Ketika Tidur Lebih Lezat Daripada Shalat Subuh


Mungkin saja itulah kita…
Lebih memilih tidur diatas kasur daripada bergegas mengambil air wudhu…
Mungkin saja itulah kita…
Lebih memilih mematikan jam weker lalu menarik kembali kain selimut…
Mungkin saja itulah kita…
Lebih memilih terlelap sementara suara nyaring adzan kita anggap meninabobokan diri diatas bantal dan guling…
Mungkin saja itulah kita…
Lebih bersemangat bangun untuk pekerjaan daripada untuk mengerjakan shalat shubuh…

Rasulullahshallallahu’alaihi wasallam bersabda,

أثقل الصَّلاة على المنافقين: صلاة العشاء وصلاة الفجر، ولو يعلمون ما فيهما؛ لأتوهما ولو حبوًا

Shalat paling berat bagi orang munafiq adalah shalat Isya’ dan shalat Shubuh. Kalau seandainya mereka tahu apa yang ada pada keduanya, pasti mereka akan mendatanginya walaupun harus dengan merangkak.” (HR. Bukhari No. 657 dan  Muslim No.651)

Syaikh Ibnu Baz rahimahullahtatkala beliau ditanya tentang seorang yang lebih giat bangun untuk pekerjaan namun bermlas-malasan ketika baagun untuk shalat shubuh. Nasehat beliau,

نعوذ بالله من ذلك يقوم الشخص لحاجته الدنيوية ولحق المخلوق ولا يقوم لحق الله تعالى

“Kita berlindung kepada Allah dari perbuatan ini. Seseorang beranjak memenuhi  kebutuhan dunianya dan memenuhi hak-hak makhluk namun dia tidak memenuhi hak Allah Ta’ala..” (Mamu’Fatawa,  29/179)

Pada kesempatan lain beliau mengatakan,

يـجـب الحذر من ظاهرة التثاقل عن صلاة الفجر في المساجد جماعة،
وهي عادة خطيرة لأنها من صفات المنافقين، كما أخبر بذلك النبي عليه الصلاة والسلام

“Wajib berhati-hati dari fenomena “merasa berat” menjalankan shalat shubuh berjamaah di masjid (jika laki-lak-pen). Ini adalan kebiasaan yang berbahaya karena termasuk sifat-sifat kaum munafiq. Sebagaimana yang dikhabarkan Nabi shallallahu’alaihi wasallam.” (Majmu’ Fatawa,  12/11)

Adapun sebab yang bisa membantu untuk giat menunaikan shalat shubuh dengan ijin Allah:
1. Tidur diawal waktu
2. Mencocokkan jam sesuai waktunya sehingga bisa mendirikan shalat shubuh tepat waktu.
3. Bersungguh-sungguh meminta taufiq dan pertolongan kepada Allah
4. Mengamalkan dzikir-dzikir syar’i ketika tidur.
Dengan cara ini Allah akan beri dia taufiq insyaallah untuk menunaikan shalat tepat waktu secara berjamaa’ah di masjid (jika laki-laki). (Majmu’ Fatawa, 8/276)

****
Disusun oleh Tim Penerjemah Wanitasalihah.Com
Artikel wanitasalihah.com

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *