Rumahku Masih Ngontrak


Membangun Rumah di Surga

Saudariku..

Tak apalah kita belum bisa punya rumah sendiri
Tak apalah kita masih tinggal di rumah kontrakan
Tak apalah kita masih nebeng di rumah mertua
Jangan bersedih hati
Hidup di dunia hanya sebentar

Janganlah karenanya kita mengingkari kebaikan suami
Tidak bersyukur dengan apa yang telah diberikan suami
Menuntutnya dengan keinginan ini dan itu
Jadilah istri yang qanaah
Berusaha menerima dan merasa cukup

Dan berbahagialah..
Karena kebahagiaan bukan milik orang yang berkecukupan
Tapi kebahagiaan berada pada hati yang merasa cukup

Berdoalah..
Semoga Allah membangunkan rumah untuk kita di surga

Berupayalah untuk mendapatkannya
Berikut ini beberapa amal yang dapat mengantarkan kita untuk mendapatkannya

Pertama, Beriman kepada Allah,

Setiap yang hidup dalam keadaan beriman dan meninggal dalam keadaan beriman akan mendapatkan kemah di surga,

إِنَّ لِلْمُؤْمِنِ فِى الْجَنَّةِ لَخَيْمَةً مِنْ لُؤْلُؤَةٍ وَاحِدَةٍ مُجَوَّفَةٍ طُولُهَا سِتُّونَ مِيلاً لِلْمُؤْمِنِ فِيهَا أَهْلُونَ يَطُوفُ عَلَيْهِمُ الْمُؤْمِنُ فَلاَ يَرَى بَعْضُهُمْ بَعْضًا

“Sesungguhnya seorang mukmin mendapatkan kemah di surga dari satu mutiara yang berongga, panjangnya 60 mil. Seorang mukmin juga memiliki para istri di surga yang seorang mukmin keliling menggilirnya. Sebagian mereka tidak melihat sebagian lainnya.” (HR Muslim).

Kedua, Shalat sunah rawatib 12 rakaat setiap hari,

Rutinkan 12 rakaat shalat rawatib: 4 rakaat sebelum shalat zuhur dan 2 rakaat setelahnya, 2 rakaat setelah shalat maghrib, 2 rakaat setelah shalat isya dan 2 rakaat sebelum shalat subuh. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ ثَابَرَ عَلَى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً من السُنة بَنَى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

“Siapa yang selalu shalat 12 rakaat setiap hari dan malam, maka dibangunkan baginya rumah di surga. yakni empat rakaat sebelum shalat zuhur dan dua rakaat setelahnya, 2 rakaat setelah shalat maghrib, 2 rakaat setelah shalat isya dan dua rakaat sebelum shalat subuh.” (HR An-Nasaa’i dan dishahihkan al-Albani dalam Shahih al-Jaami’)

Ketiga, Shalat dhuha empat rakaat dan empat rakaat sebelum zuhur.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى الضُّحَى أَرْبَعاً وَقَبْلَ الأُوْلَى أَرْبَعاً بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Siapa yang shalat dhuha empat rakaat dan empat rakaat sebelum shalat pertama (shalat zuhur), maka dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR Ath-Thabrani dalam Al-Ausath dan dishahihkan Al-Albani dalam Silsilah Ahaadits Shahihah).

Syaikh al-Albani menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan shalat pertama adalah shalat zuhur.

Keempat, Membaca surat Al Ikhlas sebanyak 10 kali.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ قَرَأَ { قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ } عَشَرَ مَرَّاتٍ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِيْ الجَنَّةِ

“Barang siapa yang membaca surat (Qul Quwallahu Ahad) sebanyak sepuluh kali, niscaya Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga”.(HR Ahmad, dishahikan Al-Albani dalam Shahihil Jami’).

Subhnallah,  sebuah amalan yang ringan. Akan tetapi tentu membutuhkan keikhlasan.

Kelima, Meninggalkan kebiasaan debat, berdusta, dan berakhlak mulia.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

“Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.” (HR. Abu Dawud dalam Kitab al-Adab, Dihasankan oleh al-Albani dalam as-Shahihah)

Sudah saatnya kita berhati-hati dalam berbicara, walaupun dalam kondisi bersenda gurau.

Keenam, Berdoa ketika akan masuk pasar

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

”Siapa yang masuk pasar berdoa dengan doa:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

(Tiada sesembahan yang berhak disembah melaikan hanya Allah yang esa, yang tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan, bagi-Nya segala pujian, Dia yang menghidupkan dan Dia yang mematikan, dan Dia Maha Hidup, tidak mati, di tangan-Nya segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu)

“Maka Allah akan tetapkan sejuta kebaikan dan menghapus darinya sejuta dosa dan mengangkat sejuta derajat serta dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dan dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jaami’ )

***

Artikel WanitaSalihah.Com

Penyusun: Ummu Said
Murajaah: Ustadz Ammi Nur Baits

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *