Amalan yang Paling Dianjurkan di Malam Lailatul Qadar


Menghidupkan malam lailatul qadar dengan amalan-amalan yang dianjurkan. Diantara amalan tersebut:

1. Shalat malam

Amalan yang paling utama dilakukan untuk menghidupkan malam lailatul qadar adalah shalat malam. Karena Allah subhanahu wa ta’ala memuji hamba-hambya yang berdiri shalat malam serta bersungguh-sungguh dihadapanNya,  mengharap rahmatNya dan takut akan adzabNya. Allah berfirman,

أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (QS. Az Zumar:9)

Shalat malam memiliki keutamaan (fadhilah) yang besar. Allah subhanahu wata’ala mengkhabarkan bahwa  orang yang melaksanakan shalat malam akan meraih kemuliaan di dunia dan akherat, kemuliaan yang paling mulia. Allah subhanah gandengkan shalat malam dengan kedudukan yang terpuji (maqom mahmud) dalam firmanNya,

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

Dan pada sebahagian malam hari tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al Isra’: 79)

Keutamaan lain shalat malam di malam lailatul qadar dapat menghapuskan dosa-dosa yang telah lalu. Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa shalat malam di malam lailatul qadar karena keimanan dan mengharap pahala niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.“(HR. Bukhari no. 1901)

Demikian pula yang dilakukan Nabi shallallahu’alai wasallam di malam hari beliau bersungguh-sungguh shalat malam hingga kaki beliau bengkak.

Keutamaan lain bahwasanya shalat adalah ibadah yang paling agung, ibadah dengan penghambaan dan pendekatan diri kepada Allah yang paling utama. Di dalam ibadah shalat juga tercakup ibadah lain seperti tilawah qur’an, doa, takbir, tasbih.

Oleh karena itu shalat adalah amalan yang paling utama dilakukan di malam lailatul qadar.

2. Memperbanyak doa

Terlebih memperbanyak doa malam lailatul qadar sebagaimana disebutkan dalam hadis shahih. Dari’Aisyah rahiyallahu’anha beliau berkata, “Aku bertanya,
‘Wahai Rasulullah apa pendapat Anda jika saya mengetahui malam lailatul qadar,  apa yang harus saya baca?'”
Beliau menjawab,  “Bacalah,

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

(Allahumma innaka’afuwwun tuhibbul’afwa fa’fu’anni)
“Ya Allah sungguh engkau Maha Pemaaf dan engkau suka memafkan (hambaMu) maka maafkanlah aku.” (HR. Ahmad,  Ibnu Majah, At Tirmidzi dan beliau menilainya shahih)

‘Afuwwun (Maha Pemaaf) adalah salah satu sifat dari sifat-sifat Allah sesuai kesempurnaan dan keagungan Allah subhanah. Orang yang berbuat maksiat sama sekali tidak memberi mudharat kepadaNya sedikitpun dan orang yang taat sama sekali tidak memberi manfaat kepadaNya. Dia tetaplah Rabb yang Maha Agung dengan nama-nama yang husna dan sifat-sifat yang ‘ula.

Tuhibbul afwa berarti senang memberi maaf atas dosa dan kesalahan para hambaNya. Ini menunjukkan luasnya kasih sayang Allah,  kedermawanan dan kemuliaanNya. Bisa jadi seorang hamba hanya dengan sebab melakukan satu amal kebaikan, ia dijauhkan dari neraka. Dengan sebab satu amal kebaikan, Allah tetapkan ia menjadi penghuni surga. Dengan sebab satu amal kebaikan Allah berikan kemuliaan baginya di dunia dan akherat.

Fa’fu’anni, menunjukkan betapapun tinggi kedudukan seorang hamba,  betatapun besar kemuliaan seorang hamba pasti disisinya ada keburukan,  kesalahan dan dosa.

Seorang hamba menyeru kepada Al’Afwu agar mmberinya maaf dengan permohonan yang tulus,  dari dasar hatinya yang paling dalam niscaya Allah subhanah akan memaafkannya.

Doa ini, doa yang sangat agung yang diajarkan manusia paling mulia kepada umatnya. Doa yang diawali dengan menyebut asma Allah (Allahumma) menujukkan tauhidullah. Dan tidaklah sebuah doa diawali dengan kalimat tauhid, pujian kepada Allah kecuali doa tersebut akan dikabulkan, pintu-pintu langit dibuka untuknya.

3. Memperbanyak tilawah Al Qur’an

Sebaik-baik dzikir adalah membaca Al Qur’an. Sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam,

أفضل الكلام بعد القرآن سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر

“Perkataan yang paling utama setelah Al Qur’an adalah subhanallah walhamdulillah walaailaahaillallah  wallahu akbar.” (HR. Ahmad no. 20236)

4. Berdzikir, bersedekah dan ketaatan lainnya.

Washallallahu’ala Nabiyyina Muhammad wa’ala aalihi washahbihi wasallam.

*****
Penyusun: Ummu Fatimah Abdul Mu’ti
Sumber:
-Mutiara faidah Fadhilatusy Syaikh Muhammad Mukhtar Asy Syinqithiy hafidzahullah wara’ah

fatwa.islamweb.net

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *