Mandi Junub Setelah Azan Subuh, Puasa Sah atau Tidak?


mandi junub setelah azan subuh

# Fatwa Syaikh Khalid Abdul Mun’im Ar-Rifa’i

Pertanyaan:

Bolehkah seseorang sengaja menunda mandi junub atau pun mandi wajib (setelah suci dari haid) sampai terbit fajar, pada bulan Ramadhan?

Jawaban:

Alhamdulillah. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan semua orang yang mengikuti jejaknya.

Amma ba’du.

Jumhur (mayoritas) ulama fikih – yaitu para imam empat mazhab – berpendapat bahwa sengaja menunda mandi junub atau mandi suci hingga setelah terbit fajar tidaklah mempengaruhi sah atau tidaknya puasa. Demikian itu adalah pendapat Ats-Tsauri, Al-Auza’i, Al-Laits, Ushaq, Abu Ubaidah, Daud, dan ulama Mazhab Zhahiri. Adapun para sahabat yang berpendapat demikian adalah Ali bin Abi Thalib, Ibnu Mas’ud, Zaid, Abu Darda’, Abu Dzar, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Aisyah, dan Ummu Salamah.

Sama saja, baik mandi tersebut ditunda secara sengaja atau karena lupa. Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan Aisyah dan Ummu Salamah radhiyallahu ‘anhuma, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memasuki waktu subuh dalam keadaan junub karena berjima’. Kemudian (setelah waktu subuh tiba) beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mandi dan berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat Muslim yang diriwayatkan dari Ummu Salamah, ada tambahan redaksi hadits, “Dan beliau tidak meng-qadha (puasa pada hari tersebut).”

Imam Malik – dalam Al-Muwaththa’ – dan selain beliau meriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa dia (Aisyah) berkata, “Seorang lelaki berhenti di pintu lalu berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam – sedangkan aku ikut mendengar, ‘Wahai Rasulullah, aku masih junub ketika masuk waktu subuh, padahal aku ingin berpuasa.’

Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Aku juga pernah pada subuh, tengah junub dan aku ingin berpuasa. Maka aku pun mandi dan berpuasa.’

Laki-laki itu berkata lagi, ‘Wahai Rasulullah, Anda tidak sama seperti kami. Allah telah mengampuni dosa-dosa Anda yang telah lampau maupun yang akan datang.’

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun marah, dan beliau bersabda, ‘Demi Allah! Aku sangat berharap agar aku menjadi orang yang paling takut kepada Allah dibandingkan kalian semua. Aku yang paling tahu dengan aturan yang bisa membuat aku bertakwa.’”

Al-Hafizh berkata dalam Fathul Bari, “Al-Qurthubi menjelaskan, ‘Dalam hadits ini terdapat dua pelajaran:

  1. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berjima’ (pada malam hari) bulan Ramadhan, kemudian beliau menunda mandi junub hingga fajar terbit; itu menunjukkan bahwa hal tersebut (menunda mandi junub hingga subuh tiba adalah hal yang mubah/boleh dilakukan).
  2. Yang beliau shallallahu ‘alaihi wasallam lakukan adalah berjima’, bukan mimpi basah; beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mungkin bermimpi basah karena mimpi basah itu datang dari setan, sedangkan beliau ma’shum (terjaga) dari hal tersebut.’”

Demikian pula, puasa tetap sah bila haid seorang wanita telah berhenti sebelum fajar terbit (sebelum waktu subuh) sedangkan dia baru mandi suci setelah fajar terbit (setelah waktu subuh tiba). Imam Malik berkata dalam Al-Mudawanah, “Jika seorang wanita melihat masa haidnya telah selesai sebelum terbit fajar (sebelum waktu subuh) kemudian dia mandi setelah terbit fajar (waktu subuh telah tiba), maka puasanya sah.”

An-Nawawi rahimahullah berkata, “Para ulama di negeri ini bersepakat bahwa puasa seseorang yang junub tetap sah, baik itu junub karena jima’ maupun karena mimpi basah. … Adapun jika darah haid dan darah nifas berhenti pada malam hari kemudian fajar terbit sebelum si wanita mandi suci maka puasanya tetap sah dan dia wajib berpuasa sehari penuh. Sama saja apakah dia menunda mandi karena sengaja, lupa karena adanya uzur, atau karena alasan lain. Sebagaimana orang yang junub. Inilah mazhab kami dan mazhab para ulama semuanya. Kecuali ada beberapa riwayat dari sebagian salaf, yang kami tidak ketahui keshahihan riwayat ini.”

Berdasarkan pemaparan di atas, (telah jelaslah) bahwa seseorang boleh menunda mandi junub atau mandi suci (dari haid) hingga fajar terbit (masuk waktu subuh) pada bulan Ramadhan. Namun kami ingatkan kepada Saudari Penanya bahwa seseorang tidak boleh menunda mandi (mandi junub atau pun mandi suci) hingga matahari terbit, karena dia akan melewatkan shalat subuh. Yang demikian itu sudah pasti hukumnya. Wallahu a’lam.

Sumber: http://ar.islamway.net/fatwa/30463

*

Diterjemahkan oleh Tim Penerjemah WanitaSalihah.Com
Murajaah: Ustadz Ammi Nur Baits

Artikel WanitaSalihah.Com

***

حكم تأخير غُسل الجنابة إلى طلوع الفجر
في رمضان
خالد عبد المنعم الرفاعي
السؤال: هل يجوز تأخير غُسل الجنابة إلى طلوع الفجر[ ] , وكذلك غُسل الحيض[ ] في رمضان[ ] ؟
الإجابة: الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصَحْبِه ومن والاه، أمَّا بعدُ:
فقد ذهب جمهور الفقهاء من الأئمَّة الأربعة إلى أنَّ تأخير الغسل[ ] من الجنابة أو من الحَيْضِ إلى ما بعدَ طلوع الفجر[ ] لا يُؤثّر في صحَّة الصيام[ ] ، وبه قال الثوريّ، والأوزاعيّ، والليثُ، وإسحاق، وأبو عبيدة، وداود وأهل الظاهر، ومن الصحابة[ ] : عليُّ بن أبي طالب، وابنُ مسعود، وزيدٌ، وأبو الدرداء، وأبو ذرٍّ، وابنُ عُمَرَ، وابنُ عباس، وعائشة، وأم سلمة.

ولا فرقَ بين تأخير الغُسْلِ عمدًا أوْ سهوًا؛ لما ورد عن عائشة[ ] َ وأمِّ سلمة رضي الله عنهما: “أنَّ النبي[ ] َّ صلى الله عليه وسلم كان يُصبح جُنُبًا من جماعٍ ثم يغتَسِلُ ويصوم” (متفق عليه)، وزاد مسلم في حديث أم سلمة: ولا يقضي.

و(روى مالك في الموطأ وأحمد وأبو داود) وغيرهم عن عائشة أنَّها قالت: “إن رجلا قال لرسول الله صلى الله عليه وسلم وهو واقف على الباب -وأنا أسمع-: يا رسول الله، إني أصبح جنبا، وأنا أريد الصيامَ؟ فقال صلى الله عليه وسلم: “وأنا أُصبح جُنُبًا وأنا أريد الصيام، فأغْتسِلُ وأصوم” فقال له الرجل: يا رسول الله، إنك لست مثلنا! قد غَفَرَ الله لك ما تقدَّم من ذنبك وما تأخر، فغضب رسول الله صلى الله عليه وسلم وقال: والله إني لأرجو أن أكون أخشاكم لله، وأعلمكم بما أتقي”.
قال الحافظ في (الفتح): قال القرطبي: في هذا فائدتان:
إحداهما: أنه كان يُجامع في رمضان[ ] ويؤخِّرُ الغسل إلى بعد طلوع الفجر بيانًا للجواز.
الثانية: أن ذلك كان من جِماعٍ لا منِ احتلام؛ لأنه كان لا يحتلم إذِ الاحتلامُ من الشيطان[ ] ، وهو معصوم منه” انتهى.

وكذلك يصحُّ صيام منِ انقطع حيضها قبل الفجر ولم تغتسل إلا بعد طلوع الفجر؛ قال الإمام مالك كما في (المدونة): “إن رأتِ المرأة[ ] الطُّهْرَ قبل الفجر اغتسلت بعد الفجر، وصيامُها مجزئ عنها”.

