Pengertian Darah Haid Para muslimah hendaknya mempelajari darah kebiasaan wanita, yaitu darah haid dan nifas karena banyak hukum hukum syariat yang sangat berkaitan dengannya. الحَيُضُ لُغَةً : سَيلَانُ الشيء جَرِيَانِهِ وَ في الشَرعِ: دم يحدث للأنثى بمقتضى الطبيعة بدون سبب في اوقات معلومة فهو دم طبيعي ليس له من مرض أو حرج أو سقوط أو ولادة. Pengertian haid secara bahasa adalah sesuatu yang mengalir. Sedangkan pengertian secara syariat, artinya darah yang dialami seorang wanita secara alami tanpa sebab di waktu waktu tertentu. Bukan disebabkan sakit, atau keguguran atau melahirkan. (Risalah fi ad-Dima’ ath-Thabi’iyyah an-Nisa’ hal :4) Hikmahnya adalah sebagai cadangan makanan untuk janin di dalam perut ibunya. Jika rahim tersebut tidak dibuahi maka secara alami darah itu keluar menjadi haid. Hukum-hukum syariat yang sangat berkaitan dengtan haid diantaranya, – diharamkan shalat, puasa, thawaf, berjima’ dengan suami. – dilarangnya suami mentalaq istri ketika haid. – perhitungan masa iddah, dll *** Febrina Astarina May 18, 2026 by WanitaSalihah 0 comments 6 viewson Fiqih Share this post Facebook Twitter Google plus Pinterest Linkedin Mail this article Print this article Tags: Hikmah Haid, hukum terkait haid, Pengertian Haid Previous: Keutamaan Menyebarkan Salam, Memberi Makan, dan Shalat Malam