Tatkala Jerat-jerat Cinta Merusak Agama


Cinta buta mampu merusak agama seseorang tanpa ia sadari. Bahkan mabuk cinta dapat menjerumuskannya ke lembah kesyirikan sementara ia merasa bahagia dengan “cintanya”.

Ibul Qayyim rahimahullah berkata,
“Mencintai dan tergila-gila dengan gambar-gambar yang diharamkan (seperti gambar wanita yang memamerkan auratnya) bisa menjerumuskan seseorang ke dalam kesyirikan. Semakin dekat seorang hamba kepada kesyirikan dan jauh dari keikhlasan maka kecintaan kepada gambar-gambar yang diharamkan tersebut akan semakin kuat dorongannya. Ketika seorang hamba semakin ikhlas dan bertauhid (memurnikan ibadah kepada Allah Ta’ala) maka ia makin akan jauh dari perangkap cinta terhadap gambar-gambar tersebut.

Oleh karena itulah, istri Al Aziiz (pembesar Mesir) terkena virus mabuk cinta disebabkan karena perbuatan syirik yang ada pada dirinya. Sementara Allah menyelamatkan Nabiyullah Yusuf ‘alaihissalam dari ujian ini (godaan istri Al Aziiz) disebabkan karena keikhlasannya.

Allah Ta’ala berfirman,

كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ ۚ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ

“Demikianlah kami palingkan darinya keburukan dan kekejian. Sungguha dia (Yusuf) termasuk hamba kami yang terpilh. (QS. Yusuf: 24)

Yang dimaksudkan kata as suu’ adalah al isyq (kasmaran). Sedangkan yang dimaksudkan al fahsyaa’ adadalah perbuatan zina.

Orang yang ikhlas adalah orang yang memurnikan cintanya hanya karena Allah. oleh karena itu Allah akan membebaskannya dari godaan mabuk cinta kepada gambar-gambar (serta mabuk cinta kepada wanita dan laki-laki pujaannya-ed). Adapun orang musyrik, hatinya selalu terpaut kepada selain Allah, ia tidak memurnikan cintanya hanya untuk Allah.” ( Ighatsatul Lahfan, hal. 513)

Kapan Mabuk Cinta Menyebabkan kekufuran?

Yaitu tatkala seseorang menjadikan kekasihnya (orang yang ia cintai) sebagai tandingan bagi Allah. Ia mencintainya sebagaimana ia mencintai Allah atau bahkan cinta kepadanya lebih besar daripada kecintaannya kepada Allah. Maka cinta jenis inilah yang membuat pelakunya berbuat kekufuran dan tidak akan diampuni (selama tidak bertaubat). Karena perbuatan ini termasuk syirik besar dan Allah tidak akan mengampuni orang yang menyekutukanNya dan mengampuni dosa dibawahnya.

Apa jadinya bila sang kekasih lebih ia cintai daripada Allah?

Tatkala hak kekasih berbenturan dengan hak dan kewajiban kepada Allah Ta’ala maka iapun mendahulukan hak kekasihnya daripada hak Allah. Sebagaimana ia juga lebih mendahulukan keridhaan kekasihnya daripada keridhaan Allah. Iapun rela berkorban untuk kekasihnya dengan sesuatu yang paling berharga yang ia miliki, sedangkan untuk Allah –itupun jikalau ia mau berkorban- maka ia mengorbankan sesuatu yang tidak berharga yang ia miliki. Bahkan iapun rela meluangkan waktunya untuk mendapatkan ridha sang kekasih serta berusaha untuk mendekatkan dirinya kepada kekasihnya. Sementara ia hanya meluangkan sedikit waktu untuk Allah dan itupun dari sisa waktu yang ia miliki -itupun jika ia orang yang taat kepadaNya-. Maka perhatikan dan renungkanlah…!

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

“ Para pujangga berkata,
‘Betapa banyak godaan mabuk cinta ini telah menjerumuskan banyak orang ke lembah api neraka, menggiring mereka ke dalam adzab yang pedih dan memberi minum dari gelas-gelas dari api neraka yang berisi nanah darah dan nanah.
Betapa banyak orang yang keluar dari ilmu dan agama Islam sebagaimana mengeluarkan sehelai rambut dari tumpukan tempung.
Betapa banyak nikmat yang telah berganti dengan adzab dan siksaan.
Betapa banyak orang yang bermartabat mulia menjadi hina dina,
Serta betapa banyak orang yang memiliki kedudukan yang tinggi menjadi orang yang paling rendah karenanya.
Betapa banyak aurat yang telah disingkapkan olehnya yang menimbulkan rasa takut, menyebabkan siksaan dan akhirnya merasakan penyesalan.
Betapa banyak api kesedihan yang telah berkobar di dalam hati karenanya dan telah menghilangkan kemuliaan yang dimiliki seorang hamba di sisi Allah dan di dalam hati manusia.
Betapa banyak ujian kesengsaraan, akhir yang buruk serta kegembiraan musuh-musuh yang disebabkan olehnya.
Oleh karena itu, ia akan kesulitan untuk keluar dari cobaan, kesengsaraan dan kepayahan yang sedang melilitnya.’

Tatkala engkau bertanya kepadanya akan nikmat-nikmat yang telah lenyap, adzab yang muncul, kegelisahan dan kesedihan yang datang, kebaikan yang menjauh, tabir yang tersingkap, kehidupan yang penuh cobaan dan ujian, keimanan yang tergulung, kehinaan dan kerendahan yang menimpa, maka ia tidak akan dapat mendebatmu, ia akan menjawabmu dengan apa yang ia rasakan.
Inilah sebagian dari kerusakan dan kejelkan mabuk cinta yang melanda pelakunya jika mereka memiliki akal yang sehat..
Itulah rumah-rumah kosong yang mereka tempati diatas kedzaliman yang mereka perbuat.
Maka hanya orang -orang berakal lah yang dapat mengambil pelajaran..”(Raudhatul Muhibbin, hal 202)

Pada kesemptan lain beliau rahimahullah menjelasakan tentang tipu daya dan jeratan setan, “ Diantara sebagian jerat dan tipu daya setan adalah godaan untuk orang –orang yang tergila-gila gambar yang diharamkan (gambar porno, gambar wanita dan laki-laki idola-pen).”

Demi Allah, ujian ini adalah ujian besar yang bisa menyebabkan pennghambaan jiwa kepada selain Allah, bisa menguasai hati,
dan menyulut api peperangan anatara mabuk cinta dengan tauhid
serta bisa mendorong untuk bersikpa royal kepada setan yang durhaka sehingga hati menjadi tawanan nafsu, mengangkat hawa nafsu sebagai hakim dan pemimpin.

Na’udzubillah mindzalik fanas-alullahassalamata fiddunya wal aakhirah.

***
Disalin dengan pengeditan seperlunya dari buku “Cinta Buta” (terjemahan), Syaikh Muhammad Bin Ibrahim Al Hamd. Penerbit Darus Sunnah, Jakarta Timur.
Artikel Wanitasalihah.com

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *