Sebab Tergelincirnya Seseorang Ke Dalam Fitnah Syahwat


Fitnah Syahwat

Sebab Pertama: Lalai Terhadap Allah

Kelalaian yang sangat terhadap Allah dan jahil terhadap Asma’ dan sifat-sifat-Nya tidak diragukan lagi merupakan jatuhnya seseorang dalam setiap perbuatan maksiat. Kalaulah seorang pelaku maksiat merasakan keagungan Allah, merasa di bawah pengawasan Allah, ingat akan kekuasaan-Nya, ingat bahwa Dia memiliki pembalasan yang sangat keras, ingat bahwa Dia mengetahui setiap gerak-geriknya, ingat bahwa ia tidak bisa keluar dari genggaman-Nya, ingat bahwa ia hanyalah hamba yang lemah, kalaulah ia ingat akan makna-makna tersebut tentu syahwatnya tidak akan bergejolak kepada hal yang haram selam-lamanya. Sesungguhnya fitnah syahwat merupakan sebab kemurtadan banyak pemuda.

Sebab Kedua: Mengumbar Pandangan Mata

Seorang penyair berkata:

Semua peristiwa besar berawal dari pandangan mata
Kebanyakan kobaran api yang besar berawal dari percikan kecil

Indera penglihatan merupakan indera yang paling berbahaya dilihat pengaruhnya yang bisa membangkitkan birahi. Islam telah memperingatkan dan melarang kita mengumbar pandangan mata. Ilmu pengetahuan modern telah membuktikan lewat penelitian dan pembahasan akibat buruk pandangan mata terhadap anggota tubuh lainnya.

Sesungguhnya seorang pemuda yang menghabiskan waktu siangnya dengan menyorotkan matanya melihat kecantikan wanita-wanita yang memamerkan aurat kemudian ia kembali ke rumah dengan membawa bayangan-bayangan kotor dalam benaknya. Bayangan tersebut akan merusak nilai iltizam dan agamanya. Ia memegang mushaf, namun bayangan wanita yang memamerkan aurat itu tergambar pada halaman mushaf yang ada dihadapannya. Ia duduk berdzikir, lisannya bergerak namun akalnya berpikir kepada perkara yang tidak diridhai Allah. Maka ia pun menutup mushaf dan nmenghentikan dzikir lalu pergi melampiaskan syahwatnya setelah ia menanggalkan ajaran agamanya. Orang yang memegang teguh agamanya seperti memegang bara api. Neraka memang dikelilingi oleh syahwat. Tundukkanlah pandanganmu niscaya padamlah api syahwatmu.

Sebab Ketiga: Lemah Jiwa dan Hina.

Sesungguhnya apabila seorang pemuda memiliki cita-cita yang tinggi, tujuan yang agung, target yang mulia, ia tidak akan berpaling kepada perkara-perkara semacam itu. Bahkan ia mengabaikannya dan mengatasinya. Kesucian jiwa dan cita-cita yang tinggi merupakan faktor terpenting yang menjaga agama seseorang. Dan merupakan jaring yang kuat yang melindungi nilai iltizamnya. Itulah yang mencegahnya jatuh dalam kubangan kehinaan.

Sebab Keempat: Pikiran-Pikiran Kotor dan Angan-Angan Batil

Allah Ta’ala berfirman yang artinya:

كَسَرَابٍ بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ الظَّمْآنُ مَاءً حَتَّى إِذَا جَاءَهُ لَمْ يَجِدْهُ شَيْئًا وَوَجَدَ اللَّهَ عِنْدَهُ فَوَفَّاهُ حِسَابَهُ

“Laksana fatamorgana di atas tanah yang datar, yang di sangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapati sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan selama-lamanya.”(QS.An-Nuur:39).

Orang yang paling rendah dan paling hina cita-citanya adalah orang yang bergantung kepada khayalan dan angan-angan kosong. Impian-impian palsu yang sangat merusak seseorang. Hal itu akan melahirkan kelemahan dan kemalasan. Dan akan menumbuhkan kelalaian, kekecewaan dan penyesalan.

Sebab Kelima: Kekosongan Hati dan Kehampaan Pikiran

Allah Ta’ala berfirman:

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ .وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ .

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Rabb–mu lah hendaknya kamu berharap.” (QS. Alam Nasyrah: 7-8)

Orang jahil tidak mengetahui hal ini. Apabila ia sedang kosong, ia sibuk menela’ah majalah dan koran. Tidur sambil berbolak-balik diatas kasur sambil mengkhayal. Semua itu termasuk fitnah yang dapat menghancurkan agamamu.

Sebab Keenam: Pergaulan Yang Rusak

Rasul kita shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:

الرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُ كُمْ مَنْ يُخَالِلْ

“Seorang itu berada di atas teman karibnya, hendaklah kalian melihat siapakah yang ia jadikan teman!” (HR. At Tirmidzi [2378], Abu Dawud [4833], dishahihkan oleh Syaikh al-Al Baani dalam Silsilah Ahaadiits Ash Shahihah [927] dan Shahihul Jaami’ [3545])

Pergaulan yang buruk dan kawan-kawan yang rusak seringkali melemparkan para pemuda ke dalam fitnah, terhenti dari pekerjaannya, mennyebabkan ia jatuh dalam kehinaan dan bala’. Berapa banyak para pemuda yang pada awalnya tidak tahu menahu tentang onani, tentang pergaulan bebas, tentang wanita. Namun setelah ia duduk bersama mereka, mengobrol dan mendengar ia pun jatuh dalam bala’, akhirnya ia pun sesat dan kehilangan agamanya.

Sebab Ketujuh: Mengikuti Langkah-Langkah Setan

Sesungguhnya menyorotkan pandangan sama artinya melepaskan anak panah beracun dari panah-panah iblis. Pandangan pertama diikuti senyuman, lalu ucapan salam kemudian berbincang, lalu mengikat janji kemudian bertemu. Semua itu langkah-langkah setan dan jebakan-jebakan setan.

Simak Tulisan Obat Penyakit Syahwat

Dikutip dari buku “Futur Sindrom Awal Petaka
Penulis Muhammad bin husein Ya’kub
Judul Asli “Min Asbaab Al-Futuur wa ‘Ilaajuhu
Penerbit At Tibyan, Solo

Artikel WanitaSalihah.Com

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *