Teruntuk Saudaraku yang Sibuk Mencela


bersyukur ketika sakit

Berikut nasehat mendalam dari salah seorang alim di kota Madinah, anggota Haiah Kibaril Ulama KSA. Beliau Syaikh Muhammad bin Mukhtar Asy Syinqithi hafzidzahullah wa ra’ah.

وكم من شاب تجده على خير واستقامة في هدايته ، ثم يأتي ويطلب العلم ، ثم فجأة والعياذ بالله لا يجد لعلمه خشوعآ ولا ذلة ولا خضوعا ، ولربما لو كان قوام الليل وصوام النهار فينزع منه بركة العبادة ويطمس على قلبه والعياذ بالله بسبب ظلمه لحملة كتاب الله ، أو لأهل العلم ، أو لمزه لإمام من أئمة السلف ، فمن عادى لله وليا فقد آذنه الله بالحرب ، هذه الذنوب والخطرات لا تذهب هدرا ، حقوق الناس لاتذهب عبثا ، النميمة التي تفرق بين اثنين من عامة المسلمين وعد فيها بالجحيم والعذاب في القبر نسأل الله السلامة والعافية ، فكيف بمن يطعن في عقيدة الإنسان !! ؟ وكيف بمن يجرح !! ؟ وكيف بمن يخرجه من أهل السنة والجماعة !! ؟

Betapa banyak pemuda…
Engkau dapati ia diatas kebaikan,  istoqamah berada diatas hidayah lalu ia mendatangi dan menuntut ilmu…
Kemudian tiba tiba…
Waliyyadzubillah…
Ia tak mndapati kekhusyukan, kehinaan diri (dihapan Allah), kerendahan hati karena ilmunya tersebut.
Bahkan terkadang,
Andai ia bangun tengah malam untuk shalat malam dan berpuasa di siang hari maka akan dicabut darinya keberkahan ibadahnya dan dihilangkan dari dalam hatinya..
waliyyadzubillah…
Dikarenakan sebuah alasan…
Kedzalimah yang ia lakukan terhadap para pembawa Kitabullah,
Atau terhadap ulama,
Atau celaannya terhadap seorang imam diantara para imam salaf,

Barangsiapa siapa yang memusuhi wali Allah, sungguh Allah mengumumkan peperangan dengannya.

Dosa ini dan berbagai dampak buruknya bukanlah sesuatu yang sia-sia (nantinya akan dimintai pertanggungjawaban)
Demikian pula (menunaikan) hak-hak manusia bukanlah sesuatu yang tak berguna.
Perbuatan namimah (adu domba) yang memisahkan dua orang kaum muslimin saja, di ancam dengan nerakah jahim dan adzab di kubur…
Nasalullahas salamata wa’aafiyah
(kami memohon kepada Allah keselamatan dan kesejahteraan)
Lalu bagaimana dengan orang yang menghujat aqidah (shahih) seseorang?
Bagaimana dengan orang yang menjarh (mencari cacat seseorang)?
Bagaimana lagi dengan orang yang mengeluarkan seseorang dari barisan ahlusuunnah?  -Selesai-

Simak bagaimana sikap ulama hadis jaman ini, Syaikh Al Albani rahumahullah dalam mentahdzir seorang ahlussunnah:
Manhaj Syaikh Al Albani dalam Mentahdzir


****
Sumber: telegram.me/mgrby
Diterjemahkan oleh Tim Penerjemah wanitasalihah.com
Artikel wanitasalihah.com

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *