Haruskah Suami Menerima Gugatan Cerai Istri?

Haruskah Suami Menerima Gugatan Cerai Istri?

Pertanyaan: Jika terjadi sesuatu yang mendorong seorang istri untuk mengajukan khulu’ (gugatan cerai) dan dia telah mengangkat perkaranya kepada hakim syar’i , maka apakah suami wajib mengabulkan tuntutannya dan menceraikannya? Jawab: Mayoritas ulama berpendapat bahwa suami tidak wajib menerima gugatan cerai istrinya, akan tetapi sifatnya hanya dianjurkan saja untuk menerima gugatan cerai tersebut dan menerima

Tidak Akan Datang Suatu Jaman Kecuali Lebih Buruk dari Sebelumnya

Tidak Akan Datang Suatu Jaman Kecuali Lebih Buruk dari Sebelumnya

Penggabungan antara sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, yaitu “Tidaklah suatu jaman datang melainkan jaman setelahnya lebih buruk dari jaman sebelumnya”  dengan tersebarnya realitas keadaan. Pertanyaan: Syaikh yang mulia, bagaimana menggabungkan antara sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, yaitu ” Tidak ada suatu jaman yang datang kecuali (jaman) yang setelahnya lebih buruk dari sebelumnya”; dengan

Hikmah Allah Menciptakan Syahwat pada Diri Manusia

Hikmah Allah Menciptakan Syahwat pada Diri Manusia

Oleh: Saami ibn Khalid Al-Hamuud Jenis-jenis makhluk ditinjau dari sisi keberadaan syahwat Di antara hal yang mengagumkan dari makhluk Allah Ta’ala, bahwasanya Dia menciptakan makhluk menjadi tiga kelompok dilihat dari sisi adanya syahwat. Ibnul Qayyim rahimahullaahu Ta’ala berkata, “Qatadah berkata, خلق الله سبحانه الملائكة عقولا بلا شهوات ، وخلق البهائم شهوات بلا عقول ، وخلق


Apakah Benar Harta Anak Milik Ayahnya?

Apakah Benar Harta Anak Milik Ayahnya?

Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid hafidzahullah Pertanyaan: Ayahku selalu mengutip hadits, “Engkau dan hartamu milik ayahmu“, atau “Seorang anak tidak memiliki kepemilikan layaknya kepemilikan ayahnya.” Apakah hal ini benar? Apakah ini berarti bahwa ayah berhak untuk mengambil apa yang dia inginkan meskipun itu bertentangan dengan keinginan anak ? Aku mengetahui bahwa wajib bagi anak

Aturan Bercumbu dengan Istri yang Sedang Haid

Aturan Bercumbu dengan Istri yang Sedang Haid

Oleh: Syaikh Khalid Abdul Mun’im Ar Rifai Pertanyaan: Saya menikah sejak dua bulan yang lalu. Di tengah masa haid, suami saya mencumbui saya, dan saya (hanya) memakai sarung di atas kemaluan saya. Akan tetapi suami saya terus menerus mencumbui saya sampai menyelesaikan syahwatnya. Apakah perbuatan ini haram? Jawaban: الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله،

Apakah Lafal “Mabruk” untuk Mendoakan Keberkahan Itu Salah?

Apakah Lafal “Mabruk” untuk Mendoakan Keberkahan Itu Salah?

Fatwa Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. Pertanyaan: Bagaimana hukumnya ucapan selamat dengan lafal “mabruuk“, padahal kata “mabruuk” itu diambil dari kata “buruuk” (bentuk masdar dari kata baraka yang artinya menderum), seperti bila kita katakan “baraka al jamalu” (Unta menderum). Sedangkan itu bukan seperti makna  kata “mubaarak” yang diambil dari kata “barakah” (berkah)? Jawaban: Kata “mabruuk”


Jadilah Orang Tua yang Penuh Kasih Sayang

Jadilah Orang Tua yang Penuh Kasih Sayang

Memberikan perhatian pada sisi kasih saying anak adalah hal yang sangat penting dalam rangka membangun kepribadian anak. Inilah cara yang dapat memperkuat hubungan anak dengan keluarganya dan mendorong anak untuk berbakti kepada orang tuanya. Sebaliknya, menganggap remeh sisi kasih sayang anak akan melahirkan kebencian dalam diri anak dan melemahkan hubungan antara anak dengan keluarga sehinga

Ayat yang Membuat Umar Menangis

Ayat yang Membuat Umar Menangis

Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu selalu menghidupkan Al Quran dalam setiap gerak dan diamnya. Suatu ketika ia melewati rumah ibadah milik seorang rahib. Ia pun memanggilnya, “Hai Rahib!” Dan si rahib pun muncul. Umar memandangnya lalu menangis. Ada seseorang yang menanyakan, “Wahai Amirul Mukminin, apa gerangan yang membuatmu menangis dari orang ini? Ia menjawab, “Aku

Umar Sakit Karena Mendengar Sebuah Ayat!

Umar Sakit Karena Mendengar Sebuah Ayat!

Diriwayatkan dari Hisyam bin Al Husain, ia menceritakan, “Suatu ketuka Umar melewati sebuah ayat dalam wiridnya. Maka ayat itu membuatnya ketakutan – di dalam riwayat lain: membuatnya tercekik-, lalu ia menangis sampai jatuh. Ia pun tinggal di rumahnya satu atau dua hari sampai ia dijenguk. Para sahabat mengira ia sakit.” (Syu’ab Al Iman, Al Baihaqi,


Umar Tunduk pada Kitabullah

Umar Tunduk pada Kitabullah

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Suatu ketika Uyainah bin Hishn bin Hudzaifah bin Badr datang dan singgah di rumah anak saudaranya (keponakan), Al Hurr bin Qais bin Hishn. Keponakannya itu termasuk orang yang dekat dengan Umar radhiyallahu ‘anhu. Para qura’ (ahli baca Quran) yang menjadi anggota majelis musyawarahnya Umar, baik orang yang

Utsman dan Perbekalan Perang Tabuk

Utsman dan Perbekalan Perang Tabuk

Dermawan adalah salah satu sifat Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu yang menonjol. Tatkala tiba waktu untuk mempersiapkan pasukan dalam perang Tabuk, saat itu bertepatan dengan hari-hari yang teramat panas. Keadaan ini menyulitkan kaum muslimin dalam mempersiapkan pasukan perang. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi hasungan kepada mereka agar bersedia membantu mempersiapkan pasukan. Beliau berkata,

Malaikat Pun Malu Terhadapnya

Malaikat Pun Malu Terhadapnya

Malu merupakan sifat mulia dan akhlak yang tinggi yang tidak dimiliki kecuali oleh orang shalih lagi beruntung. Sungguh Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu memiliki akhlak yang indah ini. Aisyah radhiyallahu ‘anha mengisahkan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang berbaring di rumahnya, dan kedua betis beliau tersingkap. Saat itu, Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu meminta izin untuk