Catatan Ramadhan (3): Berjuang hingga Akhir


(*) Pengantar dari Redaksi WanitaSalihah.Com:

Penting kita sadari, bahwa Ramadhan itu bukan hanya hitungan 10 jari. Ramadhan itu sepanjang 29 atau 30 hari. Bahkan, salah satu bagian terpenting Ramadhan ada di masa akhirnya, yaitu sepuluh hari terakhir Ramadhan, ketika kita sibuk menghidupkan malam-malam untuk mendapatkan lailatul qadar.

Agar kita lebih siap menjalani satu bulan penuh ini, mari bekali diri dengan ilmu sejak dini.

Berikut ini kami terjemahkan nasihat dari Syaikh Khalid Al-Mushlih, tentang akhir yang manis dari setiap amal. Semoga Ramadhan kita tahun ini penuh berkah dan kebaikan pada setiap detiknya, sejak awal hingga akhir, kemudian bulan-bulan setelahnya. Barakallahu fi-na wa iyyakum.

**

(*) Nasihat ini diterjemahkan dari http://almosleh.com/ar/index-ar-show-149.html

Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya keberhasilan amal itu tergantung di bagian akhirnya. Demikianlah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إنما الأعمال بالخواتيم

Sesungguhnya amal itu tergantung akhirnya.

Oleh sebab itu, bersemangatlah untuk menutup bulan (Ramadhan) ini dengan:
ketaatan kepada Allah Ta’ala,

  • taqarrub (pendekatan diri) kepada-Nya dengan berbagai amal shalih,
  • memperbaiki hubungan dengan-Nya, dan
  • bersikap jujur dalam pengharapan kepada segala kebaikan di sisi Allah Jalla wa ‘Ala.

Barang siapa yang melewati waktu lampau dengan kesia-siaan, maka hendaklah dia berusaha menjaga sisa waktu pada bulan ini dengan ketaatan dan kebaikan.

Barang siapa yang memenuhi waktu lampaunya dengan perbuatan baik, maka hendaklah dia bersemangat untuk meluruskan tujuannya dan menyucikan niatnya.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Hazim dari Sahal bin Sa’ad As-Sa’idi radhiyallahu ‘anhu; mari kita simak baik-baik pesan dari hadits yang begitu agung ini.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat seorang lelaki yang tengah bertarung di medan perang yang juga diikuti oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Lelaki itu telah sangat banyak berjasa kepada pasukan kaum muslimin. Maksudnya, dia sangat banyak membantu dan ketangguhannya begitu menopang kekuatan pasukan kaum muslimin. Setiap orang kafir yang ia hadapi di peperangan itu pasti mati di tangannya.

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada para sahabatnya,

من أحبَّ أن ينظر إلى رجل من أهل النار فلينظر إلى هذا

“Bila ada yang ingin melihat seorang penghuni neraka, silakan lihat lelaki ini.”

Salah seorang sahabat menanggapi, “Saya benar-benar sudah melihat peran dan kebaikannya (di peperangan ini).”

Kemudian dia berkata, “Saya mencoba mengamatinya. Ternyata, dia memang seperti yang kami katakan tadi: bila dia berhadapan dengan orang kafir di peperangan itu, pasti dia membunuhnya. (Akan tetapi), ketika dia terluka dan kondisinya melemah, ternyata dia ‘mempercepat kematiannya’ dengan menghunuskan bagian panjang pedang – yaitu menghunuskan ujung pedang – ke tengah dadanya. Dia menusuk pedang itu hingga menembus punggungnya.”

Yang terjadi, dia bunuh diri karena tidak sabar menghadapi rasa sakit yang dideritanya. Inilah realita yang tampak di depan mata sahabat Nabi yang melihatnya. Kendati demikian, di balik itu mungkin ada sesuatu yang tidak terlihat di dalam hati prajurit yang bunuh diri tersebut, seperti riya’ dan semacamnya, yang merupakan pembatal amal.

Selanjutnya, sahabat yang menyaksikan peristiwa tersebut mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Dia berkata, “Saya bersaksi bahwa Anda adalah rasul Allah.” Dia pun berbincang dengan Nabi shallallau ‘alaihi wasallam.

Karenanya, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya, “Berita apa yang ingin engkau sampaikan?”

Lantas, sahabat tersebut menceritakan akhir hidup si lelaki yang dilihatnya tadi. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إنَّ الرجل ليعمل عمل أهل النار، ثم يعمل بعمل أهل الجنة، وإن الرجل ليعمل بعمل أهل الجنة، وهو من أهل النار، فيعمل بعمل أهل النار

“Sesungguhnya ada orang yang melakukan amalan penduduk neraka, kemudian setelahnya dia melakukan amalan penduduk surga. Sesungguhnya ada orang yang mengerjakan amalan penduduk surga – padahal sebenarnya dia adalah penghuni neraka – kemudian akhirnya dia pun melakukan amal yang dapat membawanya ke neraka.”

Kemudian beliau menyampaikan kaidah yang tidak boleh kita lalaikan, yaitu sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam,

إنَّما الأعمال بالخواتيم

“Sesungguhnya amal itu tergantung kepada akhirnya.”

Bersemangatlah untuk menutup setiap ucapan dan perbuatan dengan kebaikan. Berdoalah kepada Allah agar mewujudkan husnul khatimah (akhir yang baik) pada setiap ucapan dan perbuatan kita.

رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا

“Wahai Rabb-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.” (QS. Al-Isra’: 80)

Mohonlah kepada Allah agar kita diberikan kejujuran setiap kali memulai perkataan atau perbuatan. Mohonlah juga agat kita diberikan kejujuran di setiap akhirnya.

Ya Allah, kami mohon kepada-Mu jalan yang lurus.
Ya Allah, mohon bantu kami untuk menutup bulan ini dengan ketaatan dan kebaikan.
Wahai Tuhan yang Maha Agung dan Mahamulia, masukkanlah kami ke dalam golongan hamba-Mu yang engkau terima amal shalihnya, wahai Tuhan yang Mahahidup dan Mahakekal.

Ya Allah, terimalah puasa dan shalat kami.
Ya Allah, terimalah puasa dan shalat kami.

Ya Allah, bantulah kami untuk melakukan amal shalih dengan ikhlas demi wajah-Mu.
Jadikanlah amal shalih itu sebagai pemberat mizan kebaikan kami kelak, wahai Tuhan yang Maha Agung dan Mahamulia.

Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari kejelekan diri kami dan keburukan perbuatan kami.

Ya Allah, berilah kami hidayah dan tunjukilah kami jalan kebenaran, wahai Tuhan yang Maha Agung dan Mahamulia.
Ya Allah, bantulah kami dan jangan telantarkan kami.
Ya Allah, bantulah kami dan jangan telantarkan kami.
Ya Allah, berilah kami petunjuk dan mudahkanlah kami untuk meniti jalan kebenaran.
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-Mu yang senantiasa berzikir dan bersyukur.

Hanya kepada-Mu kami menyandarkan rasa harap, takut, dan cemas, serta hanya kepada-Mu kami kembali.

Ya Allah, mohon terimalah taubat kami dan mudahkanlah urusan kami, ampunilah ketergelinciran kami dan bantulah kami agar tak terjerumus (dalam dosa), wahai Tuhan yang Maha Agung dan Mahamulia.

Ya Allah, bantulah kami mengerjakan amal shalih dan palingkanlah keburukan dari kami, wahai Tuhan yang Maha Agung dan Mahamulia.

Ya Allah, limpahkanlah rasa aman di seluruh penjuru negeri kami.
Jadikanlah pemimpin kami penuh kebaikan, dan jadikanlah para pejabat di negeri kami penuh kebaikan.
Jadikanlah penduduk negeri kami senantiasa takut kepada-Mu, bertakwa kepada-Mu, dan berusaha meraih ridha-Mu, wahai Tuhan yang Maha Agung dan Mahamulia.

Ya Allah, berilah petunjuk kepada para pemegang jabatan di negeri kami, agar mereka bisa menata negeri kami hingga penduduk negeri ini menjadi baik dan negeri ini dipenuhi kebaikan.

Ya Allah, berilah petunjuk kepada para pemegang jabatan di negeri kami, agar mereka bisa menata negeri kami hingga penduduk negeri ini menjadi baik dan negeri ini dipenuhi kebaikan.

Ya Allah, bila ada orang yang ingin menimpakan keburukan kepada kami dan kaum muslimin, buatlah mereka sibuk dengan urusannya sendiri (sehingga tidak ada waktu bagi mereka untuk mengganggu kami).
Mohon jagalah kami dari kejahatan mereka.
Hanya kepada-Mu kami memohon untuk menyingkirkan bahaya yang mereka siapkan.
Hanya kepada-Mu kami berlindung dari kekejian mereka.

Tidak ada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan-Mu.
Tidak ada yang mampu menahan segala sesuatu yang Engkau beri.
Tidak ada yang mampu melakukan segala sesuatu yang Engkau tahan.
Tidak ada yang mampu memberi manfaat bila Engkau tak memberinya.

Ya Allah, berilah kami taufik agar bisa mendapatkan malam lailatul qadar.
Ya Allah, berilah kami taufik agar bisa mendapatkan malam lailatul qadar.
Ya Allah, berilah kami taufik agar bisa mendapatkan malam lailatul qadar.

Ya Allah, kepada-Mu kami mohon ampunan, keselamatan, dan pemaafan selamanya.
Wahai Rabb kami, kami telah menzalimi diri kami; jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami maka kami benar-benar telah merugi.

Ya Allah, limpahkanlah salawat kepada Nabi Muhammad dan keluarhanya, sebagaimana engkau telah melimpahkan salawat kepada Ibrahim dan keluarganya.

Sesunguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mahamulia.

**
Diterjemahkan oleh Tim Penerjemah WanitaSalihah.Com
Artikel WanitaSalihah.Com

***
أيها المؤمنون! إنَّ الأعمال بالخواتيم، هكذا قال النبي صلى الله عليه وسلم: «إنما الأعمال بالخواتيم»، فاحرصوا على أن تختموا شهركم بطاعة الله تعالى والتقرب إليه بأنواع القربات، وإحسان الصلة به، وصدق العبد في الرغبة فيما عنده جلَّ في علاه، فمن كان مقصراً فيما مضى فليحفظ ما بقي من هذا الشهر بالطاعة والإحسان، ومن كان محسناً فيما مضى فليحرص على سلامة القصد وصحة النية، ففي البخاري ومسلم من حديث أبي حازم عن سهل بن سعد الساعدي رضي الله عنه، واستمع إلى هذا الحديث العظيم: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم نظر إلى رجل في غزوة من الغزوات مع النبي صلى الله عليه وسلم، وكان رجلاً عظيم الغَنَاء في المسلمين، يعني: شديد النصرة والقوة في الذب عن أهل الإسلام، لا يترك شاذَّة من أهل الكفر إلا أتى عليها، فقال النبي صلى الله عليه وسلم لأصحابه: «من أحبَّ أن ينظر إلى رجل من أهل النار فلينظر إلى هذا»، فقال أحد الصحابة: لأنظرنَّ ما شأنه وما حاله، يقول: فتتبعته، فكان على ما وصفنا من أنه لا يترك في الكافرين شيئاً إلا أتى عليه، فلما أصابته الجراح وأثخنته، استعجل الموت فوضع ذبابة سيفه -يعني: رأس السيف- بين ثدييه، فاتجه فاتكأ عليه حتى خرج من ظهره. يعني: قتل نفسه ولم يصبر على ألم ما أصابه، ولعلَّ هذه هي الصورة الظاهرة التي رآها الصحابي، ولكن هناك أمر وراء ذلك وهو ما يمكن أن يكون قد قام في قلبه من رياء أو غير ذلك من الآفات التي تحبط العمل، فجاء الصحابي إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال: أشهد أنك رسول الله. يخاطب النبي صلى الله عليه وسلم، فقال له النبي صلى الله عليه وسلم: «وما ذاك؟» فقصَّ عليه خبر الرجل وما قال فيه فقال: «إنَّ الرجل ليعمل عمل أهل النار، ثم يعمل بعمل أهل الجنة، وإن الرجل ليعمل بعمل أهل الجنة، وهو من أهل النار، فيعمل بعمل أهل النار»، ثم قال تلك القاعدة التي ينبغي أن لا تغيب عن أذهاننا، وهي قوله صلى الله عليه وسلم: «إنَّما الأعمال بالخواتيم». –

فاحرص على حسن الخاتمة في كل قول وعمل، واستحضر قول الله ودعاءه: { رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا} ، استحضر مدخل الصدق في كل مدخل تدخله من قول أو معاملة، واستحضر مخرج الصدق في كل ما تأتيه أو تذره من قول أو معاملة.

اللهم اسلك بنا سبيل الرشاد، اللهم اختم لنا شهرنا بالطاعة والإحسان، ومُنَّ علينا بفضلك يا ذا الجلال والإكرام أن نكون من عبادك المقبولين يا حيُّ يا قيوم، اللهم اقبل الصيام والقيام، اللهم اقبل الصيام والقيام، اللهم اجعله خالصاً لوجهك تثقل به الموازين يا ذا الجلال والإكرام.

اللهم إنا نعوذ بك من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا، اللهم اهدنا واسلك بنا سبيل الهدى يا ذا الجلال والإكرام، اللهم أعنّا ولا تعن علينا، اللهم أعنّا ولا تعن علينا، اللهم أعنّا ولا تعن علينا، اللهم اهدنا ويسِّر الهدى لنا، اللهم اجعلنا لك ذاكرين شاكرين، لك رغَّابين رهَّابين أوَّاهين منيبين، اللهم تقبَّل توبتنا وثبت حجتنا واغفر زلتنا وأقل عثرتنا يا ذا الجلال والإكرام، اللهم استعملنا في الصالحات، واصرف عنا السيئات يا ذا الجلال والإكرام.

اللهم آمنَّا في أوطاننا، وأصلح أئمتنا وولاة أمورنا، واجعل ولايتنا فيمن خافك واتقاك واتبع رضاك يا ذا الجلال والإكرام، اللهم وفق ولاة الأمور إلى ما فيه خير العباد والبلاد، اللهم وفقهم إلى ما فيه خير العباد والبلاد، اللهم من أرادنا والمسلمين بشر فأشغله بنفسه، واكفنا شره، ندرأ بك في نحره، ونعوذ بك من شره، لا حول ولا قوة إلا بك، لا مانع لما أعطيت ولا معطي لما منعت، ولا ينفع ذا الجد منك الجد.
اللهمَّ وفقنا لقيام ليلة القدر، اللهم وفقنا لقيام ليلة القدر، اللهم وفقنا لقيام ليلة القدر، اللهم إنا نسألك العفو والعافية والمعافاة الدائمة.
ربنا ظلمنا أنفسنا، وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكوننَّ من الخاسرين.
اللَّهمَّ صلِّ على محمد وعلى آل محمد، كما صليت على إبراهيم، وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *