Beberapa Alternatif Mengerjakan Puasa ‘Asyura


Fatwa Al-Allamah Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan:

Apakah diperbolehkan puasa ‘Asyura (tanggal 10 Muharram) saja tanpa berpuasa satu hari sebelumnya atau sesudahnya?
Karena saya pernah membaca sebuah majalah fawa yang berisi diperbolehkan puasa tanggal 10 muharram saja karena sekarang ini Yahudi sudah tidak pernah berpuasa di hari itu.

Jawaban:

Hukum makruh menyendirikan puasa tanggal 10 Muharram bukan perkara yang menjadi kesepakatan ahli ilmu.
Karena sebagian ulama menilai hukumnya tidak makruh.
Akan tetapi yang lebih utama hendaknya seseorang berpuasa sebelum atau sesudah tanggal 10 Muharram.
Puasa tanggal 9 Muharram (puasa Tasu’a) lebih utama dari puasa tanggal 11 Muharram.
Baca:
Benarkah Puasa Tanggal 11 Muharram Bi’ah?

Maksudnya yang paling afdhal seseorang puasa satu hari sebelum puasa ‘Asyura. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam,

لئن بقيت إلى قابل لأصومن التاسع

Andai saya masih hidup tahun depan niscaya aku akan berpuasa tanggal 9 Muharram.”

Yaitu puasa tanggal 9 serta tanggal 10.

Sebagian ulama menyebutkan puasa ‘Asyura dapat dilakukan dengan beberapa keadaan:

Pertama,
Berpuasa satu hari sebelum atau sesudah tanggal 10.

Kedua,
Hanya puasa tanggal 10 saja.

Ketiga,
Berpuasa satu hari sebelum dan sesudah tanggal 10.

Mereka juga menyebutkan bahwa yang paling sempurna dengan (urutan sebagai berikut):
1.Puasa satu hari sebelum dan satu hari sesudahnya (puasa tanggal 9, 10 dan 11)
2.Puasa tanggal 9 dan 10.
3.Puasa tanggal 10 dan 11.
4.Puasa tanggal 10 saja.

Pendapat yang nampaknya lebih kuat bahwa menyendirikan puasa ‘Asyura (tanpa puasa sebelum dan sesudahnya) hukumnya bukanlah makruh. Akan tetapi yang lebih afdhal hendaknya ia berpuasa satu hari sebelum atau sesudahnya.

***
Sumber:ar.islamway.net
Diterjemahkan oleh Penerjemah wanitasalihah.com
Artikel wanitasalihah.com

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *