Mengenal Hakikat Kasmaran


Mabuk cinta atau kasmaran dalam bahasa arab disebut Al Isyq.

Ibnu Faris rahimahullah berkata “ Kata Isyq berasal dari kata Asyaqa yang bermakna rasa cinta yang melebihi ambang batas. (Maqabisul Lughah, 4/321)

Ibnu Manzdur rahimahullah berkata, “Isyq adalah rasa cinta yang berlebihan. Yaitu kekaguman seseorang terhadap orang yang dicintainya dengan setengah mati (cinta buta) yang bisa membawanya kepada kemaksiatan.(Lisanul Arab, 10/251)

Kata Al ‘Asyaq dan Al Asaq mengandung makna yang sama yaitu selalu ingin berdekatan dan tidak mau berpisah jauh.
Oleh karena itu, seseorang yang terbuai cinta disebut sebagai ‘aasyiqun karena ia selalu dibuai hawa nafsunya. (Lisanul’Arab, 10/252)

Apa beda Al Hubb denga Al Isyq?

Ibnu Mandzur berkata, “Abul Abbas Ahmad bin Yahya pernah ditanya tentang kata Al Hubb dan Al Isyq. Manakah diantara kedunya yang lebih terpuji? Beliau menjawab, “ Kata Al hubb (yang lebih terpuji). Karena Al Isyq berkonotasi buruk. Seorang yang dilanda kasamaran disebut ‘aasyiqun karena ia akan layu tak berdaya disebabkan rasa cintanya yang terlalu besar sebagaimana akan layunya pohon ‘Asyaqah atau pohon Lablab (sejenis tumbuhan yang merambat) apabila dipotong dahannya.

Pohon Lablab adalah sebuah pohon yang menghijau kemudian mengering dan menguning. (Lisanul arab, 10/252)

Apa Kata mereka Tentang Mabuk Cinta?

Plato berkata, “Al Isyq adalah aktivitas jiwa yang sedang kosong.” (Raudhatul Muhibbin, hal. 153)

Aristoteles berkata, “Al Isyq adalah kebodohan yang menyerang hati yang hampa yang tidak mempunyai kesibukan, baik dengan berdagang atau dengan berkarya.” (Raudhatul Muhibbin, hal. 154)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan, “ Al Isyq adalah rusaknya pandangan, khayalan dan pengetahuan. Karena orang yang sedang kasmaran akan mengkhayalkan kekasihnya dengan khayalan yang berbeda dengan keadaan sebenarnya sehingga pada akhirnya ia terjangkiti virus mabuk cinta.(Jami’ur rasail, 2/243)

Beliau rahimahullah juga berkata, “Mabuk cita adalah rasa cinta yang berlebihan sehinga keluar dari batas kewajaran. Apabila berlebihan dalam hal cinta maka pelakunya akan tercela, rusak dan bisa merusak hati dan tubuhnya. ( Jami’ur rasail, 2/242)

Siapakah yang Akan Terjangkiti Virus Kasmaran?

Virus kasmaran tidak akan lepas dari empat bentuk:

  • 1. Perasaan cinta kaum pria kepada kaum wanita. Jenis cinta inilah yang umumnya terjadi dan paling banyak terjadi. Bahkan apabila kata cinta diucapkan maka persepsi orang akan langsung tertuju kepada jenis yang pertama ini.
  • 2. Perasaan cinta kaum wanita kepada kaum pria . Jenis ini bisa saja terjadi, akan tetapi tidak seperti jenis yang pertama karena karakter wanita adalah pemalu.
  • 3. Perasaan cinta kaum pria kepada kaum pria (homoseksual). Cinta jenis ini merupakan penyimpangan yang banyak terjadi. Seperti seorang laki-laki tergila-gila dengan anak remaja yang tampan.
  • 4. Perasaan cinta kaum wanita kepada kaum wanita (lesbian). Cinta jenis ini tidak pernah dikenal pada jaman dahulu, kecuali hanya beberapa kasus saja. Akan tetapi penyakit ini menjadi wabah yang menyebar akhir-akhir ini Na’udzubillah mindzalik.
  • -Bersambung Insyaallah

    Semoga Allah Azza wa Jalla menjaga kesucian hati kita dari kotoran dan penyakit hati dengan kedok “cinta”.

    ***

    Disalin dengan pengeditan seperlunya dari buku “Cinta Buta” (terjemahan), Syaikh Muhammad Bin Ibrahim Al Hamd. Penerbit Darus Sunnah, Jakarta Timur.
    Artikel Wanitasalihah.com

    Related Post

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *