Konsultasi Keluarga

Haruskah Suami Memberi Uang Jajan Setiap Bulan untuk Istrinya?

Haruskah Suami Memberi Uang Jajan Setiap Bulan untuk Istrinya?

Fatwa Samahatusy Syaikh’Abdul Aziiz bin Abdullah bin Muhammad Alu Syaikh hafidazhullah (Mufti Aam dan Ketua Haiah Kibaril Ulama Kerajaan Saudi Arabia) Pertanyaan: Bolehkah seorang istri meminta uang bulanan dengan jumlah tertentu kepada suaminya. Dengan alasan karena ia tidak bekerja dan ingin memiliki uang pribadi atau untuk maksud tertentu lainnya. Atau dengan tujuan untuk disumbangkan karena

Bolehkah Istri Menolak Pindah bersama Suaminya karena Istri Ingin Tetap Tinggal di Kota Asalnya?

Bolehkah Istri Menolak Pindah bersama Suaminya karena Istri Ingin Tetap Tinggal di Kota Asalnya?

Pertanyaan: Saya seorang wanita yang sudah berumah tangga selama tiga tahun dan dikaruniai seorang putri, alhamdulillah. Sejak sebelum menikah, saya sudah bekerja sebagai engineer (insinyur) di sebuah perusahaan. Suami saya juga seorang engineer. Sudah setahun ini, suami saya dipindahtugaskan ke kota lain. Alhamdulillah, (dari uang gajinya), kami bisa membayar utang, dan sisanya kami gunakan untuk

6 Syarat Sebelum Nazhar Sang Akhwat

6 Syarat Sebelum Nazhar Sang Akhwat

Nazhar (نظر) atau melihat wanita yang ingin dinikahi hukumnya mustahabbah (dianjurkan). Baca: Anjuran Melihat Wanita yang Ingin Dinikahi Akan tetapi disana ada syarat yang terlebih dahulu harus dipenuhi sebelum memandang si akhwat pilihan hati. Apa saja syaratnya? Berikut penjelesan Al Allamah Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah tentang syarat bolehnya melihat wanita yang akan dilamar yaitu


Batasan Aurat Wanita yang Boleh Dilihat Laki-laki Pelamar

Batasan Aurat Wanita yang Boleh Dilihat Laki-laki Pelamar

Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al Munajjid hafidzahullah Para ulama pakar fiikih berbeda pendapat tentang batasan aurat wanita yang boleh dilihat laki-laki yang ingin melamarnya. Diantara pendapat tersebut: 1. Mayoritas ulama Hanafiyyah,  Malikiyyah dan Syafi’iyyah berpendapat aurat yang boleh dilihat adalah wajah, kedua telapak tangan. Sementara Hanafiyah menambahkan dua telapak kaki. 2. Ulama Hanabilah berpendapat

Anjuran Melihat Wanita yang Ingin Dinikahi

Anjuran Melihat Wanita yang Ingin Dinikahi

Pertanyaan: Apa hukum melihat wanita ajnabiyyah (non mahram) sebelum akad nikah dengan tujuan ingin menikahinya jika ia suka dengan wanita ini. Patut diketahui, pandangan ini bukanlah pandangan syahwat akan tetapi pandangan dengan tujuan pemeriksaan untuk menentukan apakah wanita ini cocok dengan dirinya ataukah tidak. Berilah kami faidah, jazaakumullahu khairan. Jawaban: Melihat wanita dengan maksud untuk

Hafidzah Tapi Kurang Cantik, Haruskah Aku Menikah Dengannya?

Hafidzah Tapi Kurang Cantik, Haruskah Aku Menikah Dengannya?

Fatwa Syaikh Abdul Karim Al-Khudhair Pertanyaan: Saya ingin menikah dan saya diberi rekomendasi seorang wanita penghafal Al Qur’an. Dia berasal dari keluarga baik-baik. Dia satu kwarganegaraan dan memiliki pendidikan yang setara denganku. Namun secara fisik saya tidak tertarik dengannya. Dia tertarik denganku tapi tidak bagi saya. Apakah faktor agama, keluarganya, hubungannya dengan Al-Qur’an serta gaun


Ketika Pernikahan Mulai Berjalan Begitu-Begitu Saja

Ketika Pernikahan Mulai Berjalan Begitu-Begitu Saja

Dalam perjalanan sebuah biduk pernikahan, dengan berlalunya waktu, tak jarang kehidupan terasa menjadi sebuah rutinitas yang begitu-begitu saja. Pulang ke rumah sekedar menjadi  rutinitas bagi suami, tak lagi seperti dulu, rumah selalu menjadi tempat yang dirindukan. Begitu juga dengan istri, kedatangan suami tak lagi menjadi sesuatu yang spesial baginya. Semuanya sekedar menjalankan tugas dan rutinitas.

Mengajukan Syarat dalam Akad Nikah

Mengajukan Syarat dalam Akad Nikah

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du. Mari kita pahami aturan mengajukan syarat dalam pernikahan. Dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِنَّ أَحَقَّ الشُّرُوطِ أَنْ تُوَفَّى مَا اسْتَحْلَلْتُمْ بِهِ الْفُرُوجَ “Sesungguhnya persyaratan yang paling layak untuk dipenuhi adalah persyaratan yang diajukan untuk melanjutkan pernikahan.” (HR. Bukhari, no. 

Mana yang Lebih Baik: Tinggal Serumah dengan Orang Tua untuk Merawat Mereka atau Ngontrak Sendiri?

Mana yang Lebih Baik: Tinggal Serumah dengan Orang Tua untuk Merawat Mereka atau Ngontrak Sendiri?

Nasihat Syaikh Muhammad Al Mukhtar Asy Syinqithi hafidzahullah Pertanyaan: Apakah diperbolehkan jika seseorang ingin menikah lalu tinggal sendiri meninggalkan orang tuanya? Jawaban: Jika memungkinkan seseorang tinggal berdekatan dengan kedua orang tuanya dan dengan dugaan kuat akan selamat dari fitnah maka tidak diragukan lagi, ini yang lebih utama dan lebih pantas. Setiap jam ia bisa melihat


Tips Menjadikan Rumah Penuh Berkah (7): Rutin Membaca Surat Al Baqarah

Tips Menjadikan Rumah Penuh Berkah (7): Rutin Membaca Surat Al Baqarah

Untuk mewujudkan rumah penuh kebaikan dan barakah salah satunya dengan menghilangkan gangguan setan dan mengusir keberadaannya dari dalam rrumah. Karena kita semua tahu, setan adalah musuh yang nyata bagi orang-orang beriman yang mendambakan kebaikan. Adapun setan senantiasa mendambakan seorang insan untuk selalu berkubang dengan dosa dan kemaksiatan. Tips kali ini mengupas keutamaan Surat Al Baqarah

Tips Menjadikan Rumah Penuh Berkah (6): Mengamalkan Doa Masuk dan Keluar Rumah

Tips Menjadikan Rumah Penuh Berkah (6): Mengamalkan Doa Masuk dan Keluar Rumah

Mengamalkan tuntunan Nabi shallallahu’alaihi wasallam yang berkaitan dengan rumah diantara contohnya: 1. Berdoa tatkala masuk rumah Imam Muslim meriwayatkan dalam shahihnya babwasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, إذا دخل الرجل بيته فذكر اسم الله تعالى حين يدخل وحين يطعم، قال الشيطان: لا مبيت لكم ولا عشاء ها هنا، وإن دخل فلم يذكر اسم الله عند دخوله

Tips Menjadikan Rumah Penuh Berkah (5): Pendidikan Rumah Berbasis Keimanan

Tips Menjadikan Rumah Penuh Berkah (5): Pendidikan Rumah Berbasis Keimanan

Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu’anha beliau berkata, “Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam terbiasa shalat malam, ketika telah sampai shalat witir beliau membangunkaku, قُومِي فَأَوْتِرِي يَا عَائِشَةُ “Bangunlah wahai ‘Aisyah, ayo shalat witir.” (HR. Muslim no. 744) Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga memberi nasihat, رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى، وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ، فَإِنْ أَبَتْ، نَضَحَ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