Aqidah

Ketika Musibah Menyapa

Ketika Musibah Menyapa

Sikap orang yang terkena musibah terbagi menjadi empat. Di tempat manakah sikap kita ketika musibah menyapa? Pertama: Marah terhadap suatu musibah. Hal ini hukumnya haram, bahkan merupakan salah satu dari dosa besar. Contohnya menampar wajah, menjambak rambut, merobek-robek pakaian, melontarkan kata-kata kutukan atau dia berdoa keburukan atas dirinya sendiri dan perbuatan-perbuatan lainnya yang menunjukkan kemarahan

Kunjungilah Pusara-Pusara Niscaya Hatimu Akan Kembali Hidup

Kunjungilah Pusara-Pusara Niscaya Hatimu Akan Kembali Hidup

Orang yang berakal hendaknya selalu mengingat kematian, mengingat bukan sekedar ingat, akan tetapi yang merasuk dalm lubuk hati dan membungkam setiap ketamakan duniawi. Dengan banyaknya tragedi kematian, seseorang akan tercegah dari berbuat jahat, merasa aman -atas ijin Allah- dari segala penderitaan, dan kematian seseorang akan memperlihatkan kita pada kematian kita sendiri. Dahulu, Nabi shallallahu ‘alaihi

Ali bin Abi Thalib Pernah Membakar Orang-Orang yang Menyatakan bahwa Ali adalah Tuhan

Ali bin Abi Thalib Pernah Membakar Orang-Orang yang Menyatakan bahwa Ali adalah Tuhan

Inilah yang dikatakan oleh tokoh golongan ekstrim Syi’ah Rafidhah, Abdullah bin Saba’ dimana ia datang kepada Ali bin Abi Thalib dan berkata kepadanya, “Engkau adalah Allah yang sebenarnya.” Ali radhiyallahu ‘anhu tidak rela ada orang yang mendudukkannya leih dari kedudukannya yang sebenarnya, bahkan dengan kearifan, keadilan, ilmu dan pengetahuannya Ali radhiyallahu ‘anhu menyatakan di atas


Buah Dari Sebuah Keikhlasan

Buah Dari Sebuah Keikhlasan

Tatkala keikhlasan telah menjadi warna tunggal dari amalan seseorang, terangkatlah kedudukan orang tersebut ke tingkat yang tinggi. Abu Bakar bin ‘Ayyasy berkata, ”Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu tidaklah mengungguli kita karena banyaknya shalat dan shiyam, akan tetapi karena keimanan yang tertanam dalam hatinya dan keikhlasannya kepada Allah Ta’ala”. Dalam hal ini, Abdullah Ibnul Mubarak

Cinta Rasulullah (1): Nama-Nama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Cinta Rasulullah (1): Nama-Nama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki beberapa nama, di antaranya: Muhammad (shallallahu ‘alaihi wa sallam). Ahmad. Al-Mahi (maknanya, Allah menghapus kekafiran melalui beliau). Al-Hasyir (maknanya, manusia dikumpulkan di bawah telapak kaki beliau). Al-‘Aqib (maknanya, tiada lagi nabi setelah beliau). Raufur rahiim. Al-Muqaffi. Nabiyyut taubah. Nabiyyur rahmah. (Sumber: Shahih Al-Bukhari, hadits no. 3532; Shahih Muslim, hadits

Keberkahan Amal Ikhlas

Keberkahan Amal Ikhlas

Apabila seorang hamba mengikhlaskan niatnya lalu beramal shalih meskipun sedikit, niscaya Allah Ta’ala akan menerima dan melipatgandakan pahalanya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: لَقَدْ رَأَيْتُ رَجُلًا يَتَقَلَّبُ فِي الجَنَّةِ فِي شَجَرَةٍ قَطَعَهَا مِنْ ظَهْرِ الطَّرِيقِ كَانَتْ تُؤْذِي الْمُسْلِمِينَ وَفِي رِوَايَةٍ مَرَّ رَجُلٌ بِغُصْنِ شَجَرَةٍ عَلَى ظَهْرِ طَرِيقٍ فَقَالَ وَاللّٰهِ لأُنْحِيَنَّ هَذَا عَنِ الْمُسْلِمِينَ لَا يُؤْذِيهِمْ


Apa Itu Ikhlas?

Apa Itu Ikhlas?

Kriteria ikhlas ialah apabila niat dalam beramal hanya karena Allah semata, bukan yang lain. Bukan karena pamer, atau supaya di dengar orang, atau dalam rangka mendekatkan diri kepada seseorang. Jadi, beramal bukan karena menunggu-nunggu pujian orang atau khawatir akan celaan mereka. Apabila niat beramal sudah karena Allah semata dan tidak memperindah amalan karena manusia maka

Sebab-Sebab Masuknya Setan ke dalam Tubuh Manusia

Sebab-Sebab Masuknya Setan ke dalam Tubuh Manusia

Berikut ini diantara sebab setan masuk ke dalam tubuh manusia Pertama: Sebagai Bentuk Ujian dari Allah عزّ و جلّ Allah ta’ala berfirman, كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ Dan Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kalian akan dikembalikan. (Qs. Al-Anbiya’: 35)

Upah Tertinggi, dengan Sebuah Syarat

Upah Tertinggi, dengan Sebuah Syarat

Orang bekerja pasti ingin upah. Yang berbeda, persepsi orang tentang upah itu sendiri. Bagi pekerjaan yang notabene diperuntukkan untuk cari uang, uang itulah yang menjadi upah. Bagi pekerjaan yang notabene diperuntukkan untuk tujuan sosial, kebahagiaan karena telah menolong orang lain itulah yang menjadi upah. Jadi, ada uang, ada kebahagiaan, ada kepuasan, serta berbagai macam hal


Hampir-Hampir Langit Pecah, Bumi Terbelah dan Gunung-Gunung Hancur Karena Perkataan Ini

Hampir-Hampir Langit Pecah, Bumi Terbelah dan Gunung-Gunung Hancur Karena Perkataan Ini

Tahukah anda, perkataan apakah itu? Yaitu perkataan bahwa ‘Allah Yang Maha Pemurah Mempunyai Anak.” Allah berfirman: وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا .لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا .تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الأرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا .أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَدًا . “Dan mereka berkata, ‘Dzat Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. ‘Sesungguhnya kamu telah mendatangkan suatu perkara yang

Apa Arti Tawakkal?

Apa Arti Tawakkal?

Para ulama mendefinisikan bahwa tawakkal adalah benar-benar bersandar kepada Allah dalam hal pemberian manfaat dan menolak keburukan disertai rasa percaya penuh kepada Allah ta’ala dan menjalankan sebab yang dibenarkan syari’at. Benar benar bersandar maksudnya bersandar kepada Allah secara murni, dimana Anda tidak meminta kecuali kepada Allah, tidak memohon pertolongan kecuali kepada Allah, tidak berharap kecuali

Apa Arti Syirik Besar?

Apa Arti Syirik Besar?

Pertanyaan: Apa syirik besar itu? Jawaban: Syirik besar adalah beribadah kepada selain Allah, seperti menyeru atau berdoa kepada selain Allah, mencari keberkahan dari orang yang mati, atau meminta tolong kepada orang yang hidup tapi dia tidak hadir (tidak mendengarnya atau tidak mungkin dilakukan oleh orang yang dimintai pertolongan). Allah berfirman وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