulan

Ibadah dan amal shalih seperti shalat malam,  doa,  membaca Al Qur’an,  sedekah dan amal kebaikan lain di malam Lailatul Qadar lebih baik dari ibadah selama 1000 bulan yang tidak ada malam Lailatul Qadar.

Allah Ta’ala berfirman,

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadar: 3

Artinya ibadah yang dilakukan di malam tersebut lebih baik dari ibadah yang dilakukan selama 83 tahun. Inilah keutamaan yang besar,  tidak akan ada yang mampu menghitungnya kecuali Rabb semesta alam tabaraka wata’ala.
Keutamaan ini memotivasi setiap muslim untuk menunaikan shalat malam karena mengharap wajah Allah. Oleh karena itu dahulu Nabi shallallahu’alaihi wasallam mencari malam ini dan mendorong  (para sahabat) agar berlomba-lomba dalam kebaikan. Beliau ada teladan umat, sungguh beliau telah beraungguh-sungguh di malam Lailatul Qadar.

Imam Ath Thabari rahimahullah berkata,
“Beribadah di malam Lailatul Qadar lebih dari ibadah seribu bulan yang tidak ada malam Lailatul Qadar di dalamnya.” (Tafsir At Thabari)

4. Tidak ada setan yang keluar di malam Lailatul Qadar

Dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu’anhu dari Nabi shallallahu’alaihi wasallam beliau bersabda,

ﻭﻻ ﻳﺤﻞ ﻟﻠﺸﻴﻄﺎﻥ ﺃﻥ ﻳﺨﺮﺝ ﻣﻌﻬﺎ ﻳﻮﻣﺌﺬ

“Setan tidak diperbolehkan keluar ketika malam Lailatul Qadar.”(HR. Ahmad dalam Musnadnya. Dinilai hasan oleAl Albani dalam Shahihul Jami’ 5472)

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma berkata,

ﻓﻲ ﺗﻠﻚ ﺍﻟﻠﻴﻠﺔ ﺗُﺼﻔَّﺪ ﻣﺮﺩﺓ
ﺍﻟﺠﻦ ، ﻭﺗُﻐﻞُّ ﻋﻔﺎﺭﻳﺖ ﺍﻟﺠﻦ ﻭﺗﻔﺘﺢ ﻓﻴﻬﺎ ﺃﺑﻮﺍﺏ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﻛﻠﻬﺎ ﻭﻳﻘﺒﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻴﻬﺎ ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ ﻟﻜﻞ ﺗﺎﺋﺐ ” ‏

“Di malam Lailatul Qadar, gembong-gembong setan di belenggu,  jin-jin paling membangkang di pasung, dibuka pintu-pintu langit seluruhnya. Allah akan menerima taubat setiap orang yang bertaubat.” (Fathul Qadir,  Asy Syaukani 5/473)

Al Mujahid berkata,

ﻫﻲ ﺳﺎﻟﻤﺔ ﻻ ﻳﺴﺘﻄﻴﻊ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﺃﻥ ﻳﻌﻤﻞ ﻓﻴﻬﺎ ﺳﻮﺀ ﻭﻻ ﻳﺤﺪﺙ ﻓﻴﻬﺎ ﺃﺫﻯ

“Lailatu Qadar adalah malam keselamatan. Setan tidak mampu berbuat kejelekan atau menimpakan gangguan di malam itu.” (Tafsir Ibnu Katsir, 4/650)

5. Para malaikat dan Malaikat Jibril turun di malam itu

Allah ta’ala berfirman,

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” (Qs. Al Qadar:4)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu berkata,

ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪﺭ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﺴﺎﺑﻌﺔ ﺃﻭ ﺍﻟﺘﺎﺳﻌﺔ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ، ﻭﺇﻥ ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﺗﻠﻚ ﺍﻟﻠﻴﻠﺔ ﺃﻛﺜﺮ ﻓﻲ ﺍﻷﺭﺽ ﻣﻦ ﻋﺪﺩ ﺍﻟﺤﺼﻰ، ﻭﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﺗﻨﺰﻝ ﺑﺎﻟﺮﺣﻤﺎﺕ ﻭﺍﻟﺒﺮﻛﺎﺕ ﻭﺍﻟﺴﻜﻴﻨﺔ، ﻭﻗﻴﻞ : ﺗﺘﻨﺰﻝ ﺑﻜﻞ ﺃﻣﺮ ﻗﻀﺎﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻗﺪﺭﻩ ﻟﻬﺬﻩ ﺍﻟﺴﻨﺔ

“Lailatul Qadar itu pada malam ke 27 atau 29. Pada malam itu malaikat berada di bumi jumlahnya lebih banyak daripada jumlah kerikil. Malaikat turun dengan membawa rahmat,  barakah dan ketenangan. Ada yang menyebut malaikat turun dengan membawa perintah yang Allah tetapakan dan Allah takdirkan di tahun ini. (HR. Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya. Dinilai hasan oleh Al Albani dalam Shahihul Jami no. 5473)

6. Di malam itu keamanan dan keselamatan dirasakan ahlul iman

Allah berfirman,

سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadar: 5)

Para ulama berbeda pendapat tentang ayat ini,
1. Maksudnya keselamatan dari kejelekan seluruhnya. Di malam itu tidak ada satupun perkara kecuali keselamatan.
2. Maksudnya malaikat turun di malam itu memberi keselamatan kepada ahlul iman.
3. Setan tidak mampu mengganggu seorangpun di malam itu.

Asy Sya’bi berkata,  “Para malaikat memberi keselamatan kepada ahlul masjid sampai terbit fajar.”

Qatadah dan Ibnu Zaid berkata, “Malam itu adalah malam kebaikan seluruhnya. Tidak ada keburukan sampai terbit fajar.” (Tafsir Ibnu Katsir,  4/650)

7. Lailatul Qadar adalah malam penuh berkah.

Allah berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhan:3)

Imam Ibnu Katsir berkata,
“Allah Ta’ala menceritakan tentang Al Qur’an yang agung. Bahwasanya Al Qur’an diturunkan di malam yang penuh berkah, yaitu malam Lailatul Qadar. Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla,

ﺇِﻧَّﺎ ﺃَﻧﺰَﻟْﻨَﺎﻩُ ﻓِﻲ ﻟَﻴْﻠَﺔِ ﺍﻟْﻘَﺪْﺭِ

“Sesungguhnya kami turunkan Al Qur’an di malam Lailatul Qadar.” (QS. Alqadr: 1)

Dan kejadian ini di bulan Ramadhan sebegaimana firman Allah Tabaraka wa Ta’ala,

ﺷَﻬْﺮُ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃُﻧْﺰِﻝَ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥ

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Quran.

8. Di malam Lailatul Qadar, disempurnakan takdir dalam setahun

Allah berfiman,

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.“(QS. Ad Dukhan: 4)

Al Allamah Ibnu’Usatimin menjelaskan,
Sebagian ulama mengatakan bahwa yang dimaksudkan al qadar adalah kemuliaan. Seperti kata orang,  ﻓﻼﻥ ﺫﻭ ﻗﺪﺭ ﻋﻈﻴﻢ، ﺃﻭ ﺫﻭ ﻗﺪﺭ ﻛﺒﻴﺮ  (Fulan memiliki kemuliaan yang tinggi,  atau kemuliaan yang besar).
Sebagian ulama berpendapat, yang dimaksudkan al qadar adalah takdir. Karena di malam itu Allah menakdirkan segala sesuatu dalam setahun. Sebagaimana firman Allah,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.”(QS. Ad Dukhan: 3-4)

Yaitu merinci dan menjelaskan.
Dan yang benar makna qadar mencakup keduanya. Tak diragukan lagi,  Lailatul Qadar adalah malam yang memiliki kemuliaan yang tinggi nan besar. Dan Allah menakdirkan di malam itu segala sesuatu dalam setahun seperti kehidupan,  kematian, rizqi dan yang lainnya. (Tafsir Surat Al Qadr Ibnu Utsaimin)

9. Allah memberi ampunan bagi orang yang menghidupkan malam itu dengan qiyamul lail  karena keimanan dan mengharap pahala.

Dri Abu Hurairah radhiyallahu’anhu,

ﻣﻦ ﺻﺎﻡ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺇﻳﻤﺎﻧﺎً ﻭﺍﺣﺘﺴﺎﺑﺎً ﻏﻔﺮ ﻟﻪ ﻣﺎ ﺗﻘﺪﻡ ﻣﻦ ﺫﻧﺒﻪ ، ﻭﻣﻦ ﻗﺎﻡ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪﺭ ﺇﻳﻤﺎﻧﺎً ﻭﺍﺣﺘﺴﺎﺑﺎً ﻏﻔﺮ ﻟﻪ ﻣﺎ ﺗﻘﺪﻡ ﻣﻦ ﺫﻧﺒﻪ ‏

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadh karena keimanan dan mengharap pahala niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Barangsiapa yang melaksanakan qiyamul lail pada malam lailatu qadar karena keimanan dan mengharap pahala niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq Alaih)

Iimanan wahtisaban artinya membenarkan janji-jani Allah berupa pahala dan meminta balasan Allah. Tidak mengharap yang lain seperti riya dan yang lainnya. (Fathul Baari,  4/251)

****
Sumber: Channel Telegram Faraid wa Fawaid Da’wiyyah
Diterjemahkan oleh Penerjemah Wanitasalihah.com
Artikel wanitasalihah.com

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *