Pesan Atha’ bin Abi Rabah untuk Generasi Sekarang


Atha bin Abi Rabah

Siapakah Beliau?

Beliau adalah tabi’in (generasi setelah generasi sahabat ridhwanullah ‘alaihim yang mulia) yang Allah muliakan semenjak ia pijakkan kakinya di atas jalan ilmu. Beliau dahulunya adalah seorang budak. Ketika majikannya mengetahui bahwa budaknya telah menjual dirinya sendiri untuk Allah, menghabiskan hidupnya untuk menuntut ilmu, ia pun membebaskannya.

Ia belajar langsung kepada Abu Hurairah, ‘Abdullah bin Umar, ‘Abdullah bin ‘abbas, ‘Abdullah bin Zubair dan sahabat yang lain. Dadanya dipenuhi ilmu fikih dan riwayat dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Direkomendasikan oleh Sahabat ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma

Diriwayatkan bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar berkunjung ke Makkah untuk melakukan umrah. Orang-orang pun mengerumuninya, bertanya dan meminta fatwa darinya. Beliau lalu berkata: “Sungguh aku sangat heran kepada kalian, wahai penduduk Makkah. Kalian berkumpul di hadapanku, bertanya berbagai permasalahan dan persoalan, padahal ‘Atha’ bin Abi Rabah berada di tengah-tengah kalian,” Kata beliau.

Rahasia kesuksesan ‘Atha’ binAbi Rabah dalam hal ilmu dan agama:

Pertama, dia mampu mengendalikan jiwanya, sehingga tidak memberikan kesempatan untuk sibuk dalam urusan yang tidak ada manfaatnya.
Kedua, ia mampu mengatur waktunya sehingga tidak menyia-nyiakannya untuk pembicaraan dan perbuatan yang tidak berguna.

Diantara Perkataan Beliau Yang Cocok Untuk Kita Dizaman Sekarang

Muhammad bin Suqah pernah bercerita kepada orang-orang yang mengunjunginya, “Maukah aku ceritakan untuk kalian, semoga bermanfaat sebagaimana kami mendapatkan manfaat darinya?”
“Tentu, kami mau,” jawab mereka.
Ia melanjutkan, “Suatu hari, ‘Atha’ bin Abi Rabah menasihatiku, ‘Wahai anak saudaraku, sesungguhnya orang-orang sebelum kita membenci ucapan yang berlebihan.’
‘Apa maksud ucapan yang berlebihan menurut mereka?’ tanyaku penasaran. `Semua ucapan mereka anggap berlebihan selain membaca dan memahami Kitabullah, membaca hadits Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan dan yang diketahui, memerintahkan perbuatan baik dan melarang perbuatan mungkar, membaca ilmu yang bisa mendekatkan diri kepada Allah ﷻ, atau berucap sesuai dengan kebutuhan dan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan,` ucapnya sembari memerhatikan raut mukaku.

‘Apakah engkau mengingkari firman Allah ﷻ,

وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ. كِرَامًا كَاتِبِينَ

“Padahal sesungguhnya ada malaikat yang senantiasa mengawasi kalian, yang mulia lagi mencatat amal perbuatan mereka.” (Qs. Al-Infithar: 10–11)

Sesungguhnya ada dua malaikat yang menyertai kalian,

إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ. مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Seorang malaikat yang duduk di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri. Tidak ada satu ucapan yang keluar melainkan di dekatnya ada malaikat yang selalu hadir.” (Qs. Qaf: 17–18)

Ia melanjutkan, “Apakah salah seorang dari kita tidak merasa malu ketika pada catatan amalan yang ia kerjakan sepanjang siang ada perbuatan yang tidak ada hubungannya dengan urusan agama dan dunianya?”

***

Beliau juga menasihati Amirul Mukminin Hisyam bin Abdul Malik, “Bertakwalah kepada Allah ﷻ atas diri Anda, wahai Amirul Mukminin! Ketahuilah, Anda diciptakan seorang diri. Anda pun akan mati seorang diri, lalu dikumpulkan seorang diri juga. Bahkan, Anda akan dihisab dan dihitung seorang diri. Demi Allah, tidak akan ada seorang pun yang menyertai Anda. Tidak ada seorang pun yang akan Anda lihat.”

Hisyam pun tersungkur ke tanah, dengan isak tangis.

Akhir Hayat Beliau

Beliau dikaruniai umur panjang hingga mencapai seratus. Umur tersebut dipenuhi dengan ilmu, amal, kebaikkan dan takwa. Ia menyucikannya dengan zuhud terhadap apa yang dimiliki oleh manusia dan hanya mengharap pahala disisi Allah. Begitu ajal menjemput, alangkah ringan beban dunia yang ia tanggung karena banyaknya bekal amalan akhirat yang telah ia siapkan.

______________________
Disarikan dari Buku “Sirah Tabi’in: Kisah-Kisah Menakjubkan dari Perjalanan Hidup Generasi Terbaik Kedua Umat Islam” Dr. Abdurrahman Ra’fat Basya, Penerbit At Tuqa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.