Membuka Jilbab Di depan Menantu Laki-laki, Bolehkah?


gerbang ramadhan

Fatwa Syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin rahimahullah


Pertanyaan:

Apa hukum seorang ibu membuka jilbabnya di hadapan menantu laki-lakinya?


Jawaban:

Diperbolehkan bagi seorang ibu (dari pihak istri) membuka jilbabnya di hadapan menantu laki-lakinya. Akan tetapi hukumnya bukan wajib. Bedakanlah antara “boleh” dengan”wajib. Jika dia seorang wanita pemalu lalu menutup wajahnya karena merasa malu (kepada menantunya) maka perbuatan ini tidaklah dibeci secara syariat dan tidaklah mengapa dilakukan. (Silsilah AlbLiqa’ Asy Syahri 11)

Sumber: Tathbiiq Fatawa Ibn Utsaimin Lianduruwid
Diterjemahkan oleh Tim Penerjemah Wanitasalihah.com
Simak versi audio berikut:

السؤال:

ما حكم احتجاب أم الزوجة عن زوج ابنتها؟

الجواب:

أم الزوجة حلالٌ لها أن تكشف لزوج ابنتها، لكن ليس واجباً عليها أن تكشف، وفرق بين أن نقول: حلال. وبين أن نقول: واجب، فإذا كانت امرأة خجولاً، وغطت وجهها حياءً وخجلاً لا كرهاً للشرع فلا حرج عليها.

Related Post

2 comments
  1. sugiarti

    8 November , 2015 at 8:49 pm

    بسم اللّه
    السلام عليكم ورحمةاللّه وبركاته
    Ustadzah,maaf saya mau tanya Bagaimana membayar kafarot orang yg berpuasa nadzar tetapi belum sempat mlkukan puasa nadzar…kjdiannya sdh lama bget.dlu wktu mau kelulusan sekolah SMA ana bernadzar klo lulus ingin puasa slma 3 hri berturut2.qodarulloh ana hnya puasa 2 hri…tpi puasa ini sbnrya bukan niat dri hati ana sdry..dlu ikut2 an temen gtu. gmn cara menebus nya,,

    Apakah dg berpuasa sesuai nadzar yg dlu ana ucapkan,atau dg memberi makan kpda fakir miskin atau gmn yaaah….

    Mohon nasehat&pencerahannya,ustadzah
    Jazakillohu khairan

    Reply
    • WanitaSalihah.Com

      9 November , 2015 at 11:01 am

      @Sugiarti

      وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

      Para ulama berbeda-beda pendapat tentang hukum orang yang mengakhirkan puasa nadzar dari waktu yang telah ia tentukan. Pendapat yang kuat mengatakan dia wajib qadha dan tidak ada kewajiban bayar kaffarah. Ini merupakan pendapat Malikiyyah dan Syafi’iyyah. Jika dia mengakhirkan puasa nadzar tersebut karena udzur seperti safar atau sakit maka tidak ada dosa baginya. Sebaliknya jika tidak ada udzur maka baginya dosa.

      Kesimpulannya: Silakan Ukhti ganti puasa satu hari yang terlewatkan tersebut lalu bertaubat kepada Allah. إن الله غفور رحيم

      Allahua’lam.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *