Istri Istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Adalah Ibu Kaum Muslimin


istri rasulullah

Istri-istri rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah ibu bagi kaum mukminin dan bukan bagi orang kafir. Oleh karenanya jika seseorang mengku Islam, tidak layak baginya untuk mencela dan melaknat ibu mereka sendiri. Bahkan kita harus menghormati dan memuliakannya.

Allah ta’ala telah berfirman:

“Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka.” (Qs. Al Ahdzab; 6)

Imam Ibnu Jarir berkata, “Mereka adalah ibu umat Islam dalam sisi kehormatannya. Tidak halal bagi seorang muslim pun menikahi salah satu istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meskipun sudah dicerai di masa hidupnya atau Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah meningal. Pernikahan ini haram atas setiap muslim sebagaimana mereka diharamkan menikahi ibunya sendiri.” (Ad Dururul Manshur 21/566).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Umat Islam sepakat atas haramnya menikah dengan mereka setelah wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan wajib menghormati mereka karena mereka adalah ibunya umat Islam dari sisi kehormatan dan bukan dari sisi kemahraman. Oleh karena itu, tidak boleh berkhalwat dengan mereka sebagaimana seseorang berkhalwat dengan salah satu mahram mereka. Dari sinilah maka para istri Nabi berhijab.” (Minhajus Sunnah 4/369)

Oleh karena itu sudah jelas, barang siapa yang mencela istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maka itu adalah bentuk kebiadaban yang sangat nyata. Namun begitulah yang dilakukan Syiah, mereka telah mencela ibunda kaum mukminin.

Diambil dari buku Keutamaan Istri-Istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Mubasysyiroh Al Atsariyah, Maktabah Al Hanif dengan sedikit pengedita dari redaksi

WanitaSalihah.Com

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *