Posts Tagged: tauhid

Cinta adalah Dasar Seluruh Amal Perbuatan

Cinta adalah Dasar Seluruh Amal Perbuatan

Jika cinta merupakan dasar seluruh amal, baik yang benar maupun yang salah, maka dasar perbuatan dalam agama adalah cinta kepada Allah dan Rasulu-Nya, sebagaimana dasar perkataan agama adalah membenarkan Allah dan Rasul-Nya. Setiap keinginan yang mencegah kesempurnaan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, atau menyaingi kecintaan ini, atau kerancuan yang mencegah kesempurnaan pembenaran, maka ia bertentangan

Apa Hakikat Tauhid?

Apa Hakikat Tauhid?

Pertanyaan: Bagaimana cara mengenal hakikat tauhid dari sisi keyakinan, jalan hidup, dan amal? Jawaban: Caranya mudah, alhamdulillah. Seorang mukmin hendaklah: Mampu menilai dirinya sendiri. Teguh menapaki kebenaran. Memberi pengaruh jiwanya dengan mengaplikasikan dalil-dalil syariat dalam dirinya. Hendaknya ia berpegang teguh di atas tauhid kepada Allah dan ikhlas karena-Nya. Terus-menerus beramal berlandaskan tauhid. Mendakwahkannya, hingga ia

Apa Arti Tauhid?

Apa Arti Tauhid?

Pertanyaan: Anda mengajak (orang) menuju jalan tauhid. Apa dalil tentang kata “tauhid”? Dari mana Anda mendapat istilah tersebut? Jawaban: Terdapat banyak dalil dari kitabullah dan sunnah (hadits) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (yang mendukung penggunaan istilah tersebut). Tauhid artinya mengesakan Allah. Maksudnya, meyakini bahwa hanya Allah satu-satunya Tuhan, tidak ada sekutu bagi-Nya. Salah satu ayat yang


Apa Arti Subhanahu wa Ta’ala?

Apa Arti Subhanahu wa Ta’ala?

Assalamu ‘alaykum, Ukhti salihah.. Pernahkah kamu mendengar kata “Subhanahu wa Ta’ala”? Biasanya, kalimat itu sering digandengkan dengan nama Allah, sehingga menjadi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Terkadang, ada juga yang menyingkatnya menjadi SWT (catatan penting: tentang hukum menyingkat SWT, silakan lihat pembahasannya di http://firanda.com/index.php/artikel/fiqh/525-bolehnya-singkatan-saw-atau-aslkm-wr-wb-dan-sejenisnya-fatwa-syaikh-al-albani-rahimahullah) Subhanahu wa Ta’ala artinya “Mahasuci Dia dan Mahatinggi”. Rinciannya: Subhanahu: Mahasuci Dia

Umar bin Khattab dan Tumbal Untuk Sungai Nil

Umar bin Khattab dan Tumbal Untuk Sungai Nil

Pada suatu saat, sungai Nil di Mesir pernah kering dan tidak mengalirkan air, maka penduduk Mesir pun mendatangi ‘Amr bin Al ‘Ash radhiyallahu ‘anhu seraya mengatakan, “Wahai Amir! Sungai Nil kita ini memiliki suatu musim untuk tidak mengalir kecuali dengan tumbal.” ‘Amr pun bertanya, “Tumbal apakah itu?” Mereka menjawab, “Pada tanggal 12 di bulan seperti

Beda Tipis Kata, Beda Besar Konsekuensinya

Beda Tipis Kata, Beda Besar Konsekuensinya

Bagi kita, terkadang perbedaan pemakaian sebuah kata tidaklah berarti apa-apa. Hanya terlihat tipis perbedaannya. Namun dalam Islam,  antara satu kata dengan kata lainnya bisa memiliki konsekuensi yang demikian berbeda. Yang kita bahas kali ini adalah kata “dan” dan “kemudian“. Seseorang mungkin menganggap biasa perkataan, “Kalau bukan karena Allah dan teman-teman, saya tidak bisa berhasil di pekerjaan ini.” Padahal


Si Mata “Tembus Pandang” yang Sangat Cerdas

Si Mata “Tembus Pandang” yang Sangat Cerdas

Ini hanyalah setitik dari hikmah yang menakjubkan didalam Al-qur’an yang mulia. Sebuah kisah tentang seekor burung hud-hud yang ketika itu menjadi salah satu anggota pasukan Nabi Sulaiman ‘alaihissalaam. Diantara keistimewaan burung hud-hud yang diberikan Allah adalah penglihatan tajam untuk menyibak kegelapan bumi demi mencari sumber air didalamnya. Hal ini dijelaskan dalam riwayat Ibnu Katsir dari

Kisah Ashabul Ukhdud (Para Pembuat Parit)

Kisah Ashabul Ukhdud (Para Pembuat Parit)

Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya menyebutkan satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim berkenan dengan kisah ashabul ukhdud, dari Shuhaib radiyallahu ‘Anhu, “Ada seorang raja pada umat sebelum kalian. Ia punya tukang sihir. Ketika tukang sihir itu sudah mulai tua, ia berkata kepada raja, “Aku sudah tua, kirimkan kepadaku anak muda agar aku ajari sihir! Maka

Allah Tidak Ridha Dipersekutukan

Allah Tidak Ridha Dipersekutukan

Allah adalah satu-satunya Dzat yang berhak disembah. Allah tidak ridha dipersekutukan dengan sesuatu pun selain-Nya. Dalilnya adalah firman Allah, ِوَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.” (QS. Al-Jin: 18) Dalam ayat ini, Allah melarang untuk