وقال النوويُّ رحمه الله: “أَجْمَعَ أَهْلُ هذه الأَمْصَار على صِحَّة صوْم الْجُنُب, سواءٌ كَان من احتِلام أَو جماعٍ … وَإِذَا انقطع دم الحائض وَالنُّفَسَاء فِي اللَّيْل ثُمَّ طَلَعَ الْفَجر قَبْل اغْتِسَالهما صحَّ صَوْمُهمَا, وَوَجَبَ عليهِمَا إتمامُه, سَوَاء تركت الغُسْل عَمْدًا أَو سَهْوًا بِعُذْرٍ أَمْ بِغَيْرِهِ, كَالْجُنُبِ. هَذَا مَذهبُنَا وَمَذْهَب الْعُلَمَاء كَافَّة, إِلا مَا حُكِيَ عن بَعْض السَّلَف مِمَّا لا نَعْلَم صَحَّ عَنْهُ أَمْ لا” اهـ.

وعليه؛ فيجوزُ تأخير غسل الجنابة أوِ الحيض[ ] إلى طلوع الفجر في رمضان، إلا أنَّنا ننبِّهُ السائلةَ إلى أنَّ تأخير الغسل إلى ما بعد طلوع الشمس لا يجوز؛ لما فيه من تضييع الصلاة، ولا يخفى ما في ذلك،، والله أعلم.

Related Post

29 comments
  1. nia alfiana

    16 December , 2015 at 9:26 pm

    assalu’alaikum..haruskah suami mengingatkan istrinya dg membentak,memukul,mencaci?jika menurut penjelasan secara agama bagai mana cara mengingtkan sesuai syar’i n hukuman apa yg pantas d terima suami jika tidak sepantasnya memperlakukan istri sebagaimana mestinya.trm ksh wasslam

    Reply
    • WanitaSalihah.Com

      18 December , 2015 at 11:43 am

      @ Nia Alfiana
      Menasehati suami/istri tentunya dengan cara yang baik, tutur kata yang lemah lembut dan penuh hikmah. Tak lupa banyak berdoa kepada Allah, Dzat yang mebolak-balikkan hati agar memberi hidayah petunjuk dan memperbaiki kondisi suami/istri kita. Semoga Allah senantiasa melimpahkan kesabaran kepada kita semua. Aamiin.

      Reply
  2. Qirana Marzuky

    13 June , 2016 at 6:59 am

    bila kita tidur disiang hari dan bermimpi basah dalam keadaan kita berpuasa.. masih kah puasa kita sah dan bagaimana hukum nya..
    terima kasih

    Reply
    • WanitaSalihah.Com

      14 June , 2016 at 10:38 am

      Puasa tetap sah. Karena mimpi basah itu di luar kesengajaan. Allahua’lam

      Reply
  3. citra

    14 June , 2016 at 7:40 pm

    apabila lg dalam perjalanan jauh. dan tidak sempat mandi bersih. namun sudah tdk keluar darah haid lg (sudah suci) tetapi belum mandi bersih. sedangkan esok siangnya baru bisa mandi bersih karena masih di perjalanan. apakah boleh bsknya puasa?apakah puasanya sah?

    Reply
    • WanitaSalihah.Com

      15 June , 2016 at 9:16 pm

      Ukhti, mandi haid hukumnya wajib untuk segera dilakukan bila yakin telah suci.
      Tidak sepantasny seorang muslimah menunda-nunda mandi wajib hanya lantaran sedang dalam perjalanan. Alhamdulillah jaman sekarang bnyak dijumpai kamar mandi di tempat umum, di pom bensin, dmasjid. Sangat mungkin bagi wanita haid untuk mndi wajib walaupun hanya satu/dua gayung air yang cukup mmbasahi seluruh tubuhnya.

      Reply
  4. Widodo saputra

    20 June , 2016 at 8:39 am

    Saya menunda mandi junub di waktu malam bulan ramadhan, tp saya bangunnya kesiangan sekitar jam 08:00 dan tidak sholat subuh juga, itu apakah saya masih bisa meneruskan puasa apa nggak ya..?

