Keajaiban Unta


Keajaiban Unta
Imam Al-Qurthubi menyebutkan salah satu keajaiban unta. Ketika Allah berfirman, “Di surga ada dipan-dipan yang ditinggikan” (Q.S. Al-Ghasyiyah: 13), mungkin terbayang dalam hati orang-orang Arab Badui mendengar firman tersebut tentang cara menaiki dipan-dipan yang tinggi. Imam Al-Qurthubi mengatakan bahwa Allah akan mempermudah hal itu. Dipan-dipan tersebut akan turun sendiri agar mudah dinaiki oleh penghuni surga. Hal ini dapat dilihat pada unta. Jika ada orang yang hendak menaikinya, unta akan jongkok atau membungkuk agar dapat dinaiki sebelum berdiri lagi.
Unta adalah hewan yang sangat kuat. Seandainya mengamuk, unta dapat menjadi hewan yang sangat berbahaya, bahkan dapat membunuh manusia. Namun, dengan izin Allah, unta menjadi hewan yang sangat jinak, bahkan tunduk kepada manusia yang sangat lemah. Unta menjadi hewan yang mudah ditunggangi dan dapat dibebani barang-barang yang berat di atas punggungnya. [1]
Menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Unta merupakan satu-satunya hewan yang mempunyai tiga fungsi sekaligus yang tidak terdapat pada hewan-hewan yang lain.
1. Unta berfungsi sebagai kendaraan atau tunggangan jarak jauh.
2. Unta dapat mengangkut barang-barang yang berat.
3. Daging dan susu unta bisa dimakan dan diminum.
Ketiga fungsi ini tidak terdapat pada satu hewan sekaligus, kecuali unta. Selain itu, unta dapat menempuh shahra‘ (padang pasir) yang luas. Oleh karena itu, unta dijuluki dengan safinatusshahra‘ atau “kapal padang pasir”. Unta dapat berjalan di padang pasir dan kuat tidak makan dan tidak minum selama 8 hari, bahkan sampai dua pekan. Seluruh tubuh unta diselimuti bulu-bulu yang tebal dan keras sehingga dapat bertahan pada cuaca yang panas atau dingin dalam waktu yang lama. Bagian tubuh unta yang digunakan untuk duduk juga berasal dari kulit yang sangat tebal seperti lutut, kaki, dan paha sehingga unta tidak kepanasan. Meskipun demikian, Allah menjadikan kulit unta hanya tebal di bagian tertentu saja agar tidak sulit disembelih atau dikuliti.
Salah satu keajaiban unta adalah lehernya yang panjang yang berfungsi seperti dongkrak. Apabila unta sedang mengangkut barang yang banyak, lalu beristirahat, agar ia menggunakan lehernya sebagai dongkrak agar mudah berdiri karena beban dan tubuhnya yang berat. Hal ini tidak dijumpai pada hewan lain. Unta juga memiliki punuk di punggungnya. Punuknya berfungsi sebagai tempat penyimpanan sumber makanan dan minuman. Inilah yang menjadi rahasia unta mampu bertahan lama tanpa makan dan minum.
Jika dilihat dari kakinya, kaki unta sangat panjang sehingga tubuhnya tidak terlalu merasakan panas dari bawah, atau padang pasir. Bahkan, unta mempunyai kuku-kuku yang bentuknya khas sehingga kakinya tidak akan terjebak atau terperosok ke dalam pasir. Inilah hal yang sulit dilakukan oleh hewan-hewan lain jika terjebak di padang pasir. Unta juga memiliki kelopak mata yang tembus pandang. Apabila terkena angin debu atau badai pasir, la bisa menutup matanya sambil tetap melihat sekelilingnya.
Unta pun dapat mengetahui sumber mata air dari jarak yang jauh. Jika telah menemukan sumber mata air tersebut, ia dapat menyedot 130 liter air dalam waktu 3 menit. Di samping itu, unta juga dapat meminum air laut yang tidak dapat dikonsumsi hewan lain seperti kuda atau sapi. Hal ini membuktikan bahwa unta dapat bertahan hidup sendiri di tengah gurun pasir bahkan dalam waktu yang lama.
Ada sebuah hadis Rasulullah dari sahabat Zaid bin Khalid Al-Juhani. la berkata:
“Datang seorang Badui kepada Nabi sambil bertanya kepadanya tentang apa yang ia temukan. Beliau bersabda:
عَرِ فهَا سَنَةً ثُمَّ اعْرِفْ عِفَاصَهَا وَوِكَاءَهَا فَإِنْ جَاءَ أَحَدٌ يُخْبِرُكَ بِهَا وَإِلَّا فَاسْتَنْفَقَهَا.
