Nasehat Sahabat Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu


Nasehat

Ibnu Mas’ud pernah berkata: “Ada tiga perkara, aku bersumpah atas (kebenaran)nya, dan yang keempat bila aku bersumpah atasnya sungguh aku akan buktikan kebenarannya:

Allah tidak menyamakan orang yang berjuang untuk Islam dengan orang yang tidak memiliki saham apapun. Dan tidaklah seorang hamba mengambil sesembahan selain Allah kecuali urusannya akan diserahkan kepada makhluk lainnya di hari kiamat. Serta tidaklah seseorang cinta kepada satu kaum kecuali ia akan datang (di hari kiamat) bersama mereka. Adapun yang keempat, bila akau bersumpah atasnya niscaya aku akan buktikan kebenarannya: Tidaklah Allah menyembunyikan aib seorang hamba di dunia kecuali akan disembunyikan pula pada hari kiamat.” (Abu Nuaim meriwayatkan dalam Al – Hilya jilid 1, hlm.138)

Dari Mundzir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: ”Telah datang sekelompok orang Dahhaq kepada Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Manusia yang ada pada saat itu terkagum-kagum meyaksikan kuatan otot leher orang-orang Dahhaq itu berikut kesehatannya. Mundzir radhiyallahu ‘anhu berkata, lalu Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:’Sesungguhnya kalian melihat orang-orang kafir sebagai manusia yang paling sehat fisiknya tapi paling sakit hatinya. Lalu setelah itu kalian bertemu dengan orang mukmin dan mendapatkan sebagai orang yang paling sehat hatinya tapi paling buruk kesehatan fisiknya. Demi Allah, jika hati-hati kalian sakit -meski fisk kalian sehat- maka kalian dihadapan Allah lebih hina di banding gombal’.” (Abu Nuaim meriwayatkan dalam Al-Hilya jilid 1, hlm.135)

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah berkata: “Janganlah sekali-kali kalian mengajarkan agama kalian kepada seseorang dengan cara taqlid, bila ingin beriman maka berimanlah ia, bila ingin kafir maka kafirlah ia. Dan bila kalian ingin memperoleh keteladanan maka contohlah orang mati, karena orang hidup tidak terbebas dari fitnah.” (Abu Nuaim mencatat dalam Al-Hilya jilid 1, hlm.136)

Dikutip dari Taushiyah Ruhiyah Sahabat, Pustakaa Imani, Jakarta, Terbit tahun 1995.

Artikel WanitaSalihah.Com

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *