Tausiyah Syaikh Al-Albani: Berusahalah agar Tidak Menguap ketika Shalat


Berusahalah agar Tidak Menguap Ketika Shalat: Sebuah Transkrip Nasihat Syaikh Al-Albani Rahimahullah

Tadi, sebelum pertanyaan ketujuh diajukan, saya mendengar suara orang yang menguap ketika shalat, “Aaaaahhh.” Ini adab yang buruk, sungguh sangat buruk, yang dilakukan oleh seorang muslim dalam keseharian di luar waktu shalat. Apalagi ketika shalat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda,

إذا تثائب أحدكم فليكظم ما استطاع

“Apabila kalian menguap, tahanlah semampu kalian.”

Al-kazhm artinya berusaha menahan diri, seperti orang menggenggam jarinya. Dia tidak biarkan mulutnya menganga karena menguap dan dia bersuara, “Aaaaaahhhh”. Hendaklah dia tahan semampunya.

Kalau dia tidak tahan lagi, hendaknya dia meletakkan tangannya untuk menutup mulutnya, dan jangan sampai dia bersuara, “Aaaaahhhhh,” karena setan akan menertawakannya. Dalam riwayat lain, “(Setan) masuk ke dalam mulutnya.” Ini bersifat mutlak.

Apalagi bila seorang muslim sedang berdiri di hadapan Rabb-nya, untuk bermunajat kepada-Nya! Seandainya dia berdiri di hadapan manusia – Mahatinggi Allah – misalnya di hadapan pembesar, raja, menteri, pemimpin, dan lain-lain, pasti dia malu untuk membuka mulutnya di hadapan mereka, apalagi bila dia bersuara ketika menguap.

Bagaimana kondisi muslim ketika dia tidak menjaga adab ini, sementara dia berdiri di hadapan Rabb-nya Tabaraka wa Ta’ala. Oleh sebab itu, saya ingin mengingatkan – peringatan akan bermanfaat untuk orang-orang mukmin – khususnya tentang pembahasan (menguap) ini. Saya sayangkan, ada sebagian kecil orang – para pengajar, penasihat, penceramah, dan mursyid – ketika melihat perkara yang menyelisihi syariat dilakukan berulang kali – berulang kali, senantiasa, terus-menerus – maka mereka tidak mengingatkan orang-orang bahwa itu keliru dan mereka pun tidak melarang (melakukan nahi mungkar), salah satunya adalah perkara (menguap dalam shalat) yang baru saja kita singgung.

*

Versi audio dari transkrip di atas bisa disimak melalui:

***

Ditranskrip dan diterjemahkan oleh Tim Penerjemah WanitaSalihah.Com
Murajaah: Ustadz Ammi Nur Baits

Artikel WanitaSalihah.Com

وسمعت آنفا وقبل أن يلقي السؤال السابع سمعت صوت متثائب في الصلاة يقول: آه
هذا أدب بل سوء أدب يخل يه المسلم خارج الصلاة ويتضاعف السوء داخل الصلاة. ذلك لأن النبي الصلى الله عليه وآله وسلم كان يقول: إذا تثائب أحدكم فليكظم ما استطاع.

ما معنى “الكظم”؟ والكاظمين الغيظ إيش معناها “هو الذي يملك نفسه ويشد عليها بأصابعه. ولا يجعل لفمه ينتفتح هكذ بالتثاؤب ويقول: آه، فليكظم ماستطع فإن لم يستطع الكظم فليضع يده على فمه ولا يقول: آه، فإن الشيطان يضحك منه وفي رواية (يدخل في فيه) أي في فمه، هذا مطلقا.
فما بلكم إذا كان المسلم قائما بين يدي ربه يناجيه! لو أن وقف بين إنسان – وعدل لله مثله – أمام رجل كبير، مالك، وزير، أمير، الخ … لاستحى أن يفتح فمه أمامه فضلا أن يرفع صوته بتثاؤبه

فما بال المسلم يخل بهذا الأدب وهو بين يدي ربه تبارك وتعالى. لذلك أردت أن أذكر -والذكر تنفع المؤمنين- ويخاصة عامة هذا الحديث أقول آسفا قلما تسمعونه إنما تسمعون أكثر المعلمين والواعظين والخطباء والمرشدين. حينما تسمعون أمور متكررة فإنما هناك أشياء مخالفا للشريعة ومتكررا دائما وأبدا ومع ذلك فلا مذكر بها ولا ناهي عنها من ذلك هذا الحديث الذي سمعتموها آنفا …

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *