Renungi Rasa Takut Gunung, Tidakkah Hati Kita Lebih Lembut Darinya?


Allah ta’ala berfirman,

لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الأمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ (٢١)

”Kalau sekiranya kami menurunkan Al Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kami akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah”. (Qs. Al Hasyr: 21)

Didalam tafsirnya, Ibnu Katsir mengatakan ”Maksudnya gunung yang demikian keras dan kokohnya, jika memahami Al Quran dan mentadabburi kandungannya, niscaya akan tunduk dan terpecah karena takut kepada Allah, lalu bagaimana dengan kalian, tidak kunjung mencair, khusyu dan terbelah karena takut kepada Allah, padahal kalian telah memahami Allah, juga perintahNya,dan kalian pun telah mentadabburi kitabNya?”

Ibnu Qayyim mengatakan,”Sungguh mengherankan ternyata segumpal daging ini lebih keras dari gunung-gunung itu. Mendengar ayat-ayat Allah dibacakan dan disebutkan Rabb tabaaraka wa ta’ala tetapi tidak pernah lunak dan tidak juga khusyu serta melembut. Oleh karena itu, tidak aneh jika Allah menciptakan api untuk melelehkannya, jika hati tersebut tak kunjung meleleh melalui ucapan, peringatan dan nasihat. Barangsiapa yang hatinya tidak melembut karna Allah di dunia ini dan tidak bertaubat kepadaNya, juga tidak tersentuh untuk mencintai, menangis dan takut karenaNya, silahkan bersenang-senang sejenak karena baginya telah menunggu pelembut yang dahsyat dan akan dikembalikan kepada Allah yang Maha Mengetahui yang ghaib, sehingga dia dapat melihat (hakikat kebenaran).

Allah berfirman,

وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الأنْهَارُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاءُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ (٧٤)

”…Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah..” (Qs. Al Baqarah: 74)

Ibnu katsir mengatakan, Ibnu Abi Najih mengatakan dari Mujahid, bahwasanya dia berkata, ”Setiap batu mengeluarkan air atau terbelah oleh air atau meluncur dari puncak gunung karena rasa takut kepada Allah, dimana Al Quran telah diturunkan untuk menjelasknnya”.

Al Baghawi mengatakan, jika ada yang mengatakan ”Bukankah batu itu benda mati? Yang tak dapat memahami apa-apa, lalu bagaiman mungkin dia dapat merasa takut?” Maka dapat dikatakan, Allah yang menjadikannya dapat memahami dan mengilhaminya, karena dia takut karena ilham yang diberikan kepadanya. Madzhab ahlu sunnah wal jama’ah menyebutkan bahwa Allah memiliki pengetahuan mengenai benda mati dan seluruh jenis hewan, yang tak dipahami kecuali oleh Allah saja. Semuanya memiliki cara shalat, tasbih, dan rasa takut tersendiri.”

Syaikhul Islam mengatakan ”Dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah”, hal ini menunjukkan bahwa ia mengetahui Rabbnya,dengan pengetahun yang sesuai dengan dirinya. Dan jika tidak demikan, niscaya tidak akan jatuh karena takut kepadaNya. Sebab, rasa takut itu mengharuskan pengetahuan terhadap apa yg ditakuti.”

***

WanitaSalihah.Com

Sumber buku, Takut Kepada Allah, Karya: Muhammad Syauman bin Ahmad Ar Ramli, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *