Menjauhi Maksiat di Bulan Haram


Menjauhi Maksiat di Bulan Haram

Syaikh Salih Al ‘Usahaimiy hafidzahullaah berkata,

مِن تعظيم شعائر الله، وإجلالِ حُرمةِ الشَّرع؛ اجتنابُ المعاصي في الأَشهر الحُرُم الأربعة: ذي ‏القَعدة وذي الحِجَّة ‏والمحرَّم ورجبٍ

Diantara bentuk pengagungan terhadap syiar-syiar Allah dan penghormatan terhadap kemuliaan syariat adalah dengan menjauhi maksiat di bulan-bulan haram yang empat:

  • Dzulqo’dah
  • Dzulhijjah
  • Muharram
  • Rajab

 

، قال اللّه تعالى: إِنَّ عِدَّةَ الشُّهورِ عِندَ اللَّهِ اثنا عَشَرَ شَهرًا في كِتابِ اللَّهِ يَومَ خَلَقَ السَّماواتِ وَالأَرضَ مِنها أَربَعَةٌ حُرُمٌ ذلِكَ الدّينُ القَيِّمُ فَلا تَظلِموا فيهِنَّ أَنفُسَكُم

Allah Ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauhul Mahfudz) pada hari Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kalian menzalimi diri kalian pada bulan-bulan itu.” (Qs. At Taubah: 36)

فلا تنتهكوا حُرمتَها، ولا تمحوا من نفوسكم هيبَتَها

Janganlah engkau langgar kemuliaannya dan jangan pula engkau hapus pengagungan terhadapnya dari diri-diri kalian.

وَاتَّقوا يَومًا تُرجَعونَ فيهِ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفسٍ ما كَسَبَت وَهُم لا يُظلَمونَ

“Dan takutlah kalian kepada suatu hari yang pada hari itu kalian akan dikembalikan kepada Allah. Kemudian setiap jiwa akan diberi balasan secara sempurna atas apa yang telah dikerjakannya, dan mereka tidak dizalimi.” (Qs. Al Baqarah: 281)

Kemaksiatan adalah kedzaliman terhadap diri

Syaikh Ibnu Ustaimin rahimahullaah berkata,

ظلم الإنسان نفسه هو ظلمها بالمعاصي، فأي معصية يفعلها العبد إما ترك واجب أو فعل محرم فهو ظلم لنفسه؛ لأن النفس أمانة عندك يجب عليك رعايتها بأحسن رعاية، فإذا جعلتها ترتع في المعاصي فإنك لا تكون محسنا لها بل تكون ظالما لها

Kedzaliman manusia terhadapa dirinya sendiri adalah dengan melakukan kemaksiatan. Semua bentuk kemaksiatan yang dilakukan hamba, baik dengan meninggalkan kewajiban atapun melakukan perkara haram, masuk dalam kategori kedzaliman terhadap diri sendiri.

Karena jiwamu adalah amanah yang dititipkan padamu, engkau berkewajiban menjaganya dengan sebaik-baik penjagaan.

Namun tatkala engkau biarkan jiwamu bersenang-senang diatas kemaksiatan maka engkau bukanlah orang yang berbuat baik padanya, bahkan engkau adalah orang yang medzaliminya. (At-Ta’liq Alal Muntaqa, Jilid 1 hal. 395)

اللَّهمَّ رحمتك وعفوك

“Ya Allah kami memohon rahmatMu dan ampunanMu.”

***
Disusun Tim Wanitasalihah.com
Sumber: At-Ta’liq Alal Muntaqa, Syaikh Muhammad Salih Al Ustaimin
https://t.me/alosyme

Artikel wanitasalihah.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.