Mengenai Panjang Umur


Suatu hari aku berdoa seraya berkata, “Ya Allah, capaikanlah untukku ilmu dan amal yang aku angankan. Panjangkanlah umurku agar aku bisa mencapai apa yang aku suka dari hal itu. ” Tiba-tiba ada bisikan iblis yang menentangku yang mengatakan “Lalu apa? bukankah setelah itu juga mati? Lalu apa gunanya panjang umur?!”

Aku katakan kepada iblis,”Hai Dungu! Kalaulah engkau memahami apa yang terkandung dalam permohonanku ini, niscaya engkau akan tahu bahwa itu bukanlah hal yang sia-sia. Bukankah setiap hari ilmu dan pengetahuanku bertambah sehingga semakin banyak buah dari yang kutanam, lalu aku mensyukuri pada hari aku menuainya? Apakah aku menjadi gembira kalau aku mati semenjak 20 tahun yang lalu? Demi Allah, sekali-kali tidak! Karena dulu aku tidak mengetahui Allah ta’ala dengan sepuluh persen saja dari pengetahuanku tentang-Nya hari ini. Dan itu semua adalah buah dari kehidupan, dimana dalam kehidupan itu aku dapat mendapatkan dalil-dalil tentang keesaan Allah, bisa naik mengentaskan diri dari jurang taqlid menuju bashiroh, mengetahui ilmu. Aku pun tahu berbagai ilmu yang bisa menambah kedudukanku dan jiwaku menjadi semakin berkilau bagai permata. Kemudian bertambah pula apa yang aku tanam untuk akhiratku, dan perniagaanku pun semakin kuat dalam menyelamatkan kaum pelajar yang telah mempertaruhkan diri mereka.”

Allah telah berfirman kepada Sayyidul Anbiyaa;

“Dan katakanlah (Muhammad) ‘Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan’. (Qs. Thaha : 114)

Dalam shahih muslim dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda

“Tidaklah umur seorang mukmin menambahkan kepadanya kecuali kebaikkan.” HR Muslim 2682

Duhai..andai saja aku bisa mencapai umur Nabi Nuh; karena ilmu itu banyak. Dan tiap kali satu ilmu diperoleh oleh seseorang, maka itu akan mengangkat derajat dan mendatangkan manfaat

Ibnu Jauzy – Shaidul Khatir

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *