Kisah Fudhail bin Iyadh ketika Berusia 80 Tahun


fudhail bin iyadh 80 tahun

Diriwayatkan dari Sa’d bin Zanbur; ia menuturkan, “Kami pernah berada di depan pintu Fudhail bin Iyadh. Kami meminta izin untuk masuk, namun beliau tidak mengizinkan. Lalu dikatakan kepada kami bahwa beliau tidak akan keluar kepada mereka kecuali setelah mendengar (bacaan) Al-Quran dari mereka. Sementara bersama kami ada seorang muazin yang memiliki suara yang keras. Kami katakan kepadanya, ‘Bacalah …

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.’ (QS. At-Takatsur: 1)’

Ia keraskan bacaannya, lalu Fudhail pun menangis. Air matanya telah membasahi jenggotnya. Padanya terdapat selembar kain untuk menghapus air matanya. Kemudian dia bersyair,

Usiaku mencapai delapan puluh tahun
Dan aku telah mengarunginya.

Lalu apa sesungguhnya
Yang aku angan-angankan dan aku nanti?

Usia delapan puluh tahun telah menghampiriku
Semenjak aku dilahirkan.

Lalu setelah lewat delapan puluh tahun,
Apa yang sesungguhnya sedang dinanti?

Tak lama kemudian, Ali bi Khasyram bersama kamu. Lalu ia membubuhi bait tersebut, seraya mengatakan,

Puluhan tahun menjadi sebab sakitku
Dan menajdi semakin melemah.

Telah meremukkan tulang-tulangku
Dan membutakan penglihatanku.

(Siyar A’lam An-Nubala, 8:444)

*

Disalin dari buku Air Mata Iman (terj.) karya Abdullah bin Ibrahim Al-Haidan, Cetakan Pertama, Shafar 1427 H/ April 2006, Penerbit Qaulan Karima, Purwokerto.

Dengan pengeditan dari Redaksi WanitaSalihah.Com

Artikel WanitaSalihah.Com

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *