Nasihat Menyambut Bulan Ramadhan


nasehat ramadhan

Pertanyaan:
Wahai Syaikh yang mulia, apa nasihat Anda untuk kaum muslimin dalam menyambut datangnya bulan yang mulia ini?

Jawaban:
Nasihatku untuk semua kaum muslimin, hendaknya bertakwa kepada Allah Jalla wa ‘Ala, menyambut datangnya bulan yang agung ini dengan taubat yang sungguh-sungguh dari seluruh dosa, hendaknya mereka memperdalam ilmu agama, serta mempelajari hukum-hukum puasa dan shalat terawih.
Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

من يرد الله به خيراً يفقهه في الدين

“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan, maka Allah akan fahamkan dia tentang agama.”(HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

إذا دخل رمضان فتحت أبواب الجنة، وغلقت أبواب النار، وسلسلت الشياطين

“Apabila bulan Ramadhan tiba, maka pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup, serta setan-setan dirantai.”(HR. Bukhari no. 3277 dan Muslim no. 1079)

Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

إذا كان أول ليلة من رمضان فتحت أبواب الجنة وغلقت أبواب جهنم وصفدت الشياطين ويناد منادٍ: يا باغي الخير أقبل، ويا باغي الشر أقصر، ولله عتقاء من النار وذلك في كل ليلة

“Jika malam pertama bulan Ramadan sudah tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Kemudian malaikat menyeru, “Wahai para pencari kebaikan, menghadaplah (kepada Allah dengan memperbanyak ketaatan)! Wahai para pelaku keburukan, berhentilah! Sesungguhnya Allah memiliki banyak hamba yang dibebaskan dari siksa api neraka. Itu terjadi setiap malam (bulan Ramadan).” (HR. At-Tirmidzi no. 682 dan Ibnu Majah jo. 1642)

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أتاكم شهر رمضان شهر بركة يغشاكم الله فيه فينزل الرحمة ويحط الخطايا ويستجيب الدعاء فأروا الله من أنفسكم خيراً فإن الشقي من حرم فيه رحمة الله

“Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah meliputi kalian dengan rahmat-Nya, menurunkan rahmat-Nya, menghapuskan kesalahan-kesalahan kalian, dan mengabulkan doa maka perlihatkanlah kepada Allah kebaikan dari diri-diri kalian, sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang diharamkan padanya rahmat Allah.” (HR. At-Tirmidzi no. 1490)

Makna أروا الله من أنفسكم خيرا “Perlihatkan kebaikan diri kalian kepada Allah” adalah “Bersegeralah kalian melakukan amal kebajikan, bergegaslah menjalankan ketaatan dan jauhilah perbuatan tercela.”

Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من صام رمضان إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه، ومن قام رمضان إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه، ومن قام ليلة القدر إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه.

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni. Barangsiapa mengerjakan qiyam ramadhan (yaitu: shalat tarawih) karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni. Dan barangsiapa mendirikan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901 dan Muslim no. 760)

Rasulullaah shallaallaahu’alaihi wa sallam bersabda,

كل عمل ابن آدم له الحسنة بعشر أمثالها إلى سبعمائة ضعف إلا الصيام فإنه لي وأنا أجزي به، ترك شهوته وطعامه وشرابه من اجلي للصائم فرحتان فرحة عند فطره وفرحة عند لقاء ربه، ولخلوف فم الصائم أطيب عند الله من ريح المسك


“Allah Jalla wa ‘alaa berfirman,
‘Seluruh amalan kebaikan Bani Adam akan dilipatgandakan sepuluh hingga tujuh ratus kali, kecuali puasa. Karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya sendiri. Dia meninggalkan syahwatnya, makanannya, minumannya, demi Aku.’
Ada dua kebahagiaan bagi orang yang puasa, kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya. Dan aroma mulut orang yang berpuasa disisi Allah lebih wangi dari aroma misk'”.
(HR. Bukhari no. 7492 dan Muslim no.1151)

Rasulullaah shallaallaahu’alaihi wa sallam bersabda,

إذا كان يوم صوم أحدكم، فلا يرفث ولا يصخب، فإن سابه أحد أو قاتله فليقل إني امرؤ صائم

“Jika salah seorang diantara kalian memasuki hari puasa, maka janganlah dia berbuat rafats (berkata keji) dan berteriak-teriak.  Apabila seseorang mencelanya atau mengajaknya bertengkar maka katakanlah bahwa saya adalah orang yang sedang berpuasa.” (HR. Hukhari no. 1904)

Nabi shallalahu’alaiwasallam bersabda,

من لم يدع قول الزور والعمل به والجهل فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه

“Barang siapa yang tidak meninggalkan az zuur (perkataan dusta, perkataan yang menyimpang dari kebenaran, sumpah palsu, ghibah, fitnah, perkataan keji lainnya) dan tetap melakukannya serta bersikap bodoh, maka Allah tidak membutuhkan puasanya dengan meninggalkan makan dan minum.” (HR Bukhari dalam Shahihnya no. 1903)

Wasiat ini ditujukan kepada semua kaum muslimin, agar mereka bertaqwa kepada Allah. Menjaga puasa mereka dan menjauhkan diri dari semua perbuatan maksiat.

Allah juga memerintahkan untuk bersungguh-sungguh dalam kebaikan, berlomba-lomba dalam ketaatan. Misalnya bersedekah, memperbanyak membaca Al Quran, tasbih, tahlil, tahmid, takbir dan istighfar. Karena ini adalah bulan Al Quran,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang diturunkan Al Quran di dalamnya” (QS. Al-Baqarah: 185)

Kaum mukminin diperintahkan untuk bersungguh-sungguh membaca Al Qur’an. Dianjurkan bagi para lelaki dan wanita untuk memperbanyak membaca Al Qur’an pada malam dan siang hari. Setiap huruf dibalas dengan satu kebaikan dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali yang semisal dengannya, sebagaimana hal ini telah dijelaskan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

Bersamaan dengan itu mereka juga dituntut meninggalkan seluruh keburukan dan berbagai macam maksiat, saling mewasiatkan kebenaran, saling menasehati dan memerintahkan kebaikan, serta melarang dari kemungkaran.

Itulah bulan agung, amalan-amalan yang dikerjakan di bulan tersebut akan dilipatgandakan pahalanya dan keburukan-keburukan yang dilakukan akan besar dosanya. Maka wajib bagi seorang mukmin untuk bersungguh-sungguh mengerjakan apa yang telah diwajibkan Allah baginya dan meninggalkan perkara yang Allah haramkan atasnya.

Sepantasnya perhatian seorang mukimin (untuk beramal) di bulan Ramadhan lebih banyak dan lebih besar. Sebagaimana disyariatkan baginya untuk bersungguh-sungguh dalam amal-amal kebaikan, diantaranya sedekah, menjenguk orang yang sakit, mengantarkan jenazah, silaturahmi, memperbanyak membaca (Al Qur’an), memperbanyak dzikir, tasbih, tahlil, istighfar, doa, dan seluruh kebaikan selain ini. Dia mengharap pahala dari Allah dan disertai rasa takut akan adzab-Nya.

Kita memohon kepada Allah agar Allah memberikan taufik kepada kaum muslimin kepada perkara yang Allah ridhai. Kita memohon kepada Allah agar Dia mempertemukan kita dan seluruh kaum muslimin dengan amalan puasa dan shalat malam karena keimanan (akan janji-Nya) dan mengharapkan (pahala-Nya). Kita memohon kepada Allah agar Dia memberikan pemahaman agama dan keistiqamahan kepada kita dan seluruh kaum muslimin di semua tempat dan memohon keselamatan dari perkara yang menjadi sebab datangnya kemarahan Allah dan hukuman Nya.

Sebagaimana yang aku minta kepada-Nya Subhanahu Wa Ta’ala agar memberikan taufik kepada seluruh Ulil amri kaum muslimin dan seluruh pemimpin-pemimpin kaum muslimin, agar Dia memberikan petunjuk kepada mereka, agar memperbaiki keadaan mereka, memberikan taufik kepada mereka untuk berhukum dengan syariat Allah dalam seluruh urusan mereka, ibadah mereka, amal mereka, dan seluruh urusan mereka. Kami meminta kepada Allah agar memberikan taufik kepada mereka dengan hal tersebut, sebagai pengamalan firman-Nya Jalla Wa ‘alaa,

وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ

“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah.”(QS. Al Maidah:49)

Juga realisasi firman-Nya Jalla Wa ‘alaa,

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْماً لِقَوْمٍ يُوقِنُون

“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? Dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS. Al- Maidah:50)

Realisasi firman-Nya Subhanahu wa Ta’ala,

فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجاً مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيما

“Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya” (QS. An-Nisaa’ : 65)

Realisasi firman-Nya Subhanahu wa Ta’ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Quran) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (An-Nisa’: 59)

Realisasi firman-Nya Subhanahu wa Ta’ala,

قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ

“Katakanlah:’ Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.'” (QS. An-Nur: 54)

Realisasi firman-Nya Subhanahu wa Ta’ala,

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

“Dan apa yang datang dari rasul kepada kalian maka ambillah ia dan apa yang Rasul larang, maka jauhilah.” (QS. Al-Hasyr:7)

Inilah kewajiban bagi seluruh kaum muslimin dan juga para pemimpin mereka.

Para pemimpin kaum muslimin, para ulama,dan juga seluruh lapisan masyarakat wajib untuk bertaqwa kepada Allah, mematuhi syariat-Nya, dan berhukum dengan syariat-Nya terhadap perkara mereka karena sesungguhnya di dalam syariat tersebut terdapat kebaikan, petunjuk, dampak yang baik. Dengan syariat-Nya, Allah akan ridha, dengan syariat-Nya menyampaikan kepada kebenaran yang telah Allah syariatkan, dengan syariat-Nya pula akan terhindar dari kezdaliman.

Kita memohon agar Allah memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada semua, juga memberikan niat dan amalan yang benar.

Semoga Allah senantiasa melimpahkan shalawat dan salam-Nya atas Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga pada keluarga dan para shahabatnya

**
Sumber: http://www.binbaz.org.sa/fatawa/393
Diterjemahkan oleh Tim Penerjemah Wanitasalihah.com
Artikel wanitasalihah.com

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *