Didoakan Karena Mengajari Anak Doa Setelah Bersin


Doa Bersin

Anak adalah rezeki dari Allah. Siapa yang pandai mensyukuri nikmat itu, insya Allah akan menuai hasil yang tak terkira. Bersyukur itu mencakup tiga hal: rasa syukur di hati, ucapan syukur di lisan, dan beramal salih menggunakan nikmat tersebut. Tiga hal ini kita upayakan selalu bergandengan.

Salah satu bentuk syukur atas keberadaan anak adalah mendidiknya dengan baik dan benar. Mendidiknya karena Allah, sesuai tuntunan Rasulullah, penuh cinta dari dalam dada.

Mengajarkan doa-doa shahih merupakan aplikasi pendidikan tersebut. Contohnya adalah doa setelah bersin.

إذا عطس أحدكم فليقل الحمد لله وليقل له أخوه أو صاحبه يرحمك الله فإذا قال له يرحمك الله فليقل يهديكم الله ويصلح بالكم

Jika seseorang di antara kalian bersin, ucapkanlah, “Alhamdulillah.”

Lalu saudaranya sesama muslim (yang mendengar ucapan tersebut) hendaklah mengucapkan, “Yarhamukallah (semoga Allah merahmatimu).”

Jika diucapkan “yarhamukallah”, maka hendaklah orang yang bersin itu mengucapkan, “Yahdikumullah wa yushlih baalakum (semoga Allah memberimu hidayah serta memperbaiki keadaan dan urusanmu.” (HR. Bukhari, no. 5870)

Saudariku, bayangkan … berapa kali sekiranya seseorang bersin. Dalam seminggu, dalam sebulan, dalam setahun.

Bila seorang anak telah diajari adab bersin ini, bayangkan berapa kali dia akan mendoakan orang tuanya.

Andai si anak yang bersin, selepas orang tuanya berkata “Yarhamukallah”, si anak akan balas mendoakan orang tuanya, “Yahdikumullah wa yushlih baalakum.” Semoga saja Allah berkenan mengijabah doa yang dipanjatkan si bibir mungil ini: Allah beri hidayah kepada orang tuanya serta memperbaiki keadaan dan urusan mereka.

Andai si orang tua yang bersin, selepas dia berkata “Alhamdulillah”, si anak akan mendoakan orang tuanya, “Yarhamukallah.”

Masya Allah, doa dari seorang anak untuk orang tuanya: semoga Allah menyayangimu. Alangkah indahnya doa itu … Siapa sangka sekiranya doa itu terkabul, lalu si orang tua mendapat kasih sayang dari Allah?

Demikianlah secuil perkara yang mungkin luput dari pandangan kita. Semoga mulai hari ini hingga ajal tiba, ilmu kita terus bertambah dan berbuah amal salih yang diterima di sisi Rabb semesta alam.

Referensi: Shahih Al-Bukhari, Al-Maktabah Asy-Syamilah.
Penulis: Athirah Mustadjab (Ummu Asiyah)
Muraja’ah: Ustadz Ammi Nur Baits

Artikel WanitaSalihah.Com

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *