Fakta-Fakta Tentang Malaikat


Keimanan seorang mukmin terhadap malaikat harus mengandung hal-hal berikut:

  1. Beriman terhadap wujud (keberadaan) para malaikat.
  2. Beriman terhadap nama-nama malaikat.
  3. Beriman terhadap sifat-sifat malaikat.
  4. Beriman terhadap amalan-amalan malaikat dan tugas-tugasnya.

(Syarh Ushulil Iman: 25-26)

Keimanan seseorang kepada malaikat mencakup keimanan terhadap empat unsur diatas, baik keimanan secara mujmal (global) maupun tafshil (terperinci).

Wujud Malaikat

Termasuk syarat sah keimanan seseorang kepada malaikat adalah mengimani wujud (keberadaan) malaikat. Malaikat adalah makhluk yang Allah ciptakan dari cahaya. Wujud mereka benar-benar ada. Tidak sebagaimana keyakinan orang-orang yang sesat. Mereka mengingkari tentang keberadaan malaikat sebagai makhluk (mereka mengingkari jism malaikat). Mereka mengatakan bahwa malaikat hanyalah kiasan dari kekuatan baik yang tersembunyi dalam diri para makhluk. Anggapan seperti ini berarti mereka telah mendustakan Al-Quran, hadits-hadits Nabi yang Shahih, dan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin. Padahal Allah berfirman:

الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ جَاعِلِ الْمَلائِكَةِ رُسُلا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi. Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing ada yang dua, tiga, empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”  (QS. Fathir: 1)

وَلَوْ تَرَى إِذْ يَتَوَفَّى الَّذِينَ كَفَرُوا الْمَلائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ وَذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ

“Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata):”Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar.”  (QS. Al Anfaal:50)

Di dalam Shahih Bukhari juga disebutkan, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: ”Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Dia memanggil Jibril dan berfirman bahwasannya Allah mencintai fulan maka cintailah fulan, dan Jibrilpun mencintainya. Kemudia Jibril pun mengumumkan kepada penghuni langit, bahwasannya Allah mencintai fulan, maka cintailah ia, dan para penghuni langit pun mencintai fulan. Kemudian dikabulkanlah permohonannya di dunia.” (HR. Bukhari)

Dalil-dalil di atas secara gamblang menjelaskan bahwa malaikat itu makhluk yang diciptakan Allah (memiliki jism) dan bukanlah kekuatan maknawi sebagaimana anggapan orang-orang sesat, dan kaum muslimin telah ijma’ berdasarkan dalil-dalil tersebut. (Syarh Ushulil Iman :28-29)

Penamaan Malaikat

Malaikat-malaikat Allah memiliki nama. Kewajiban kita adalah beriman secara global bahwa para malaikat memiliki nama. Kita beriman dengan nama-nama yang secara rinci telah disebutkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Di antara nama-nama malaikat adalah Jibril, Mikail, serta israfil. Kita juga beriman secara global adanya malaikat-malaikat Allah yang tidak kita ketahui namanya. Tidak boleh seseorang menamakan malaikat tanpa ada dalil-dalil yang shahih dari Al-Quran dan As-Sunnah.

Bentuk dan Sifat Malaikat

Kita wajib mengimani sifat malaikat yang Allah dan Rasul-Nya kabarkan kepada kita. Baik itu sifat berupa sifat khalqiyah maupun sifat khuluqiyah. Sifat khalqiyah yaitu sifat berupa bentuk/wujud/fisik malaikat, seperti tentang sifat malaikat Jibril yang disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau pernah melihat malaikat Jibril dalam sifat aslinya yang memiliki enam ratus sayap yang hampir menutupi ufuk. Bentuk para malaikat terkadang berubah dari bentuk aslinya atas ijin Allah. Contohnya adalah Jibril yang datang pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan menyerupai laki-laki yang sangat putih bajunya dan sangat hitam rambutnya.

Kita juga wajib mengimani malaikat yang berupa sifat khuluqiyah, yaitu berupa sifat-sifat kebaikan, seperti yang Allah firmankan :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS, At Tahrim: 6)

لا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ

“Mereka(malaikat-malaikat) tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.” (Qs. Al-Anbiya’: 27)

Malaikat dan Tugasnya

Sebagian malaikat memiliki tugas khusus menyampaikan yang Allah berikan kepada mereka, diantaranya:

  1. Malaikat Jibril memiliki tugas khusus menyampaikan wahyu Allah kepada para Nabi dan Rasul ‘alaihimussalam.
  2. Malaikat Mikail yang bertugas mengatur hujan dan tumbuh-tumbuhan.
  3. Malaikat Israfil yang bertugas meniup sangkakala ketika datang hari kiamat dan saat kebangkitan manusia.
  4. Malaikat maut yang bertugas mencabut nayawa seseorang ketika ajal sudah datang.
  5. Malaikat yang bertugas menjaga surga dan neraka.
  6. Dan malaikat yang berada di sisi kanan dan kiri manusia yang mencatat amal manusia.
  7. Dua malaikat yang mendatangi ketika seseorang sudah di alam kubur, dan bertanya kepadanya tentang siapa Rabb-nya, siapa Nabi-nya, dan apa agamanya.

Inilah diantara beberapa maliakat yang memiliki tugas khusus yang Allah dan Rasul-Nya telah kabarkan kepada kita. Kewajiban kita adalah mengimani hal tersebut. Sementara yang tidak ada perinciannya maka kita beriman secara global tentang tugas-tugas dan amalan para malaikat Allah.

Berapakah Jumlah Malaikat?

Mungkin masih segar dalam pikiran kita, ketika masih duduk di bangku sekolah dasar mendapat penjelasan tentang nama dan tugas malaikat yang 10. Namun, jumlah malaikat tidak terbatas hanya 10. Jumlah mereka sangat banyak, hanya Allah yang mengetahuinya. Allah berfirman:

وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلا هُوَ

“Dan tidak ada yang mengetahui tentara Rabb-mu (yakni malaikat) kecuali Dia sendiri.” (QS. Al-Muddatstsir: 31)

Dalil dari sunnah yang menunjukkan banyaknya bilangan malaikat dan tidak ada yang dapat menghitungnya kecuali Allah adalah sebuah hadits shahih tentang baitul ma’mur, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

”Sesungguhnya baitul ma’mur berada di langit yang ketujuh serentang dengan ka’bah di bumi, setiap hari di kunjungi tiga puluh ribu malaikat, kemudian mereka tidak akan kembali lagi.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalil ini menunjukkan bahwa bilangan malaikat tidak terhitung dan hanya Allah yang mengetahuinya.

Keutamaan Malaikat

Malaikat-malaikat Allah memiliki beberapa keutamaan, antara lain:

  • Allah meng-idhafah-kan (menyandarkan) malaikat kepada Allah dengan idhafathu tasyriif (penyandaran yang menunjukkan kemuliaan), seperti dalam firmannya:

    كَانَ عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ

    “Barang siapa menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh bagi orang-orang kafir.” (QS.Al-Baqarah: 98)

  • Allah menggabungkan antara persaksian para malaikat dengan persaksian Allah, dan shalawat para malaikat dengan shalawat Allah, seperti dalam firmannya,

    شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ وَالْمَلائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

    “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia; yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian). Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (QS. Ali-Imran: 18)

  • Allah mensifati para malaikat dengan mulia dan kemuliaan . Allah berfirman,

    وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا سُبْحَانَهُ بَلْ عِبَادٌ مُكْرَمُونَ

    Dan mereka berkata, “Tuhan Yang Maha Pengasih telah menjadikan (malaikat) sebagai anak.” Mahasuci Dia. Sebenarnya mereka (para malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan.”  (QS. Al-Anbiya’: 26 ).

    Dan masih banyak keutamaan lainnya.

Buah Keimanan Kepada Malaikat

Keimanan seorang mukmin yang benar terhadap malaikat akan membuahkan hal-hal yang bermanfaat yaitu:

  1. Menambah ilmu tentang keagungan, kekuatan, kekuasaan Allah. Karena keagungan makhluq menunjukkan keagungan penciptanya.
  2. Bersyukur kepada Allah terhadap penjagaan-Nya terhadap bani adam, karena diantara malaikat ada yang bertugas menjaga mereka, mencatat amal-amal mereka, serta memberikan maslahat-maslahat lainnya bagi mereka.
  3. Muncul kecintaan kepada malaikat disebabkan ketaatan mereka beribadah kepada Allah.

***

Dikutip dari buku “Jawaban Tiga Pertanyaan Kubur” Syarah Tsalatsatul Ushul, dr. Adika Mianoki, Pustaka Muslim, Yogyakarta.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *