Keutamaan Menyebarkan Salam, Memberi Makan, dan Shalat Malam Dari ‘Abdullah bin Salam radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أيُّهَا النَّاسُ : أَفْشُوا السَّلامَ ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ ، تَدْخُلُوا الجَنَّةَ بِسَلاَمٍ “Wahai manusia, tebarkanlah salam, bagikanlah makanan, dan shalatlah pada waktu malam ketika orang-orang sedang tidur, niscaya kalian pasti masuk surga dengan selamat.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadits ini hasan sahih). Hadits ini mengandung tiga hal: 1. Menyebarkan Salam (أفشوا السلام) Menyebarkan salam adalah amalan yang sederhana, tetapi memiliki keutamaan besar hingga menjadi sebab masuk surga. Disunnahkan mengucapkan salam, baik kepada orang yang dikenal maupun yang tidak dikenal. Menjawab salam hukumnya wajib, sedangkan memulai salam hukumnya sunnah. Salam dapat menghilangkan prasangka buruk (su’uzhan) dan menumbuhkan rasa aman serta kasih sayang. “As-Salam” adalah salah satu nama Allah, sehingga salam mengandung doa keselamatan. Memberi salam termasuk hak seorang muslim atas muslim lainnya. Catatan: Kepada non-muslim, tidak dianjurkan memulai salam. Jika mereka memberi salam terlebih dahulu, maka jawabannya cukup: “Wa ‘alaikum” Atau bisa juga: “Assalamu ‘ala man ittaba‘al huda” (keselamatan bagi yang mengikuti petunjuk) 2. Memberi Makan (وأطعموا الطعام) Memberi makan termasuk amalan yang sangat mulia. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Termasuk bentuknya: memberi makan, membantu kebutuhan, dan meringankan kesulitan orang lain. Membantu melunasi hutang orang lain juga termasuk amal yang besar pahalanya. Infak terbaik adalah kepada kerabat, karena selain sedekah juga menyambung silaturahmi. 3. Shalat Malam (وصلوا بالليل) Shalat malam adalah ibadah yang istimewa. Yaitu semua shalat sunnah yang dilakukan setelah Isya hingga sebelum Subuh. Termasuk di dalamnya: shalat tahajud, witir, dan juga rawatib setelah Isya. Shalat malam adalah bentuk cari perhatian seorang hamba kepada Rabbnya, terutama shalat di sepertiga malam terakhir. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ اْلآخِرُ، يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرُ لَهُ “Rabb kami Tabaaraka wa Ta’alaa turun ke langit dunia pada setiap malam ketika tinggal sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: ‘Barangsiapa yang berdo’a kepadaKu, niscaya akan Aku kabulkan do’anya, barangsiapa yang meminta kepadaKu, niscaya Aku akan penuhi permintaannya, dan barangsiapa yang memohon ampunan kepadaKu, maka Aku akan mengampuninya.’” (HR. Bukhari dan Muslim) Salah satu keistimewaan seorang muslim adalah berdoa dan meminta langsung kepada Allah, tanpa perlu perantara. Terutama dimalam hari ketika manusia terlelap dan Allah turun ke langit dunia, doa nya akan menjadi doa mustajab. ** Febrina Astarina dan redaksi Wanitasalihah.Com May 11, 2026 by WanitaSalihah 0 comments 11 viewson Adab, Aklak, dan Doa Share this post Facebook Twitter Google plus Pinterest Linkedin Mail this article Print this article Tags: Keutamaan Memberi makan, Keutamaan menyebarkan salam, keutamaan shalat malam Previous: Teh Hijau dan Teh Hitam Bisa Menghambat Penyerapan Zat Besi