Al Quran dan Hadits

Pahala Membaca Aplikasi Al Quran di Smartphone

Pahala Membaca Aplikasi Al Quran di Smartphone

Syaikh Abu Abdil Mu’iz Muhammad Ali Farkus hafidzahullah Pertanyaan: Saat ini banyak beredar ponsel pintar (smartphone) di kalangan masyarakat Islam. Ponsel ini bisa di install dengan beragam aplikasi syar’i diantaranya aplikasi yang bisa untuk membaca Al Qur’an secara sempurna seperti halnya dalam mushaf. Jika seorang qari hendak membuka aplikasi Al Qur’an apakah harus mengikuti aturan

Tafsir Surat Al Infithar (Terbelah)

Tafsir Surat Al Infithar (Terbelah)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ إِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ (١)وَإِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْ (٢)وَإِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْ (٣)وَإِذَا الْقُبُورُ بُعْثِرَتْ (٤)عَلِمَتْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ وَأَخَّرَتْ (٥)يَا أَيُّهَا الإنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ (٦)الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ (٧)فِي أَيِّ صُورَةٍ مَا شَاءَ رَكَّبَكَ (٨)كَلا بَلْ تُكَذِّبُونَ بِالدِّينِ (٩)وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ (١٠)كِرَامًا كَاتِبِينَ (١١)يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ (١٢)إِنَّ الأبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ (١٣)وَإِنَّ

Renungi Rasa Takut Gunung, Tidakkah Hati Kita Lebih Lembut Darinya?

Renungi Rasa Takut Gunung, Tidakkah Hati Kita Lebih Lembut Darinya?

Allah ta’ala berfirman, لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الأمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ (٢١) ”Kalau sekiranya kami menurunkan Al Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kami akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah”. (Qs. Al Hasyr: 21) Didalam tafsirnya, Ibnu Katsir mengatakan ”Maksudnya gunung yang


Si Mata “Tembus Pandang” yang Sangat Cerdas

Si Mata “Tembus Pandang” yang Sangat Cerdas

Ini hanyalah setitik dari hikmah yang menakjubkan didalam Al-qur’an yang mulia. Sebuah kisah tentang seekor burung hud-hud yang ketika itu menjadi salah satu anggota pasukan Nabi Sulaiman ‘alaihissalaam. Diantara keistimewaan burung hud-hud yang diberikan Allah adalah penglihatan tajam untuk menyibak kegelapan bumi demi mencari sumber air didalamnya. Hal ini dijelaskan dalam riwayat Ibnu Katsir dari