Sibuk Berdandan Hingga Terluput Dari Menuntut Ilmu


Antara Berdandan dan menuntut ilmu

Berkata Ibnu Abdil Barr:

“Dikatakan bahwasannya akal wanita itu ada pada kecantikannya dan ketampanan laki-laki itu ada pada akalnya.” (Bahjatul Majlis: 3/7)

Dan diriwayatkan Ibnu Sa’ad dalam Ath Thabaqat (2/364) dengan sanad yang shahih bahwasanya Aisyah berkata kepada Abu Hurairah, “Sesungguhnya engkau telah meriwayatkan dari Nabi hadits yang tidak aku dengar dari beliau.” Maka berkata Abu Hurairah, “Wahai bunda, aku pergi mencari hadits-hadits itu sementara engkau tersibukkan dengan cermin dan celak, sedangkan aku tidak tersibukkan dengan sesuatupun (kecuali hanya sibuk dengan hadits-hadits itu).”

Apabila Abu Hurairah melihat bahwasanya ummul mukminin yang dia adalah seorang wanita yang berilmu dan mulia yang meriwayatkan dari Nabi hadits-hadits yang tidak diriwayatkan oleh selainnya, tidak dari kalangan laki-laki dan tidak pula dari kalangan wanita, dia melihat bahwasanya Aisyah telah terluput dari suatu kebaikan disebabkan berdirinya di depan cermin hanya karena untuk memakai celak saja, Maka bagaimana dengan wanita yang malang ini yang berdiri di depan cermin berjam-jam, maka berapa banyak kebaikan yang akan terluput darinya? berdiri di depan cermin dalam waktu yang lama hanya sekedar untuk menyerasikan warna-warna make-up pada wajahnya tanpa dzikir dan tanpa ibadah.

Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ditanya tentang umurnya untuk ара día habiskan, dan tentang ilmunya apa yang dia amalkan, dan tentang hartanya dari mana dia dapatkan dan dimana dia infakkan, dan tentang tubuhnya untuk apa dia gunakan.

Dan diantara do’a Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah:

اللَّهُمَّ بَارِكْ فِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي، وَفِي آخِرَتِي الَّتِي إِلَيْهَا مَصِيرِي وَفِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا بَلَاغِي، وَاجْعَلْ حَيَاتِي زِيَادَةً فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً مِنْ كُلِّ شَرٍّ

“Ya Allah, berkahilah untukku dalam agamaku yang dia itu penjaga perkaraku, berkahilah akhiratku yang dia itu tempat kembaliku, dan pada duniaku yang padanyalah pencaharianku, jadikanlah kehidupanku tambahan bagiku pada setiap kebaikan, dan jadikanlah kematianku ketenangan bagiku dari setiap kejelekan.”

***

Disalin dari Buku “Pesona Wanita Salihah” karya Ummu Salamah As-Salafiyyah Al-Abasiyyah, Istri Dari Syaikh Muqbil rahimahullah sekaligus pengajar di Daarul Hadits Dammaj
Wanitasalihah.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.