Kisah Nabi Yusya’ bin Nun: Nabi yang Menahan Matahari


matahari nabi yusya

Setelah kematian Musa ‘alaihissalam dan Harun ‘alaihissalam, Allah memilih Yusya’ bin Nun ‘alaihissalam untuk meneruskan dakwah di kalangan Bani Israil.

Membuka Baitul Maqdis

Yusya’ bin Nun ‘alaihissalam membawa pasukan menuju Baitul Maqdis. Selama perjalanan menuju ke Baitul Maqdis, Yusya’ bin Nun ‘alaihissalam banyak menundukkan raja-raja Syam yang kafir. Dalam setiap pertempuran, Yusya’ bin Nun ‘alaihissalam dengan izin Allah Ta’ala selalu menang dengan gemilang.

Tatkala mendekati Baitul Maqdis, matahari sudah hampir terbenam. Hari itu adalah hari Jumat. Jika matahari terbenam, Yusya’ bin Nun ‘alaihisssalam tidak akan bisa meneruskan perang untuk dapat membuka Baitul maqdis. Dalam ajaran Taurat mereka dilarang berpeang pada hari Sabtu karena hari Sabtu adalah hari raya bagi Bani Israil.

“Matahari, engkau adalah makhluk yang mendapat perintah dari Allah. Aku pun juga makhluk yang diperintah oleh Allah,” ucap Nabi Yusya’. Kemudian, beliau melanjutkan, “Ya Allah, tahanlah sebentar matahari ini,” doa Nabi Yusya’ ‘alaihissalam.

Allah Ta’ala selalu mengabulkan doa hamba-Nya yang berdoa kepadanya. Oleh karena itu, Allah Ta’ala menahan agar matahari tidak terbenam, sehingga Yusya’ bin Nun ‘alaihissalam bisa meneruskan perang dan akhirnya berhasil menaklukkan Baitul Maqdis.

Kematian Yusya’ bin Nun

Setelah Bani Israil menguasai Baitul Maqdis, Bani Israil menjadi pemimpin di kota tersebut. Nabi Yusya’ bin Nun ‘alaihissalam hidup di tengah-tengah mereka sampai Allah Ta’ala menjemput nyawanya. Ketika berumur 127 tahun, Yusya’ bin Nun ‘alaihissalam meninggal dunia.

*

Disalin dari buku Kisah Para Nabi dan Rosul untuk Anak-Anak, karya Ummu ‘Abdillah Aisyah bintu Muhammad Al-Baly, penerbit Pustaka Humairo’.

Dipublikasikan ulang oleh WanitaSalihah.Com, dengan pengeditan bahasa.

Artikel WanitaSalihah.Com

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *