Ketika Malaikat Tak Bersayap


hadits-jibril-islam-iman-ihsan

Allah ta’ala berfirman di awal surat Faathir tentang Malaikat:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَاعِلِ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۚ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”  (QS.Faathir: 1)

Jumlah malaikat pun sangat banyak, tidak ada yang mengetahui kecuali hanya Allah. Ada hadits yang menyatakan, bahwa Baitul Ma’mur di langit yang ke tujuh dimasuki setiap hari oleh 70.000 malaikat. Bila mereka keluar tidak kembali lagi ke situ.

Dari Malik bin Sha’sha’ah; Dalam hadits mi’raj Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda ketika sampai di langit ke tujuh:

فَرُفِعَ لِي البَيْتُ المَعْمُورُ، فَسَأَلْتُ جِبْرِيلَ، فَقَالَ: هَذَا البَيْتُ المَعْمُورُ يُصَلِّي فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ، إِذَا خَرَجُوا لَمْ يَعُودُوا إِلَيْهِ آخِرَ مَا عَلَيْهِمْ

“Kemudian diperlihatkan padaku Al-Bait Al-Ma’muur, lalu aku menanyakannya kepada Jibril dan ia menjawab: Ini adalah Al-Bait Al-Ma’muur, setiap hari 70.000 malaikat shalat di dalamnya, jika mereka keluar maka tidak akan kembali lagi kepadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Anas bin Malik, Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

فَفُتِحَ لَنَا فَإِذَا أَنَا بِإِبْرَاهِيمَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُسْنِدًا ظَهْرَهُ إِلَى الْبَيْتِ الْمَعْمُورِ، وَإِذَا هُوَ يَدْخُلُهُ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ لَا يَعُودُونَ إِلَيْهِ

“Kemudian pintu dibukakan untuk kami, kemudian aku bertemu dengan Ibrahim  ‘alaihissalaam sedang menyandarkan punggungnya ke Al-Bait Al-Ma’muur, tempat itu setiap hari dimasuki 70.000 malaikat dan mereka tidak kembali lagi.” (HR. Muslim)

Ali bin Abi Thalib radiyallahu ‘anhu ditanya tentang Al-Bait Al-Ma’muur, beliau menjawab:

بَيْتٌ فِي السَّمَاءِ يُقَالُ لَهُ الضَّرَّاحُ وَهُوَ بِحِيَالِ الْكَعْبَةِ مِنْ فَوْقِهَا، حُرْمَتُهُ فِي السَّمَاءِ كَحُرْمَةِ الْبَيْتِ فِي الْأَرْضِ يُصَلِّي فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعُونَ أَلْفًا مِنَ الْمَلَائِكَةِ لَا يَعُودُونَ فِيهِ أَبَدًا

شعب الإيمان للبيهقي

“Suatu rumah di langit yang dinamai “Adh-Dharrah” ia selurus dengan ka’bah dari atas, keharamannya (kehormatan) di langit sama seperti keharaman Al-Bait (Ka’bah) yang di bumi, di dalamnya shalat setiap hari 70.000 malaikat dan tidak akan kembali lagi selama-lamanya.” (Syu’ab Al-Iman Al-Baihaqiy)

Suatu waktu, malaikat Jibril ‘alaihissalaam menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak dalam bentuk aslinya yang bersayap. Malaikat menampakkan dirinya dalam wujud manusia, sebagaimana terdapat dalam hadits Jibril berikut:

Dari Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

Ketika kami tengah berada di majelis bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada suatu hari, tiba-tiba tampak dihadapan kami seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih, berambut sangat hitam, tidak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan jauh dan tidak seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Lalu ia duduk di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan menyandarkan lututnya pada lutut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan meletakkan tangannya di atas paha Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, selanjutnya ia berkata,

“Hai Muhammad, beritahu kepadaku tentang Islam” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Islam itu engkau bersaksi bahwa sesungguhnya tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad itu utusan Allah, engkau mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan dan mengerjakan ibadah haji ke Baitullah jika engkau melakukannya.” Orang itu berkata, “Engkau benar” kamipun heran, ia bertanya lalu membenarkannya.

Orang itu berkata lagi, “Beritahu kepadaku tentang Iman” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Engkau beriman kepada Allah, kepada para Malaikat-Nya kitab-kitab-Nya, kepada utusan-utusan-Nya, kepada hari Kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk” orang tadi berkata, “Engkau benar”.

Orang itu berkata lagi, “Beritahukan kepadaku tentang Ihsan” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihatnya, sesungguhnya Dia pasti melihatmu.”

Orang itu berkata lagi, “Beritahukan kepadaku tentang Kiamat” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Orang yang ditanya itu tidak lebih tahu dari yang bertanya.”

Selanjutnya orang itu berkata lagi, “Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab. “Jika budak perempuan telah melahirkan tuannya, jika engkau melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, tidak berbaju, miskin dan pengembala kambing berlomba-lomba mendirikan bangunan.”

Kemudian pergilah ia, tapi aku masih tercengang cukup lama. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadaku, “Wahai Umar, tahukah engkau siapa yang bertanya itu?” Saya menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Ia adalah Jibril, dia datang untuk mengajarkan kepada kalian tentang agama kalian” (HR.Muslim)

Penjelasan hadits ini silahkan dibaca pada artikel Penjelasan Hadits Jibril

***

WanitaSalihah.com
Sumber rujukan :
Jawaban 3 Pertanyaan Kubur [Syarah Tsalatsatul Usul], dr.Adika Mianoki, Penerbit Putaka Muslim
Syarah Arbain An-Nawawi , Penyusun Sayyid bin Ibrahim al-Huwaithi, Penerbit Darul Haq, Jakarta

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *