Bolehkan Menunda Haji Karena Menyusui?


menunda haji karena menyusui

Fatwa Asy Syaikh Muhammad Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan:
Istriku belum menunaikan kewajiban haji sampai sekarang. Kami memiliki anak yang masih berumur 4 bulan sementara ia mengkonsumsi ASI. Apakah istri saya wajib pergi haji ataukah ia tetap bersama sang anak (untuk menyusui)? Jika dia pergi haji, manakah yang lebih utama minum obat pencegah haid ataukah tidak? Kami mengharap pencerahan dari Anda. Semoga Allah memberi taufik kepada Anda.

Jawaban:
Jika tidak ada dampak (negatif) dan tidak membahayakan bagi si anak ketika ditinggal pergi ibunya, misalnya, dia mau minum susu dari selain ibunya, dan ada yang mengasuhnya dengan baik, maka tidak masalah bila sang ibu pergi menunaikan haji. Terlebih bila itu adalah haji wajib (haji pertama kali).

Namun jika dikhawatirkan akan membahayakan si anak maka tidak diperbolehkan bagi sang ibu meninggalkannya meskipun untuk haji wajib. Seorang ibu menyusui diperbolehkan meninggalkan puasa wajib jika ia khawatir kepada anaknya. Karena itu, ia juga dibolehkan menunda berangkat haji karena khawatir dengan keselamatan anaknya.

Jika seorang ibu khawatir akan anaknya, maka hendaknya ia tetap tinggal bersama sang anak. Jika sang anak sudah besar di tahun berikutnya, sang ibu bisa meninggalkannya untuk pergi haji.

Adapun penggunaan obat pencegah haid ketika haji ataupun umrah maka tidak masalah. Karena ini termasuk kebutuhan. Akan tetapi wajib berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter karena terkadang obat-obatan seperti ini bisa menimbulkan efek samping yang membahayakan wanita. (As Silsilah Al Liqa Asy Syahri 10)

Marja: Tathbiiq Fatawa Ibn Utaimin Lianduruwid
Diterjemahkan oleh Tim Penerjemah Wanitasalihah.com

Bisa disimak melalui rekaman audio berikut:

لديها طفل رضيع فهل تحج؟

السؤال:

زوجتي لم تؤد فريضة الحج إلى الآن، ولدينا طفل عمره أربعة أشهر وهو يرضع من أمه، فهل تحج أم تبقى عند طفلها؟ وهل الأفضل إذا حجت أن تأخذ حبوباً لإيقاف دم الحيض أم لا تأخذ؟ أفيدونا وفقكم الله.

الجواب:

إذا كان الطفل لا يتأثر ولا يتضرر بسفرها عنه؛ بأن يرضع من لبن غير لبن أمه، وعنده من يحضنه حضانة تامة، فلا حرج عليها أن تحج خصوصاً إذا كانت فريضة، أما إذا كان يخشى على الطفل فإنه لا يحل لها أن تحج ولو كانت حجة الفريضة؛ لأن المرضع يباح لها أن تدع صيام الفرض إذا خافت على ولدها، فكيف لا تدع المبادرة بالحج إذا خافت على الولد؟

فإذا خافت على الولد فإن الواجب أن تبقى، وإذا كبر في العام القادم حجت، ولا حرج عليها إذا بقيت وتركت الحج؛ لأن الحج في هذه الحالة لا يجب عليها على الفور.

أما استعمال الحبوب في الحج أو في العمرة فلا بأس بها؛ لأن هذه حاجة، ولكن يجب أن تستأذن الطبيب وأن تراجعه؛ لأنه قد تكون الحبوب ضارة فتضرها.

المصدر: سلسلة اللقاء الشهري > اللقاء الشهري [10]

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *