Batasan Aurat Wanita yang Boleh Dilihat Laki-laki Pelamar


Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al Munajjid hafidzahullah

Para ulama pakar fiikih berbeda pendapat tentang batasan aurat wanita yang boleh dilihat laki-laki yang ingin melamarnya. Diantara pendapat tersebut:

1. Mayoritas ulama Hanafiyyah,  Malikiyyah dan Syafi’iyyah berpendapat aurat yang boleh dilihat adalah wajah, kedua telapak tangan. Sementara Hanafiyah menambahkan dua telapak kaki.

2. Ulama Hanabilah berpendapat laki-laki pelamar boleh melihat anggota tubuh wanita yang nampak secara umum (di dalam rumahnya) seperti wajah,  dua telapak tangan,  kepala, leher, dan dua telapak kaki.

3. Dawud Adz Dzahiri dan salah satu riwayat dari Ahmad menyebutkan bahwa aurat yang boleh dilihat adalah seluruh tubuh wanita tersebut kecuali dua kemaluan (depan dan belakang).

Dan pendapat paling kuat adalah pendapat sebagaimana yang dikatakan ulama Hanabilah. Karena tatkala Nabi shallallahu’alaihi wasallam mengijinkan melihat wanita yang ingin di lamar tanpa sepengatahuan wanita tersebut, ini berarti beliau mngijinkan melihat anggota tubuh yang nampak secara umum. Karena tidak mungkin melihat hanya wajah saja sementara secara bersamaan nampak bagian tubuh yang lain (seperti rambut, kedua telapak kaki dll). Karena anggota tubuh tersebut secara umum terlihat layaknya wajah. (Kisyaful Qina’, 5/10). Silakan lihat Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah, 19/199 dan Al Mughni, 7/74.

Adapun pendapat yang memperbolehkan melihat seluruh anggota tubuh wanita kecuali dua kemaluan maka ini tidak benar. Karena hukum asalnya haram melihat wanita. Dan seorang wanita tidak mungkin telanjang di dalam rumahnya sehingga hal ini dipahami termasuk dispensasi saat nadzar, yaitu nadzar seluruh tubuhnya. Tentu pendapat ini tidak bisa diterima.
Melihat wanita yang ingin di pinang tidaklah mutlak diperbolehkan akan tetapi ada syarat-syaratnya diantaranya aman dari gejolak syahwat. Dan syarat ini akan terasa sulit dilaksanakan bila melihat seluruh anggota badan wanita pinangannya.

****
Sumber: Dinukil dari https://islamqa.info/ar/145678
Diterjemahkan oleb Tim Penerjemah Wanitasalihah.Com
Artikel wanitasalihah.com

وقد اختلف الفقهاء فيما يباح للخاطب نظره إلى المخطوبة على أقوال :

فذهب الجمهور من الحنفية والمالكية والشافعية إلى أنه ينظر للوجه والكفين ، وزاد الحنفية : والقدمين.

وذهب الحنابلة إلى أنه ينظر إلى ما يظهر غالبا كالوجه والكفين والرأس والرقبة والقدمين .

وذهب داود الظاهري وأحمد في رواية إلى أنه ينظر إلى جميع بدنها ما عداة العورة المغلظة وهي الفرجان .

والراجح ما ذهب إليه الحنابلة ؛ ” لأنه صلى الله عليه وسلم لما أذن في النظر إليها من غير علمها عُلم أنه أذن في النظر إلى جميع ما يظهر غالبا إذ لا يمكن إفراد الوجه بالنظر مع مشاركة غيره في الظهور , ولأنه يظهر غالبا أشبه الوجه ” انتهى من “كشاف القناع” (5/ 10).

وينظر : الموسوعة الفقهية (19/ 199)، المغني (7/ 74).

وأما القول بصحة النظر إلى جميع بدنها ما عدا السوءتين فلا يصح ؛ لأن الأصل تحريم النظر ، والمرأة لا تكون في بيتها عارية حتى يفهم من الترخيص في النظر إليها النظر إلى جميع بدنها ، والنظر إلى المخطوبة مقيد بأمن ثوران الشهوة ، وهذا يصعب مع النظر إلى جميع البدن .

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *