Investasi Sebelum Mati


bekal kematian

Seorang hamba pasti senang tatkala kebaikan demi kebaikan datang kepadanya sedang ia berada di kuburnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan kepada kita bahwa ada empat golongan yang pahala mereka tetap mengalir setelah mereka wafat. Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Empat golongan yang pahala mereka tetap mengalir setelah mati; orang yang mati dalam keadaan ribath fi sabilillah, orang yang mengajarkan sebuah ilmu, maka pahalanya terus mengalir selama ilmu tersebut diamalkan, orang yang sedekah jariyah, maka pahalanya terus mengalir selama sedekah tersebut dimanfaatkan, dan orang yang meninggalkan anak shalih yang mendoakan kebaikan baginya.” (HR. Ahmad)

Alangkah bahagianya mereka, mereka mati namun kebaikan mereka tidak mati bersama mereka, tapi terus mengalir.

Namun alangkah malang nasib orang yang dosanya tidak terkubur bersama jasadnya. Betapa ingin ia untuk kembali ke dunia dan cuci tangan dari setiap dosa yang dahulu diperbuatnya.

amal jariyah

Kira-kira bagaimana nasib para artis yang film dan album maksiat mereka terlanjur direkam dan tersebar luas, sedangkan mereka belum bertaubat dari itu semua. Padahal hingga kini film dan album tersebut terus diputar oleh banyak orang dan menghalangi mereka dari jalan Allah.

Mereka pasti tak tahan dengan tumpukan dosa yang semakin lama semakin menggunung akibat itu semua. Ternyata sebuah film dan lagu cukup fatal akibatnya. Lalu bagaimana kalau sejak kecil ia terlibat dalam dunia tersebut? Bagaimana kalau selama ini ia telah meluncurkan selusin film dan lagu yang kesemuanya laris manis di masyarakat?

Kini mereka menuai buah pahitnya yang berupa dosa mereka plus dosa orang-orang yang ‘menikmati’ karya mereka sepeninggal mereka hingga hari kiamat, laa haula wa laa quwwata illaa billaah! Bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barang siapa mengajarkan suatu kejelekan kemudian diamalkan, maka ia memikul dosanya dan dosa orang-orang yang mengamalkannya sepeninggalnya, tanpa mengurangi dosa mereka (yang mengikutinya) sedikitpun.” (HR. Muslim)

Maka orang yang bahagia ialah yang ketika mati, seluruh dosanya ikut mati bersamanya. Sedangkan orang celaka ialah yang ketika mati, dosa-dosanya tidak ikut mati bersamanya. Celakalah dia! Dia pasti ingin kembali ke dunia untuk mengubur dosa-dosa tersebut, namun apa boleh buat? Semuanya telah terlambat. Allah Ta’ala berfirman,

حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ .لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ

“Hingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata, “Ya Rabbi, kembalikan aku (ke dunia), agar aku beramal shalih terhadap apa yang aku tinggalkan…” (QS. Al-Mukminun: 99-100)

Sungguh ini merupakan pernyataan taubat. Akan tetapi sayang, kesempatan itu telah hilang! Adakah anda hendak bertaubat setelah mati? Kemudian ingin kembali lagi ke dunia untuk memperbaiki kerusakan yang dahulu anda perbuat? Oleh karena itu, jawaban dari harapan tersebut ialah,

كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

“Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan dihadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS. Al-Mukminun: 100)

Ya, sebab perkataan itu baru muncul saat mereka terjepit, andaikata mereka tulus mengatakannnya, niscaya sejak dahulu mereka giat beramal.

Seandainya mereka jujur, mengapa mereka begitu pelit meluangkan waktu walau setengah jam tiap harinya untuk introspeksi diri? Kemudian memperbaiki keimanan dan ketakwaan mereka setelah itu? Sebaliknya mereka begitu dermawan memberikan berjam-jam tiap harinya di depan televisi demi menyimak berita, mengikuti sineteron, telenovela, pertandingan bola dan selusin acara lainnya…??!

Allah ta’ala berfirman,

أَنْ تَقُولَ نَفْسٌ يَا حَسْرَتَا عَلَى مَا فَرَّطْتُ فِي جَنْبِ اللَّهِ وَإِنْ كُنْتُ لَمِنَ السَّاخِرِينَ (٥٦)أَوْ تَقُولَ لَوْ أَنَّ اللَّهَ هَدَانِي لَكُنْتُ مِنَ الْمُتَّقِينَ (٥٧)أَوْ تَقُولَ حِينَ تَرَى الْعَذَابَ لَوْ أَنَّ لِي كَرَّةً فَأَكُونَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ (٥٨)بَلَى قَدْ جَاءَتْكَ آيَاتِي فَكَذَّبْتَ بِهَا وَاسْتَكْبَرْتَ وَكُنْتَ مِنَ الْكَافِرِينَ (٥٩)وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ تَرَى الَّذِينَ كَذَبُوا عَلَى اللَّهِ وُجُوهُهُمْ مُسْوَدَّةٌ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْمُتَكَبِّرِينَ (٦٠)وَيُنَجِّي اللَّهُ الَّذِينَ اتَّقَوْا بِمَفَازَتِهِمْ لا يَمَسُّهُمُ السُّوءُ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ (٦١)

“Supaya jangan ada yang mengatakan, ‘Alangkah ruginya aku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah. Memang aku dahulu termasuk orang yang memperolok (agama Allah). Atau supaya jangan ada yang berkata, “Kalau sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku termasuk orang-orang yang bertakwa.” Atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab, “Kalau sekiranya aku dapat kembali (ke dunia), niscaya aku akan termasuk orang-orang yang berbuat baik.” (Bukan demikian) sebenarnya telah datang ketetapan-ketetapan-Ku kepadamu lalu kamu mendustakannya dan kamu menyomboongkan diri dan kamu adalah termasuk orang-orang yang kafir.” Dan pada hari kiamat kaum akan melihat orang-orang yang berbuat dusta kepada Allah, mukanya menjadi hitam. Bukankah dalam neraka jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri? Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka, mereka tidak akan disentuh oleh azab (nerka) dan tidak pula mereka berduka cita. (QS. Az-Zumar: 56-61)

Sebab itu, usahakanlah agar “angan-angan orang mati” senantiasa hadir dalam benak Anda dan membasahi bibir anda. Insyaallah ini akan sangat membantu Anda untuk memperbanyak amal shalih dan berlomba-lomba di dalamnya, serta memintakan rahmat atas kaum muslimin yang telah wafat.

Jika anda kasihan terhadap mereka yang tiada dan hendak meringankan penderiataan mereka, maka doakanlah mereka dan mohonkan ampun atas dosa-dosanya. Itu hadiah terbaik dari kita yang sangat mereka nantikan.

Dalam sebuah hadits disebutkan,

“Ada orang yang derajatnya diangkat di jannah, lalu ia bertanya, “Bagaimana ini bisa terjadi?” Maka dikatakan kepadanya, “Karena anakmu beristighfar untukmu.” (HR. Ahmad)

Karenanya, ikhlaskan doa Anda untuk mereka yang telah tiada, terutama kedua orang tua. Semoga saja Allah menyiapkan orang-orang yang mengikhlaskan doa mereka untuk Anda setelah anda tiada nanti.

 

doa untuk orang yang su8dah meninggal

 

**

Diambil dari buku Andai si Mati Bisa Bicara “Angan-Angan Mereka yang Telah Tiada” karya Sufyan bin Fuad Baswedan

 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *