Al Quran dan Hadits

Kisah Inspirasi Penghafal Al Quran: Ibu Rumah Tangga Menghafal Al Quran

Kisah Inspirasi Penghafal Al Quran: Ibu Rumah Tangga Menghafal Al Quran

Berikut adalah tipe wanita pemilik cita-cita yang terus berusaha untuk mewujudkan cita-citanya. Dia juga harus menghadapi banyak kendala dalam mewujudkan cita-citanya. Sama seperti kita yang dihadapkan pada kesibukan masing-masing. Meskipun demikian, dia tidak pernah meninggalkan kegiatan menghafal Al Quran dalam jangka waktu yang lama. Sebaliknya, dia berusaha untuk senantiasa cekatan dalam menghafal. Dia adalah wanita

Menafsirkan Al-Qur’an dengan Teori Modern

Menafsirkan Al-Qur’an dengan Teori Modern

Syaikh Shalih Al-Fauzan hafidzahullah berkata dalam kitab beliau Al-Khuthab Al-Minbariyyah (2:268), Sebagian orang menafsirkan Al-Qur’an dengan teori-teori modern dan dengan pencapaian teknologi masa kini. Perbuatan ini merupakan bentuk kesombongan terhadap Al-Qur’an. Walaupun teori-teori tersebut selaras dengan akal pikiran. Inilah yang mereka namakan keajaiban ilmiyyah. Penafsiran semacam ini merupakan kesalahan besar karena tidak boleh menafsirkan Al-Qur’an

Menikmati Kelezatan Al-Qur’an Dengan Memahami Tafsirnya

Menikmati Kelezatan Al-Qur’an Dengan Memahami Tafsirnya

Sesungguhnya mempelajari tafsir kandungan dari firman-firman Allah merupakan ibadah yang sangat mulia. Barang siapa yang mempelajari tafsir ia akan merasakan kelezatan ketika membaca ayat-ayat yang ia telah mengerti tafsirnya tersebut. Karenanya Imam Ath-thabari rahimahullah, penulis kitab Tafsir Ath-thabari yang sangat terkenal, berkata: إنّي لأعجب ممن قرأ القرآن و لم يعلم تأويله كيف يتلذ بقرائته ؟ “aku


Indahnya AlQur’an Melembutkan Hatinya

Indahnya AlQur’an Melembutkan Hatinya

Dikisahkan bahwa pada suatu hari para pembesar Quraisy berkumpul membahas sikap mereka terhadap dakwah Islam yang semakin berkembang, semakin banyak yang beriman kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam. Mereka mengatakan “Perhatikanlan! Aku akan mengajari kalian ilmu sihir, perdukunan dan sastra. Lalu temuilah orang yang telah memecah-belah persatuan kita, memporak-porandakan kekuatan kita dan mencela agama kita itu.

Tiga Hikmah di Balik Tidak Pandainya Rasulullah Baca-Tulis

Tiga Hikmah di Balik Tidak Pandainya Rasulullah Baca-Tulis

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آَيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ “Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan

Saudariku.. Hafalkanlah Al Quran

Saudariku.. Hafalkanlah Al Quran

Andaikata api di sekitar kayu gaharu tidak menyala Maka harumnya gaharu tidak akan pernah tercium Lihatlah awan, jangan melihat debu Jadilah orang yang bercita-cita tinggi Tetap berusaha untuk naik, dan istiqamahlah Waspadalah sikap lemah semangat dan pesimis Hafalkanlah Al Quran, Engkau akan hidup bersama hari-hari yang menyenangkan Karena keberkahan Al Quran yang selalu engkau baca


Thala’al Badru ‘Alaina : Senandung Penduduk Kota Madinah Menyambut Kedatangan Rasulullah?

Thala’al Badru ‘Alaina : Senandung Penduduk Kota Madinah Menyambut Kedatangan Rasulullah?

Oleh: Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf hafidzahullah Al-Kisah Konon diceritakan bahwa setelah Nabi shallallahu’alaihi wasallam dan Abu Bakar radhiyallahu’anhu menempuh perjalanan panjang yang melelahkan di tengah intaian kaum kuffar Quraisy maka akhirnya Allah Azza wa Jalla menyelamatkan mereka hingga sampai ke kota Madinah. Sementara, penduduk kota Madinah dari kaum laki-laki, wanita dan

Tidak Akan Datang Suatu Jaman Kecuali Lebih Buruk dari Sebelumnya

Tidak Akan Datang Suatu Jaman Kecuali Lebih Buruk dari Sebelumnya

Penggabungan antara sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, yaitu “Tidaklah suatu jaman datang melainkan jaman setelahnya lebih buruk dari jaman sebelumnya”  dengan tersebarnya realitas keadaan. Pertanyaan: Syaikh yang mulia, bagaimana menggabungkan antara sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, yaitu ” Tidak ada suatu jaman yang datang kecuali (jaman) yang setelahnya lebih buruk dari sebelumnya”; dengan

Larangan Menyalakan Api Kompor Lalu Ditinggal Tidur

Larangan Menyalakan Api Kompor Lalu Ditinggal Tidur

Rasanya hampir semua ibu-ibu pernah merasakan kejadian berikut: – Wajan gosong saat memanaskan sayur, sebabnya ketiduran. – Teko terbakar saat merebus air, sebabnya ketiduran. – Kompor tersulut api dan hampir meledak, sebabnya lupa dimatikan lalu ditinggal tidur. Dan kejadian yang lebih parah dari itu -semoga Allah menyelematkan kita semua darinya- seisi rumah hangus terbakar disebabkan


Ayat yang Membuat Umar Menangis

Ayat yang Membuat Umar Menangis

Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu selalu menghidupkan Al Quran dalam setiap gerak dan diamnya. Suatu ketika ia melewati rumah ibadah milik seorang rahib. Ia pun memanggilnya, “Hai Rahib!” Dan si rahib pun muncul. Umar memandangnya lalu menangis. Ada seseorang yang menanyakan, “Wahai Amirul Mukminin, apa gerangan yang membuatmu menangis dari orang ini? Ia menjawab, “Aku

Umar Sakit Karena Mendengar Sebuah Ayat!

Umar Sakit Karena Mendengar Sebuah Ayat!

Diriwayatkan dari Hisyam bin Al Husain, ia menceritakan, “Suatu ketuka Umar melewati sebuah ayat dalam wiridnya. Maka ayat itu membuatnya ketakutan – di dalam riwayat lain: membuatnya tercekik-, lalu ia menangis sampai jatuh. Ia pun tinggal di rumahnya satu atau dua hari sampai ia dijenguk. Para sahabat mengira ia sakit.” (Syu’ab Al Iman, Al Baihaqi,

Keajaiban Hadis Lalat

Keajaiban Hadis Lalat

Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah Pertanyaan: Pertanyaan beliau yang lain. Penanya bertanya tentang hukum lalat yang jatuh di bejana. Kami mengharap penjelasan seberapa besar derajat keshahihan hadis ini. Secara makna di dalamnya disebutkan jika ada lalat terjatuh di dalam makanan salah seorang diantara kalian hendaknya ia mencelupkan ke dalamnya. Karena di salah satu