Bolehkan Mengatakan “Fulan Percaya Diri”?


Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin di tanya:

Bagaimana hukum ucapan “Fulan percaya diri” apakah hal ini tidak bertentangan dengan do’a yang berbunyi: ”Janganlah engkau sandarkan aku kepada diriku sendiri walau untuk sekejap”?

Syaikh menjawab:

Hal ini tidaklah mengapa, karena maksud orang yang berkata bahwa fulan percaya diri adalah sebagai penegasan, yakni bahwa dia yakin atas perkara ini. Tidak diragukan bahwa terkadang sesuatu dinisbatkan kepada seseorang dengan yakin, terkadang sebatas asumsi, terkadang keragu-raguan dan terkadang salah. Jika dia berkata, ”Aku percaya akan hal ini” atau “Aku percaya diri” atau “Fulan percaya akan hal itu” atau “Percaya terhadapa apa yang ia ucapkan” artinya dia yakin atas semua itu. Maka hal ini tidaklah mengapa diucapkan dan tidaklah bertentangan dengan do’a yang telah masyhur “Janganlah Engkau sandarkan aku kepada diriku sendiri walau untuk sekejap”.Karena seseorang percaya kepada dirinya sendiri karena Allah. Allah telah memberinya ilmu, kemampuan atau sejenisnya.

(Kitabud Da’wah dari fatwa syaikh Ibnu Utsaimin)

***
Sumber: Wasiat Ringkas Bagi Pemuda
Karya: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Judul Asli: Nasha’ih wa Taujihat Lisy-Syabab
Penerbit At-Tibyan, solo

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *