Membersihkan Tempat Sujud Ketika Shalat

Membersihkan Tempat Sujud Ketika Shalat

Imam Bukhari rahimahullah meriwayatkan dari Mu’aiqib radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada orang yang meratakan (membersihkan) debu ketika ia sujud, “Jika engkau terpaksa melakukan, lakukanlah sekali saja” (Fathul Bari III/79) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda, “Janganlah engkau mengusap (meratakan atau membersihkan debu), sementara engkau sedang shalat. Jika terpaksa

Jangan Terpedaya Dengan Gemerlap Dunia

Jangan Terpedaya Dengan Gemerlap Dunia

Allah Ta’ala berfirman يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ “Wahai manusia, Sesungguhnya janji Allah adalah benar, Maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah setan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.” (Qs Fathir: 5) Yakni, bangkit setelah mati, pahala dan hukuman pada hari

Siapakah yang Lebih Utama Antara Aisyah dan Khadijah?

Siapakah yang Lebih Utama Antara Aisyah dan Khadijah?

Para ulama berbeda pendapat tentang siapakah yang lebih utama antara Aisyah dan Khadijah. Sebagian ulama berpendapat, Khadijah lebih utama karena dia memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak disamai oleh Aisyah. Sebagian lagi berpendapat, justru Aisyah lah yang lebih utama, berdasarkan hadits  “Keutamaan Aisyah atas semua wanita bagaikan keutamaan tsarid (makanan jenis bubur yang sangat lezat) atas semua


Kehidupan Dunia Hanyalah Perhiasan yang Menipu

Kehidupan Dunia Hanyalah Perhiasan yang Menipu

Allah Ta’ala berfirman dalam mensifati kehidupan dunia dan hakekatnya,  وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ “Kehidupan dunia hanyalah kesenangan (al mataa’) yang memperdaya (al ghuruur).” (Qs. Al Imran: 185) Al Mataa’ adalah sesuatu yang menjadi perhiasan, yaitu sesuatu yang mendatangkan manfaat, kemudian menghilang dan tidak kekal bagi manusia. Al ghuruur adalah tipuan. (Tafsir Al Qurthubi)

Jangan Meratapi Apa yang Hilang

Jangan Meratapi Apa yang Hilang

Jangan meratapi kenikmatan yang hilang dari kita. Karena, apa yang ada pada kita lebih banyak daripada apa yang hilang dari kita. Sebenarnya bagian dari dunia dan kebutuhan hidup primer yang telah kita miliki itu lebih dari 80% dan kita hanya kekurangan sekitar 20% saja. Jadi mengapa kita harus meratapi kekurangan kita dan tidak mensyukuri apa

Ketika Pernikahan Mulai Berjalan Begitu-Begitu Saja

Ketika Pernikahan Mulai Berjalan Begitu-Begitu Saja

Dalam perjalanan sebuah biduk pernikahan, dengan berlalunya waktu, tak jarang kehidupan terasa menjadi sebuah rutinitas yang begitu-begitu saja. Pulang ke rumah sekedar menjadi  rutinitas bagi suami, tak lagi seperti dulu, rumah selalu menjadi tempat yang dirindukan. Begitu juga dengan istri, kedatangan suami tak lagi menjadi sesuatu yang spesial baginya. Semuanya sekedar menjalankan tugas dan rutinitas.


Tersenyumlah

Tersenyumlah

Tatkala kita bermuka masam lalu bertemu dengan seseorang, kemudian orang tersebut tersenyum dan mengucapkan salam dengan ramah kepada kita, maka perhatikanlah dampak dari senyum yang dilemparkan kepada kita. Kemudian cobalah kita melakukan hal yang serupa, maka kebahagiaan akan tersembul di hati kita. Senyum memiliki pengaruh besar dalam menghisap kemarahan, kesehihan dan kegundahan! Dari Abu Dzar,

Perhiasan Dunia Itu Sedikit dan Akan Hilang

Perhiasan Dunia Itu Sedikit dan Akan Hilang

Sebanyak apapun perhiasan dunia, tetap saja sedikit jika dibandingkan dengan kenikmatan yang Allah Ta’ala siapkan di akhirat bagi hamba-hamba-Nya yang bertaqwa. Allah Ta’ala berfirman, فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلا قَلِيلٌ “Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.” (Qs. At Taubah: 38) yakni, sekiranya perhiasan dunia itu dibandingkan

Menjaga Lisan dari Pembicaraan yang Berlebihan

Menjaga Lisan dari Pembicaraan yang Berlebihan

Seorang muslim hendaknya menjaga lisannya dari pembicaraan berlebihan yang tidak ada manfaatnya. Jika telah menyampaikan maksudnya dengan kalimat pertama, lalu mengucapkan dua kalimat, maka kalimat kedua ini berarti berlebihan. Allah ta’ala berfirman لا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلاحٍ بَيْنَ النَّاسِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاةِ اللَّهِ فَسَوْفَ


Bagaimana Penghuni Neraka “Mengemis” Belas Kasih dari Allah?

Bagaimana Penghuni Neraka “Mengemis” Belas Kasih dari Allah?

Allah ta’ala berfirman وَقَالَ الَّذِينَ فِي النَّارِ لِخَزَنَةِ جَهَنَّمَ ادْعُوا رَبَّكُمْ يُخَفِّفْ عَنَّا يَوْمًا مِنَ الْعَذَابِ “Orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahannam, ‘Mohonkanlah kepada Rabb-mu (Tuhanmu) supaya dia meringankan azab yang menimpa kami, barang sehari.’” (QS. Ghafir [Al-Mu’min]: 49) Ada beberapa pelajaran dari ayat ini, Pertama. Mereka (penghuni neraka) tidak langsung

Jangan Tertipu! Kenali Ciri-Ciri Dukun!

Jangan Tertipu! Kenali Ciri-Ciri Dukun!

Kita perlu mengenali ciri-ciri dukun atau para normal secara terperinci supaya jelas dan orang awam tidak mudah terkecoh, sehingga umat manusia selamat dari tipu muslihat dan makar mereka. Allah ta’ala berfirman (yang artinya) “Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya).” (Qs. Yunus: 82) Para dukun seolah-olah menunjukkan

Kupas Tuntas Kronologi Pembunuhan Husain radhiyallahu ‘anhu

Kupas Tuntas Kronologi Pembunuhan Husain radhiyallahu ‘anhu

1. Pembaiatan Yazid dan penolakan al-Husain radhiyallahu ‘anhu untuk membai’atnya serta keluarnya al-Husain dari Makkah menuju Kufah. Yazid di bai’at menjadi khalifah pada tahun 60 H. Umurnya ketika itu 34 tahun. Namun al-Husain dan ‘Abdullah bin az-Zubair radhiyallahu ‘anhuma belum membai’atnya, padahal keduanya berada di Madinah. Ketika keduanya diminta membai’at Yazid, Abdullah bin az-Zubair berkata