    Reply
    • WanitaSalihah.Com

      20 June , 2016 at 10:19 am

      Jika di malam hari sempat niat puasa insyaallah puasanya sah. Adapun shalat subuh segera tunaikan saat teerbangun dari tidur tidak ada kafarah lain kecuali shalat itu sendiri.
      Allahul muwaffiq

      Reply
  5. Widodo saputra

    20 June , 2016 at 3:41 pm

    Oh gitu, trimakasih banyak untuk jawabannya wanitaslihah.com.

    Reply
  6. Ryan mulyadi

    21 June , 2016 at 5:51 am

    Assallamualaikum wr.wb maaf pak ustadz saya mau nanya pada saat saya melaksanakan mandi wajib ketika jam 03.30 pada saat bulan ramadhan namun sebelum itu saya belum sahur dan belum membaca niat puasa sama sekali ,lalu saya mandi junub saya mengira mandi saya akan cepat namun ternyata agak lama karna sya khusuk untuk benar2 bersih mandi nya dan tak terasa sudah adzan shubuh ketika saya di kamar mandi lalu saya langsung baca niat puasa di kamar mandi nah setelah selesai langsung saya sholat shubuh berjamaah di mushola nah bagaimana kah dengan mandi junub saya apakah sah pak ustadz dan jga niat puasa saya apakah hukum nya pak ustadz ? Terimakasih wassallamualaikum wr.wb

    Reply
  7. risma melani

    22 June , 2016 at 11:37 pm

    Assalamualaikum,
    Kalo udah yakin slesai haid trus mandi junub dan puasa tp stelah mau sholat isya ternyata keluar flek lagi (maaf kalau kurang sopan). Itu bagai mna iah? Sholat kah atau mandi mnunggu fajar ( takut ngeflek lagi) atau sgera mandi? Terimakasih

    Reply
    • WanitaSalihah.Com

      24 June , 2016 at 10:20 pm

      Wa’alaikumussalam,

      Perlu Ukhti bedakan antara mandi haid deng mandi junub. Mandi haid itu mandi wajib karena telah suci dari haid. Adapun mandi junub adalah mandi wajib karena kondisi junub (bisa hubungan badan, mimpi basah, kluar mani)

      Untuk kasus Ukhti, jika Ukhti sudah yakin suci dengan melihat salah satu tanda suci haid, maka flek yang keluar setelah suci tidak dianggap sebagai haid sama sekali. Ukhti wajib shalat dan puasa dg mmbersihkan flek tsb.

      Allahua’lam

      Reply
  8. risma melani

    22 June , 2016 at 11:40 pm

    Assalamualaikum, kalau sudah yakin slesai masa haid kmudian mandi junub dan berpuasa namun stelah mau sholat isya ternyata keluar flek lg (maaf kalau kurang sopan) itu bagaimna iah? Mandi kah atau mnunggu subuh(tkut flek lg) atau sholat saja? Terimakasih.

    Reply
  9. Wanita

    23 June , 2016 at 4:21 am

    Jika haid sedikit keluar di tengah siang hari dalam keadaan berpuasa? Apakah sah puasanya? Apakah boleh mandi wajib dan melanjutkan puasa?

    Reply
    • WanitaSalihah.Com

      24 June , 2016 at 10:24 pm

      Jika keluar darah haid di siang hari saat puasa maka puasanya batal. Silakan ganti puasa tsb di hari lain. Ukhti wajib mandi jika telah suci dari haid.
      Allahua’lam

      Reply
  10. meymey

    27 June , 2016 at 3:09 am

    Assallammuallaikum wr. Wb.
    Maaf sebelumnya saya mau Tanya. Jika Di bln Ramadhan seorang wanita akan today puasa karena sakit untuk 3 hari Dan setelah dia sembuh ingin melanjutkan puasa naming dia melakukan mandi wajib setelah matahari terbitnya Di hari saat dia puasa apakah sah puasa nya. Trima kasih.

    Reply
    • WanitaSalihah.Com

      28 June , 2016 at 7:31 am

      wa’alaikumussalam,
      Ukhti, orang sakit TIDAK diwajibakan mandi jika telah sembuh dari sakitnya. Silakan langsung berpuasa dan jangan lupakan kewajiban shalat.

      Reply
  11. arffa

    1 June , 2017 at 8:29 pm

    asaalamu’alaikum ukhti
    cerita pengalaman saya dari tahun ketahun. untuk seseorang yg sedang dalam keadaan junub setelah melakukan onani. dan ikut sahur tapi mandi junub sesudah adzan subuh. apakah puasanya sah tau tidak ukhti? terimakasih

    Reply
  12. Afrillia

    2 June , 2017 at 5:21 am

    Assalamuallaikum wrwb..ustad sy mau tny neh..smlm sy mlkukn hub dgn suami.pas bangun trnyata jam sdh mendekati imsak kurang lebih 2mnt lah.sy lngsung brlari untk mandi..setelah slsai mandi dgn tergesa2(buru2),sy lngsung minum.sy fikir sy mash pny wktu.itu bagai mana hukum ny tad bolh tdk mlnjutkn puasanya..skian prtnyaan sy..trimakash wassallam

    Reply
  13. lombok

    3 June , 2017 at 6:02 am

    Sangat bermamfaad

    Reply
  14. ian

    3 June , 2017 at 6:53 am

    assalamu’alaikum ustadz, mau tanya.
    saat berpuasa, jika mlam hri junub terus sudah mandi junub. besoknya sadar kalau air yang dpkai mandi trnyata bau(sprti bau bangkai) tp lbih dr 2 kulla, apakah puasa dan sholatnya tetap sah?
    lalu dilihat dalam sumur tidak ada bangkai apapun, trus bsoknya puasa lagi, apakah masih tetap sah?
    sedangkan beberapa bulan sebelumnya terdapat bangkai dalam sumur, tapi sudah diambil bangkainya dan dikuras air sumurnya.

    Reply
  15. taufik

    6 June , 2017 at 2:15 pm

    Assalamualaikum kak, saya mau nanya nih, semalam saya mimpi basah dan saya mandi besar nya sesudah/sehabis sholat shubuh/ terbitnya matahari. Sekitar jam 6 pagi. Apakah puasa saya sah?
    terimakasih, assalamualaikum

    Reply
  16. Hapid

    7 June , 2017 at 6:00 am

    Assalamualaikum
    Saya mau bertanya, jika seorang laki2 terkena junub pd malam hari setelah tarawih. Apakah mandi wajibnya langsung setelah terkena junub atau menunda sampai sebelum sholat subuh?
    Tapi jika sudah berniat menunda dampai sebelum sholat subuh terus bangunnya kesiangan bagaimana?

    Reply
    • WanitaSalihah

      16 June , 2017 at 1:21 pm

      Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. Mandi junub bisa dilakukan malam hari atau pagi sebelum shalat subuh. Jika bangun terlambat yaitu setelah adzan subuh, maka puasa Ramadhan tetap sah selama sudah berniat puasa sebelumnya. Mandi dapat dilakukan setelah adzan, kemudian shalat subuh. Jika bangun kesiangan sampai keluar waktu subuh, maka ini sebuah keteledoran. Selayaknya kita berusaha untuk tidak menyia nyiakan shalat. Barakallahu fikum

      Reply
  17. Day leis

    24 August , 2017 at 6:20 am

    Assalamualaikum Wr.wb ya akhti/ukhti saya ingin bertanya bagaimana jika mandi junub setelah selesai adzan shubuh sekitar jam 05.10 ?? Dan disaat itu juga saya ingin niat mengqadha puasa ramadhan tetapi tadi malem saya tidak niat dan sahur, saya niat puasanya setelah adzan shubuh tetapi dikala itu hari masih gelap.. Mohon pendapatnya ya akhti/ukhti?
    Terima kasih sebelumnya..
    Wassalamu’alaikum wr.wb

    Reply
    • WanitaSalihah.Com

      24 August , 2017 at 2:15 pm

      Wa’alaikumussalam
      Puasa wajib seperti qadha Ramadhan haruslah niatkan di malam hari.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *