Jalan Hidup

Teruntuk Saudaraku yang Sibuk Mencela

Teruntuk Saudaraku yang Sibuk Mencela

Berikut nasehat mendalam dari salah seorang alim di kota Madinah, anggota Haiah Kibaril Ulama KSA. Beliau Syaikh Muhammad bin Mukhtar Asy Syinqithi hafzidzahullah wa ra’ah. وكم من شاب تجده على خير واستقامة في هدايته ، ثم يأتي ويطلب العلم ، ثم فجأة والعياذ بالله لا يجد لعلمه خشوعآ ولا ذلة ولا خضوعا ، ولربما لو

Yang akan Berhasil, Bermanfaat, dan Langgeng

Yang akan Berhasil, Bermanfaat, dan Langgeng

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata, Bila seseorang berusaha mengerjakan sesuatu tanpa (bergantung kepada) pertolongan Allah, dia tak akan mampu menyelesaikannya. Karena “la hawla wa la quwwata illa billah”, tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah. Bila seseorang mengerjakan sesuatu bukan karena Allah, pekerjaan itu tak ‘kan bermanfaat, tidak pula ‘kan langgeng. Sumber: At-Tadmuriyyah, hlm.

Apakah Ada Sahabat Nabi yang Tidak Menikah karena Sibuk Belajar Ilmu Agama?

Apakah Ada Sahabat Nabi yang Tidak Menikah karena Sibuk Belajar Ilmu Agama?

# Fatwa Syaikh Shalih Al-Munajjid Pertanyaan: Apakah ada sahabat Nabi yang tidak menikah karena sibuk belajar ilmu agama? Jawaban: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendorong umatnya untuk menikah; beliau memerintahkan itu, beliau menyemangati. Diriwayatkan oleh Bukhari, no. 5063 dan Muslim, no. 1401; dari Anas radhiyallahu ‘anhu, أَنَّ نَفَرًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَأَلُوا


Siapakah ASWAJA yang Sesungguhnya?

Siapakah ASWAJA yang Sesungguhnya?

ASWAJA akronim dariAhlus Sunnah Wal Jama’ah. Istilah ASWAJA hanya di kenal di masyarakat kita, Indonesia tercinta. Meskipun sebenarnya istilah Ahlusunnah Waljama’ah adalah istilah syar’i yang digunakan para ulama di setiap generasi umat ini dari dulu hingga kini. Namun masyarakat muslim Indonesia lebih mudah melafalkan dengan singkatannya. Siapakah sebenarnya ASWAJA? Setiap orang sah-sah saja mengaku dirinya

Bagaimana Cara Setan Menyesatkan Manusia?

Bagaimana Cara Setan Menyesatkan Manusia?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, “Sesungguhnya setan bermaksud memalingkan manusia dari shirathal mustaqim (jalan yang lurus). Mereka senantiasa menggiring manusia menuju salah satu dari dua jalan: ifrath (berlebih-lebihan), atau tafrith (mengurang-kurangi).” Sumber: Iqtidha’ Shirathil Mustaqim li Mukhalifsti Ashhabil Jahim, hlm. 411. Diterjemahkan oleh Tim Penerjemah WanitaSalihah.Com Artikel WanitaSalihah.Com *** الشيطان قال شيخ الإسلام ابن

Nasihat Syaikh Asy Syinqithy Kepada Para Editor Video/Audio Ceramah

Nasihat Syaikh Asy Syinqithy Kepada Para Editor Video/Audio Ceramah

Bismillahirrahmairrahim, Berikut ini ringkasan nasihat Fadhilatusy Syaikh Muhammad Mukhtar Asy Syinqithiy hafizdahullah tentang fenomena yang meluas dan menyebar terlebih di internet adanya cuplikan-cuplikan video/audio ceramah ilmiyyah, didalamnya disebutkan ayat-ayat Al Qur’an dan hadits-hadist Nabi shallallahu’alaihi wasallam namun diringi backsound musik,  suara rintihan agar terasa sedih, suara acapella dan yang lainnya. Diantara nasehat beliau hafidzahullah :


Ingin Mendengarkan Nasyid? Ini Syaratnya

Ingin Mendengarkan Nasyid? Ini Syaratnya

Oleh Syaikh Dr. Shalih bin Ahmad Al Ghazali Syarat pertama Tentang intonasi. Nasyid yang boleh didengarkan adalah nasyid yang dilagukan secara alamiyah tanpa berlebih-lebihan dan tanpa dibuat-buat. Nasyid dengan ekspresi kegembiraan dan sedikit dilagukan tanpa intonasi yang berlebihan, tanpa dihias-hiasi dengan irama musik yang didendangkan, tanpa intonasi yang mendayu dan memabukkan. Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan,

Manhaj Syaikh Al Albani dalam Mentahdzir

Manhaj Syaikh Al Albani dalam Mentahdzir

Fatwa Syaikh Al Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah Pertanyaan: Jika seseorang meyakini pokok agama (baca: aqidah) sebagaimana pokok agama ahlussunnah, berjalan diatas manhaj mereka dan hal ini diketahui dari pembelaannya terhadap ahlusunnah serta dedikasinya kepada manhaj mereka. Namun terkadang  dari dirinya muncul beberapa kesalahan manhajiyyah. Apakah dia ditahdzir secara person ataukah dengan menjelaskan kesalahannya?

Kebencian Syiah, Hobinya Selalu Menyelisihi Ahlus Sunnah

Kebencian Syiah, Hobinya Selalu Menyelisihi Ahlus Sunnah

Diantara keyakinan kaum Syi’ah adalah selalu menyelisihi Ahlus Sunnah. Mereka menjulukinya al-Amah (orang awam), kebalikannya dari al-Khashshah (orang khusus) sebagai penisbatan ajaran sendiri. Mereka mengklaim bahwa Imam Ja’far ash-Shadiq memerintahakan untuk mengambil riwayat atau pendapat yang menyelisihi Ahlus Sunnah. Hal ini sebagaimana dikemukakan secara tegas oleh Muhsin al-Amin: ”Al-Khashshah adalah julukan yang dinyatakan para pengikut


Ilmu yang Wajib Dipelajari Seorang Muslim

Ilmu yang Wajib Dipelajari Seorang Muslim

Fatwa Al Allamah Shalih Al Fauzan hafidzahullah Pertanyaan: Apa patokan minimal seorang muslim dalam mempelajari fikih dan ilmu (agama) di kehidupn ini? Jawaban: Ilmu ada dua jenis: Ilmu Dharuri (ilmu yang mendesak) yaitu ilmu yang meluruskan agama seorang muslim. Diantara ilmu jenis ini adalah: Ilmu aqidah Ilmu tentang shalat Ilmu tentang zakat Ilmu tentang puasa

Apa Kata Ahlul Bait Tentang Abu Bakar dan Umar

Apa Kata Ahlul Bait Tentang Abu Bakar dan Umar

*Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib yang bergelar Al Baaqir Beliau berkata, ”Telah ijma’ anak cucu Fatimah untuk mengatakan tentang Abu Bakar dan Umar dengan sebaik-baik (sebagus-bagus) perkataan.” (Dibawakan oleh Adz Dzahabi di kitabnya Siyar A’laamin Nubalaa’ 4/406) Beliaupun pernah berkata, ”Sesungguhnya kaum (syi’ah) di Irak mengatakan bahwa mereka mencintai kami

Kupas Tuntas Kronologi Pembunuhan Husain radhiyallahu ‘anhu

Kupas Tuntas Kronologi Pembunuhan Husain radhiyallahu ‘anhu

1. Pembaiatan Yazid dan penolakan al-Husain radhiyallahu ‘anhu untuk membai’atnya serta keluarnya al-Husain dari Makkah menuju Kufah. Yazid di bai’at menjadi khalifah pada tahun 60 H. Umurnya ketika itu 34 tahun. Namun al-Husain dan ‘Abdullah bin az-Zubair radhiyallahu ‘anhuma belum membai’atnya, padahal keduanya berada di Madinah. Ketika keduanya diminta membai’at Yazid, Abdullah bin az-Zubair berkata