Mengapa Hanya Maryam dalam Al-Quran?


Mengapa hanya maryam dalam al-quran

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du ….

Satu-satunya wanita yang namanya disebutkan dalam Al-Quran adalah Maryam biniu Imran radhiyallahu ‘anha. Bahkan namanya menjadi nama salah satu surat dalam Al-Quran.

Beliau juga menjadi wanita yang Allah putihkan kehormatannya dalam Al-Quran,

وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرَانَ الَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهِ مِنْ رُوحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمَاتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهِ وَكَانَتْ مِنَ الْقَانِتِينَ

(Ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan Dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-Kitab-Nya, dan Dia termasuk orang-orang yang taat.” (QS. At-Tahrim:12)

Rahasia di balik penyebutan nama Maryam

Mari kita simak keterangan Al-Qurthubi,

لم يذكر الله عز وجل امرأة وسماها باسمها في كتابه إلا مريم ابنة عمران، فإنه ذكر اسمها في نحو من ثلاثين موضعاً، لحكمة ذكرها بعض الأشياخ، فإن الملوك والأشراف لا يذكرون حرائرهم في الملأ، ولا يبتذلون أسماءهن، بل يكنون عن الزوجة بالعرس والأهل والعيال ونحو ذلك، فإن ذكروا الإماء لم يكنوا عنهن ولم يصونوا أسماءهن عن الذكر والتصريح بها، فلما قالت النصارى في مريم ما قالت وفي ابنها، صرح الله باسمها، ولم يُكنِّ عنها بالأموَّة والعبودية التي هي صفة لها، وأجرى الكلام على عادة العرب في ذكر إمائها

Allah tidak menyebutkan nama seorangpun wanita dalam kitab-Nya selain Maryam binti Imran. Allah menyebutkan namanya sekitar 30 kali. Ini mengandung hikmah sebagaimana yang disebutkan para ulama.

”Bahwa para raja dan orang-orang terpandang tidak pernah menyebutkan nama istrinya di depan rakyat, tidak pula mempopulerkan nama mereka. Akan tetapi, mereka menyebut istrinya dengan ungkapan pasangan, ibu, keluarga raja, dan lain-lain.

Namun ketika mereka bersikap terhadap budak, mereka tidak merahasiakannya dan tidak menyembunyikan namanya. Ketika orang nasrani mengatakan bahwa Maryam istri tuhan dan Isa anak tuhan, maka Allah terang-terangan menyebut nama Maryam. Tidak Allah sembunyikan dengan sebutan ‘budak Allah’ atau ‘hamba Allah’, yang merupakan sifat asli Maryam. Allah jadikan hal ini sebagai kebiasaan masyarakat Arab dalam menyebutkan budaknya.” (Tafsir Al-Qurthubi, 6:21)

Az-Zarkasyi menambahkan,

ومع هذا فإن عيسى لا أب له، واعتقاد هذا واجب، فإذا تكرر ذكره منسوباً إلى الأم استشعرت القلوب ما يجب عليها اعتقاده من نفي الأب عنه، وتنزيه الأم الطاهرة عن مقالة اليهود لعنهم الله

“Sesungguhnya Isa terlahir tanpa bapak. Ini keyakinan yang wajib kita miliki. Ketika keterangan nasabnya ke ibunya disebutkan berulang-ulang, maka akan muncul perasaan dalam hati, berupa keyakinan bahwa beliau tidak memiliki bapak. Serta memutihkan nama baik ibunya sang wanita suci, dari perkataan kotor orang Yahudi – semoga Allah melaknat mereka.” (Al-Burhan fi Ulum Al-Quran, 1:163)

Kehormatan wanita, ketika dia tersimpan

Mulai mengubah paradigma … wanita semakin disimpan, semakin terhormat. Semakin terjaga, semakin terhormat. Yang berarti, kehormatan pula bagi suaminya.

Kita bisa membaca ratusan biografi ulama. Sangat jarang sekali disebutkan siapa nama istrinya, siapa nama putri-putrinya.

#stop pamer istri

***

Penyusun: Ustadz Ammi Nur Baits

Artikel muslimah.or.id

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *