Bolehkah Menindik Telinga Anak Perempuan?

Bolehkah Menindik Telinga Anak Perempuan?

Bolehkah Menindik Telinga Anak Perempuan? *** Pertanyaan: Bolehkah menindik telinga anak perempuan? Jawaban: Boleh, karena itu untuk berhias, bukan untuk menyakiti atau mengubah ciptaan Allah. Menindik telinga umum dilakukan pada masa jahiliah dan masa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tidak melarangnya. Bahkan, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabat beliau radhiyallahu ‘anhum

Apa Hakikat Tauhid?

Apa Hakikat Tauhid?

Pertanyaan: Bagaimana cara mengenal hakikat tauhid dari sisi keyakinan, jalan hidup, dan amal? Jawaban: Caranya mudah, alhamdulillah. Seorang mukmin hendaklah: Mampu menilai dirinya sendiri. Teguh menapaki kebenaran. Memberi pengaruh jiwanya dengan mengaplikasikan dalil-dalil syariat dalam dirinya. Hendaknya ia berpegang teguh di atas tauhid kepada Allah dan ikhlas karena-Nya. Terus-menerus beramal berlandaskan tauhid. Mendakwahkannya, hingga ia

Antara Awan dan Persahabatan

Antara Awan dan Persahabatan

Teman, pandanglah langit yang biru. Di sana awan berarak beriringan. Meneduhkan bumi agar tak berpenuh peluh karena sengatan mentari. Pepatah Arab mengungkapkan persahabatan dengan sepotong kalimat ringkas, اَلصَّاحِبُ سَاحِبٌ “Teman itu menarik.” Ash-shaahib saahib. Teman itu menarik, punya kekuatan mempengaruhi kawannya. Dalam bahasa Arab, awan adalah sahaab (سحاب), sedangkan sesuatu/seseorang yang menarik disebut saahib (ساحب).


10 Untaian Nasihat Fudhail bin ‘Iyadh

10 Untaian Nasihat Fudhail bin ‘Iyadh

Jangan tertipu dengan banyaknya orang yang tersesat Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata, اتبع طرق الهدى ولا يضرك قلة السالكين، وإياك وطرق الضلالة ولا تغتر بكثرة الهالكين “Ikutilah jalan hidayah dan sedikitnya orang yang menitinya tidaklah membahayakanmu. Hati-hatilah dengan jalan-jalan kesesatan dan jangan terkecoh dengan banyaknya orang yang binasa di dalam kesesatan.” (Al-I’tisham, 1:60, Asy-Syathibi) Carilah

Apa Arti Tauhid?

Apa Arti Tauhid?

Pertanyaan: Anda mengajak (orang) menuju jalan tauhid. Apa dalil tentang kata “tauhid”? Dari mana Anda mendapat istilah tersebut? Jawaban: Terdapat banyak dalil dari kitabullah dan sunnah (hadits) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (yang mendukung penggunaan istilah tersebut). Tauhid artinya mengesakan Allah. Maksudnya, meyakini bahwa hanya Allah satu-satunya Tuhan, tidak ada sekutu bagi-Nya. Salah satu ayat yang

Jika Harus Berbeda dengan Orang Tua dalam Mendidik Anak

Jika Harus Berbeda dengan Orang Tua dalam Mendidik Anak

Nasihat Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid hafizhahullah Pertanyaan: Apa yang menjadi tolak ukur bakti kepada orang tua? Tidak diragukan lagi Islam menekankan untuk berbakti kepada orang tua. Dan Allah Ta’ala menyandingkan perintah menaati orang tua dengan perintah menaati-Nya. Akan tetapi, bagaimana dengan permasalahan tentang pendidikan anak-anak? Misalnya saya meminta anakku tidak tidur terlalu cepat, karena terkadang


Ketika Muslimah Harus Bekerja, Ada Tiga Syarat

Ketika Muslimah Harus Bekerja, Ada Tiga Syarat

Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai fenomena wanita yang memutuskan untuk bekerja di luar rumah. Bagaimanakah Islam memandang permasalahan ini? Jika diperbolehkan, adakah syarat-syaratnya? Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Quran, suarat Al-Qashash: 23-26, وَلَمَّا وَرَدَ مَاء مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِّنَ النَّاسِ يَسْقُونَ وَوَجَدَ مِن دُونِهِمُ امْرَأتَيْنِ تَذُودَانِ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا قَالَتَا لَا

Kisah Nabi Yusya’ bin Nun: Nabi yang Menahan Matahari

Kisah Nabi Yusya’ bin Nun: Nabi yang Menahan Matahari

Setelah kematian Musa ‘alaihissalam dan Harun ‘alaihissalam, Allah memilih Yusya’ bin Nun ‘alaihissalam untuk meneruskan dakwah di kalangan Bani Israil. Membuka Baitul Maqdis Yusya’ bin Nun ‘alaihissalam membawa pasukan menuju Baitul Maqdis. Selama perjalanan menuju ke Baitul Maqdis, Yusya’ bin Nun ‘alaihissalam banyak menundukkan raja-raja Syam yang kafir. Dalam setiap pertempuran, Yusya’ bin Nun ‘alaihissalam

Sekilas tentang Istilah Manhaj

Sekilas tentang Istilah Manhaj

Manhaj – secara bahasa – artinya jalan. Allah Ta’ala berfirman, لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجاً “Bagi setiap umat di antara kalian, Kami berikan syir’ah (aturan) dan manhaj (jalan).” (QS. Al-Maidah: 48) Shahabat Nabi, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, menerangkan maksudnya adalah “jalan dan sunnah (tuntunan)”; lihat Mahaj As-Salaf Ash-Shalih fi Tarjih Al-Mashalih, hlm. 34, oleh Syaikh


Hukum Laki-Laki Mengucapkan Salam Kepada Wanita

Hukum Laki-Laki Mengucapkan Salam Kepada Wanita

Laki-laki boleh mengucapkan salam dan mengirim salam untuk wanita yang bukan mahramnya apabila aman dari fitnah, dan mengucapkan salam di sini tentunya tanpa disertai berjabat tangan karen berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram tidaklah dibolehkan. (Jami’ Ahkamin Nisa, Kitabul Ada, hal.76). Asma bin Yazid mengisahkan, suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lewat di masjid

Islam Itu Mudah

Islam Itu Mudah

“Mudahkanlah dan jangan mempersulit, Sampaikan kabar gembira dan jangan menakut-nakuti.” (HR. Bukhari & Muslim) *** Demikianlah nasehat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada ummatnya agar memudahkan dan jangan mempersulit apalagi membuat manusia lari dari Islam, karena tabi’at Islam itu sendiri mudah dan tidak sulit, bahkan menyenangkan bukan menakutkan, dengan syarat, tidak memudah-mudahkan dengan akal pikiran dan

Bolehkan Mengatakan “Fulan Percaya Diri”?

Bolehkan Mengatakan “Fulan Percaya Diri”?

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin di tanya: Bagaimana hukum ucapan “Fulan percaya diri” apakah hal ini tidak bertentangan dengan do’a yang berbunyi: ”Janganlah engkau sandarkan aku kepada diriku sendiri walau untuk sekejap”? Syaikh menjawab: Hal ini tidaklah mengapa, karena maksud orang yang berkata bahwa fulan percaya diri adalah sebagai penegasan, yakni bahwa dia yakin atas