“Umumkan selama satu tahun. Kemudian, kenalilah tempat dan tali pengikatnya. Apabila datang seseorang memberitahukan kepadamu tentangnya, berikanlah. Jika tidak, belanjakanlah”.
la berkata, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana dengan kambing yang tersesat?” Beliau menjawab, ‘Itu milikmu atau milik saudaramu atau milik serigala.’ la berkata, ‘Bagaimana dengan unta yang tersesat?’ Maka, wajah Nabi berubah dan bersabda, ‘Apa hubungannya denganmu? la membawa sepatu dan kantong airnya. ia dapat datang ke tempat air dan makan tumbuhan sampai bertemu dengan pemiliknya. ” [2]
Susu dan air seni unta juga dapat dijadikan obat. Hal ini seperti dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari.
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَدِمَ أُنَاسٌ مِنْ عُكْلٍ أَوْ عُرَيْنَةَ فَاجْتَوَوْا الْمَدِينَةَ فَأَمَرَهُمْ النَّبِيُّ ﷺ بِلِقَاحٍ وَأَنْ يَشْرَبُوا مِنْ أَبْوَالِهَا وَأَلبَانِهَا فَانْطَلَقُوا فَلَمَّا صَحُوا قَتَلُوا رَاعِيَ النَّبِيِّ ﷺ وَاسْتَاقُوا النَّعَمَ فَجَاءَ الخَبَرُ فِي أَوَّلِ النَّهَارِ فَبَعَثَ فِي آثَارِهِمْ فَلَمَّا ارْتَفَعَ النَّهَارُ جِيءَ بِهِمْ فَأَمَرَ فَقَطَعَ أَيْدِيَهُمْ وَأَرْجُلَهُمْ وَسُمِرَتْ أَعْيُنُهُمْ وَأَلْقُوا فِي الحرَّةِ يَسْتَسْقُونَ فَلَا يُسْقَوْنَ
Dari Anas bin Malik berkata, “Beberapa orang dari ‘Ukl atau ‘Urainah datang ke Madinah. Namun, mereka tidak tahan dengan iklim Madinah sehingga mereka pun sakit. Lalu, beliau memerintahkan mereka untuk mendatangi unta dan meminum air kencing serta susunya. Mereka pun berangkat menuju kandang unta (zakat). Ketika telah sembuh, mereka membunuh penggembala unta Nabi dan membawa unta-untanya. Kemudian, berita itu pun sampai kepada Nabi menjelang siang. Maka, beliau mengutus rombongan untuk mengikuti jejak mereka. Ketika matahari telah tinggi. utusan beliau datang dengan membawa mereka. Lalu, Rasulullah memerintahkan mereka agar dihukum. Maka, tangan dan kaki mereka dipotong serta mata mereka dicongkel. Lalu, mereka pun dibuang ke padang pasir yang panas. Mereka meminta minum, tetapi tidak diberi.” [3]
Berdasarkan hadis di atas, terlihat bahwa orang-orang tersebut meminum susu dan air kencing unta sehingga mereka sehat kembali. Pada saat ini, sudah banyak penelitian dan laporan ilmiah tentang manfaat air kencing unta. Bahkan, disebutkan juga hasil penelitian yang membuktikan air kencing unta steril dan tidak mengandung racun serta penyakit bahkan bisa menyembuhkan penyakit kanker.
Unta merupakan hewan pencemburu. Jika ingin mengawini pasangannya, tidak boleh ada unta jantan lain yang menyaksikannya. Bahkan, jika ia menyaksikan ada unta lain yang mengumpuli betinanya, ia bisa bertengkar dan membunuh unta tersebut. Hal ini berbeda dengan babi yang tidak punya rasa cemburu. Jika babi telah mengumpuli betinanya, ia mempersilakan penjantan lain untuk mengumpuli betinanya. Inilah alasan seseorang yang suka mengonsumsi daging babi akan kehilangan rasa cemburunya. Hal ini berbeda jika ada seseorang yang suka mengonsumsi daging unta sehingga rasa cemburunya akan bertambah.
Unta juga mudah tunduk kepada seseorang. Jika seseorang memelihara dan memperlakukannya dengan baik, unta akan baik dan menuruti orang itu, tuannya. Namun, jika tuannya jahat dan berkelakuan buruk kepadanya, unta dapat menyimpan dendam. Bahkan, ia membalas perlakuan buruk itu dengan menyakiti tuannya. Pada intinya, unta adalah hewan yang menakjubkan. Oleh karena itulah, Allah memerintahkan kita untuk merenungi dan memikirkan penciptaan unta.
{ فَذَكِّرْ إِنَّمَآ أَنتَ مُذَكِّرٌۭ (٢١) لَّسْتَ عَلَيْهِم بِمُصَيْطِرٍ (٢٢) }
“(21) Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. (22) Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,” (QS. Al-Ghasyiyah: 21-22)
____________________________________
[1] Lihat Tafsir Ibnu Katsir 8/378.
[2] H.R. Bukhari No. 2427 dan Muslim No. 1722 (2).
[3] H.R. Bukhari No. 233.
Sumber: Tafsir Juz ‘Amma, Dr. Firanda Andirja, Lc., MA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.