Aqidah

Apa Bedanya Syirik dan Kufur?

Apa Bedanya Syirik dan Kufur?

Setiap kesyirikan disebut kekufuran. Semua kesyirikan yang bentuknya berdoa kepada selain Allah, istighatsah (mohon pertolongan) kepada selain Allah, dan memberikan bentukibadah kepada selain Allah. Semua ini bisa disebut syirik dan bisa disebut kufur. Karena kekufuran terkadang juga disebut syirik. Seperti orang yang mengingkari kewajiban shalat atau mengatakan bahwa zina itu halal. Mereka ini disebut kafir,

Apa Yang Kalian Sembah?

Apa Yang Kalian Sembah?

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah dalam muqaddimah kitabnya Zaadul Ma’aad fii Hadyi Khairil ‘Ibaad(1), beliau menjelaskan tentang makna dua kalimat syahadat: أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ “Asyhadu an laa ilaaha illallaah” “Aku bersaksi bahwa tiada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah.” Kalimat ini, yang dengannya tegak bumi dan langit, yang dengannya Allah

Bolehkah Mendoakan Orang Fasik?

Bolehkah Mendoakan Orang Fasik?

Pertanyaan: Apakah boleh mendoakan orang fasik yang tidak menunaikan kewajibannya dalam agama Islam? Jawaban: Mendoakan orang fasik agar Allah memberi hidayah baginya, memperbaiki urusannya, ini doa yang disyariatkan. Mendoakan orang fasik, bisa doa yang semakin membantunya untuk melakukan kefasikan atau terus-terusan dalam kebatilan. Doa semacam ini dilarang. Adapun mendoakannya setelah kematiannya, agar dia diberi ampunan


Fakta-Fakta Tentang Malaikat

Fakta-Fakta Tentang Malaikat

Keimanan seorang mukmin terhadap malaikat harus mengandung hal-hal berikut: Beriman terhadap wujud (keberadaan) para malaikat. Beriman terhadap nama-nama malaikat. Beriman terhadap sifat-sifat malaikat. Beriman terhadap amalan-amalan malaikat dan tugas-tugasnya. (Syarh Ushulil Iman: 25-26) Keimanan seseorang kepada malaikat mencakup keimanan terhadap empat unsur diatas, baik keimanan secara mujmal (global) maupun tafshil (terperinci). Wujud Malaikat Termasuk syarat

Untukmu, Agar Jangan Berduka Ketika Sesuatu Luput Darimu

Untukmu, Agar Jangan Berduka Ketika Sesuatu Luput Darimu

”Semua sudah direncanakan, dipersiapkan dan diperhitungkan matang-matang sejak jauh hari sebelumnya. Tidak mungkin meleset. Pasti berhasil!!” *) Besitan seperti itu mungkin ada dalam pikiran kita ketika kita sedang mempersiapkan sesuatu yang sangat berarti dalam hidup kita. Kita sangat memperhitungkan dan mempersiapkan dengan matang. Tapi kadang perhitungan tinggal perhitungan. Rencana tinggal rencana. Takdir berkata lain. Hati

Beda Tipis Kata, Beda Besar Konsekuensinya

Beda Tipis Kata, Beda Besar Konsekuensinya

Bagi kita, terkadang perbedaan pemakaian sebuah kata tidaklah berarti apa-apa. Hanya terlihat tipis perbedaannya. Namun dalam Islam,  antara satu kata dengan kata lainnya bisa memiliki konsekuensi yang demikian berbeda. Yang kita bahas kali ini adalah kata “dan” dan “kemudian“. Seseorang mungkin menganggap biasa perkataan, “Kalau bukan karena Allah dan teman-teman, saya tidak bisa berhasil di pekerjaan ini.” Padahal


Ketika Malaikat Tak Bersayap

Ketika Malaikat Tak Bersayap

Allah ta’ala berfirman di awal surat Faathir tentang Malaikat: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَاعِلِ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۚ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ “Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai

Penjelasan Hadits Jibril

Penjelasan Hadits Jibril

Suatu waktu, malaikat Jibril ‘alaihissalaam menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak dalam bentuk aslinya yang bersayap. Malaikat Jibril menampakkan dirinya dalam wujud manusia, sebagaimana terdapat dalam hadits yang dikenal dengan sebutan hadits Jibril berikut: Dari Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Ketika kami tengah berada di majelis bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada suatu

Anakku, Dengarlah Wasiat Nabimu

Anakku, Dengarlah Wasiat Nabimu

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma dia berkata “Suatu hari saya pernah membonceng di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wa alaihi wa sallam, lalu beliau berkata: “Nak, aku akan mengajarimu beberapa kalimat.” احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ “Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu.” Kerjakan perintah-perintah Allah dan jauhi larangan-larangan-Nya, pasti Allah akan menjagamu di dunia dan akhirat. احْفَظِ اللهَ


Allah Tidak Ridha Dipersekutukan

Allah Tidak Ridha Dipersekutukan

Allah adalah satu-satunya Dzat yang berhak disembah. Allah tidak ridha dipersekutukan dengan sesuatu pun selain-Nya. Dalilnya adalah firman Allah, ِوَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.” (QS. Al-Jin: 18) Dalam ayat ini, Allah melarang untuk

Agar Amal Tak Seperti Debu yang Beterbangan

Agar Amal Tak Seperti Debu yang Beterbangan

Sehubungan dengan ikhlas, Allah telah berfirman dalam Al Quran وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.” (Qs. Al Bayyinah: 5)