Andai Allah Tidak Menutupi Aibku


1470789973710

Yahya bin Ma’in berkata,

ﻣﺎ ﺭﺃﻳﺖ ﻣﺜﻞ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﺣﻨﺒﻞ ، ﺻﺤﺒﻨﺎﻩ ﺧﻤﺴﻴﻦ ﺳﻨﺔ ﻣﺎ ﺍﻓﺘﺨﺮ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﺑﺸﻲﺀ ﻣﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﻼﺡ ﻭ ﺍﻟﺨﻴﺮ، ﻭﻛﺎﻥ ﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﻘﻮﻝ :
ﻧﺤﻦ ﻗﻮﻡ ﻣﺴﺎﻛﻴﻦ

Aku tidak pernah melihat seorang seperti Ahmad bin Hambal. Kami bersahabat dengannya 50 tahun namun tak pernah sekalipun ia membanggakan suatu kebaikan atau kemasalahatan di hadapan kami. Bahkan beliau rahimahullah berkata,  “Kami adalah kaum miskin.”

Para hafidz berkata,

ﺭﺃﻳﻨﺎ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ﻧﺰﻝ ﺇﻟﻰ ﺳﻮﻕ ﺑﻐﺪﺍﺩ، ﻓﺎﺷﺘﺮﻯ ﺣﺰﻣﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﻄﺐ، ﻭﺟﻌﻠﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﻛﺘﻔﻪ ، ﻓﻠﻤﺎ ﻋﺮﻓﻪ ﺍﻟﻨﺎﺱ ، ﺗﺮﻙ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻤﺘﺎﺟﺮ ﻣﺘﺎﺟﺮﻫﻢ ، ﻭﺃﻫﻞ ﺍﻟﺪﻛﺎﻛﻴﻦ ﺩﻛﺎﻛﻴﻨﻬﻢ ، ﻭﺗﻮﻗﻒ ﺍﻟﻤﺎﺭﺓ ﻓﻲ ﻃﺮﻗﻬﻢ ، ﻳﺴﻠﻤﻮﻥ ﻋﻠﻴﻪ ، ﻭﻳﻘﻮﻟﻮﻥ : ﻧﺤﻤﻞ ﻋﻨﻚ ﺍﻟﺤﻄﺐ ، ﻓﻬﺯ ﻳﺪﻩ ،ﻭﺍﺣﻤﺮ ﻭﺟﻬﻪ ،ﻭﺩﻣﻌﺖ ﻋﻴﻨﺎﻩ ﻭﻗﺎﻝ : نحن ﻗﻮﻡ ﻣﺴﺎﻛﻴﻦ ، ﻟﻮﻻ ﺳﺘﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻻﻓﺘﻀﺤﻨﺎ

Kami pernah melihat Imam Ahmad pergi ke sebuah pasar di kota Baghdad. Disana beliau membeli seikat kayu bakar kemudian memikulnya di atas bahu beliau. Tatkala orang-orang mengetahui beliau, para pedagangpun meninggalkan barang dagangan mereka, para pemilik warung meninggalkan warung-warung mereka dan orang-orang lewat turut berhenti di jalan-jalan mereka. Merekapun mengucapkan salam kepada beliau dan berkata,  “Kami akan membawakan kayu bakar ini untukmu.”
Beliaupun menolak dengan lambaian tangan, wajahnya memerah dan matanya tiba-tiba berlinang air mata. Beliaupun berkata,

“Kami adalah kaum faqir. Andai saja Allah tidak menutupi, niscaya Allah akan menyingkap (aib) kami.”

Suatu ketika seorang laki-laki datang untuk memuji Imam Ahmad. Lantas beliau berkata kepadanya,

ﺃﺷﻬﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻧﻲ ﺃﻣﻘﺘﻚ ﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻜﻼﻡ ،ﻭﺍﻟﻠﻪ ، ﻟﻮ ﻋﻠﻤﺖ ﻣﺎ ﻋﻨﺪﻱ ﻣﻦ ﺍﻟﺬﻧﻮﺏ ﻭﺍﻟﺨﻄﺎﻳﺎ ﻟﺤﺜﻮﺕ ﻋﻠﻰ ﺭﺃﺳﻲ ﺑﺎﻟﺘﺮﺍﺏ .
ﻭﻛﺎﻥ ﻳﻘﻮﻝ : ﻳﺎ ﻟﻴﺘﻨﻲ ﻣﺎ ﻋﺮﻓﺖ ﺍﻟﺸﻬﺮﺓ، ﻳﺎ ﻟﻴﺘﻨﻲ ﻓﻲ ﺷﻌﺐ ﻣﻦ ﺷﻌﺎﺏ ﻣﻜﺔ ﻣﺎ ﻋﺮﻓﻨﻲ ﺍﻟﻨﺎﺱ

“Aku persaksikan kepada Allah. Sungguh aku murka atas ucapanmu ini. Demi Allah, andai engkau tahu dosa dan kesalahan yang ada pada diriku pastilah engkau akan menaburi kepalaku dengan pasir.”
Beliau juga berkata,
“Andai saja aku tidak terkenal seperti ini. Andai aku berada di satu lembah di lembah-lembah kota Mekkah tak ada seorangpun mengenaliku.” (Al Hilyah Li Abi Nu’aim,  9:181)

*****
Sumber:  Channel Faraid wa Fawaid Da’wiyyah
Diterjemahkan oleh Tim Penerjemah Wanitasalihah.com
Artikel Wanitasalihah.Com

If you enjoyed this post, please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *