Khamr: Induk Perbuatan Tercela


Dari Abdullah bin Amr bin Al Ash beliau berkata, “Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

الْخَمْرُ أُمُّ الْخَبَائِثِ، فَمَنْ شَرِبَهَا لَمْ تُقْبَلْ مِنْهُ صَلاتُهُ أَرْبَعِينَ يَوْمًا،
فَإِنْ مَاتَ وَهِيَ فِي بَطْنِهِ مَاتَ مَيْتَةً جَاهِلِيَّةً

Khamr adalah induk perbuatan-perbuatan tercela.  Barangsiapa meminumnya,  tidak akan diterima shalatnya selam 40 hari. Jika ia mati sementara khamr berada di perutnya niscaya ia mati dengan kematian jahiliyah.'” (HR. Ath Thabrani No. 3810 dalam Al Ausath dinilai hasan oleh al Albani dalam as Silsilah Ash Shahihah, 4/469)

Suatu ketika Utsman bin ‘Affan radhiyallahu’anhu sedang berdiri menyampaikan khutbah,
“Wahai para manusia! Waspadalah terhadap arak (khamr) karena sesungguhnya minum arak merupakan induk segala perbuatan tercela. Sungguh pernah terjadi pada seorang laik-laki sebelum kalian dari kalangan ahli ibadah. Ia sering kali datang ke masjid. Suatu ketika ia bertemu dengan seorang perempuan yang busuk.
Perempuan itu memerintahkan kepada pembantunya agar mempersilakan lelaki tersebut masuk kedalam rumah. Kemudian pintunya dikunci.
Di sisi perempuan tersebut terdapat arak dan seorang bayi. Lantas perempuan tersebut berkata,
“Kamu tidak bisa lepas dari saya sebelum kamu minum segelas arak ini, atau engkau berzina denganku, atau engkau membunuh bayi ini. Jika kamu tidak mau, maka saya akan berteriak dan saya katakan bahwa kamu ini memasuki rumahku. Siapa yang akan percaya kepadamu?”
Lelaki tersebut berkata, “Saya tidak mau melakukan perbuatan keji ataupun membunuh jiwa seseorang.”
Akhirnya, ia minum segelas arak. Demi Allah ia menjadi mabuk sehingga ia pun berbuat zina dengan perempuan tersebut dan membunuh si bayi. Selanjutnya Utsman radhiyallahu’anhu berpesan,

Jauhilah minum arak, karena minum arak merupakan induk segala perbuatan tercela. Demi Allah, sungguh, iman dan arak tidak akan bersatu didalam hati seseorang melainkan hampir pasti salah satu diantaranya melenyapkan yang lain.

****
Sumber: HIBURAN ORANG-ORANG SHALIH 101 Kisah Segar, Nyata dan Penuh Hikmah (Judul Asli: مئة قصة و قصة في أنيس الصالحين و سمير المتقين) – Muhammad Amin Al-Jundi. Pustaka Arafah. Solo 2011 dengan sedikit tambahan oleh redaksi wanitasalihah.com

Artikel wanitasalihah.com

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *