Punya TV di Rumah Karena Khawatir Anak Nonton di Rumah Tetangga?


hukum mempunyai televisi di rumah

Pertanyaan:

Sebagian orang mengetahui bahwa memiliki tv hukumnya haram, namun pada prakteknya dia juga memilikinya di rumah. Dia beralasan, “Aku tidak sanggup mengeluarkan tv dari rumahku. Karena jika aku mengeluarkannya maka keluargakupun ikut keluar ke rumah tetangga atau kerabat dekat dan akhirnya mereka melihat tontonan yang lebih jelek daripada tontonan yang ada dirumah.”?

Jawaban:

Jawaban kami tentang masalah ini.

Jika dia adalah laki-laki yang kuat, bisa melarang keluarga dan anak-anaknya agar tidak keluar rumah maka dia bisa melarangnya. Atau dia bisa memberikan pada keluarganya tontonan alternatif berupa video yang baik (yang boleh di lihat). Maka (untuk solusi yang kedua ini) dia tidak boleh memiliki tv sesuai dengan keyakinanya tentang hukum tv bahwa memiliki tv adalah haram.

Namun jika dia tidak bisa menempuh solusi pertama dan kedua, maka tidak diragukan lagi bahwa mengambil jalan yang lebih ringan dampak negatifnya adalah bentuk hikmah. Dia bisa membuat aturan, bahwa tv ini boleh dinyalakan jika dia ada di rumah, agar mereka tidak melihat tayangan yang buruk. Hendaknya ia juga selalu memohon pertolongan Allah ‘Azza Wa Jalla agar selalu dibimbing. Tidak masalah insyaallah.

Dan ringkasan jawabannya menjadi seperti ini,

Pertama, jika dia mampu untuk melarang mereka keluar rumah maka lakukanlah.

Kedua, jika dia tidak mampu melarang maka berikan mereka tontonan video yang baik (yang boleh dilihat).

Ketiga, jika dia tidak bisa melakukannya maka mempunyai tv di rumah dan membatasi dampak negatifnya adalah lebih baik dari pada mereka keluar rumah. Karena dampak negatif keluar rumah jauh lebih banyak dibandingkan menyaksikan tv (di rumah).

***

Sumber: Silsilah Liqooaat Al Baab Al Maftuuh (1), Aplikasi Fatawa Ibn Utsaimin for Android.
Diterjemahkan oleh Tim Penerjemah WanitaSalihah.Com

Catatan redaksi

Pertama, fatwa beliau rahimahullah ini tentunya berdasarkan keadaan umum masyarakat Saudi saat itu karena beliau bertempat tinggal di Unaizah, Saudi Arabia. Dan perlu diketahui tayangan tv Saudi secara umum jauh lebih sopan, lebih baik lebih, lebih bersih dari khurafat dan kesyirikan dari pada tayangan-tayangan tv yang ada di negeri ini. Yang patut kita renungkan jika saat itu beliau memandang tayangan tv saudi memiliki dampak buruk maka bagaimana lagi jika beliau rahimahullah mengetahui tayangan-tayangan tv yang ada di negeri kita tercinta ini? Tak sekedar satu atau dua tayangan hampir semua tv menyajikan acara-acara minimal adalah maksiat (membuka aurat, campur laki-laki perempuan dan sebagainya). Lebih parah lagi jika acara tv berisi cerita-cerita khurafat, perdukunan, kebid’ahan, kesyirikan yang bisa merusak akidah umat. Allahulmusta’aan.

Kedua, Walhamdulillah saat ini banyak tayangan tv sunnah yang menyajikan berbagai kajian Islam yang sesuai sunnah, murottal al-Qur’an dan berbagai program acara yang bermanfaat. Ini sebagai tontonan alternatif yang jauh berharga daripada anak-anak dan istri keluar rumah untuk menonton sinetron di rumah tetangga. Dengan catatan untuk si istri dan anak-anak perempuan yang baligh agar tetap menundukkan pandangannya. Wallahu A’lam
Artikel WanitaSalihah.Com

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *