Bacalah Doa Perlindungan untuk Anak


Disunnahkan bagi orang tua memperbanyak perlindungan kepada Allah untuk anak pada pagi dan sore hari semampunya atau dari waktu ke waktu. Di antaranya dengan cara meniup (meludah tipis) di tangan dan membacakan al Mu’awwidzaat  (surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Naas), setelah itu mengusapkannya ke anak sebanyak tiga kali. Inilah yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengeluh karena merasakan sesuatu, maka beliau melakukannya dan mengusapkannya ke kepala dan seluruh badan.

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan juga hal itu menjelang tidur.

“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika hendak berbaring untuk tidur, maka ia meniupkan ke tangannya, lalu membaca al Mu’awwidzaat (surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Naas) dan mengusapkan kedua tangannya ke seluruh badan.”
(HR. Al-Bukhari [Fat-hul Baari XI/125] dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha).

Dan dalam riwayat al-Bukhari [al-Fath IX/62], Muslim [Syarh an-Nawawi XIV/183], dari hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha juga, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika merasakan sesuatu pada dirinya, maka Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam meniup pada kedua telapak tangannya dan membaca al Mu’awwidzaat (surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Naas), kemudian mengusap seluruh badannya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memohon perlindungan bagi al-Hasan dan al-Husain radhiyallahu ‘anhuma,yang beliau bacakan adalah:

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّة

A’udzu bikalimatillahit-taammaati min kulli syaithoonin  wa haammatin wa min kulli ‘ainil-laammah

“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari setiap gangguan syaitan, binatang berbisa dan setiap mata orang yang dengki.”

Dari hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memohon perlindungan untuk al-Hasan dan al-Husain radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata, ”Sesungguhnya bapak (nenek moyang) kalian berdua, Ibrahim, memohon perlindungan (kepada Allah) untuk kedua anaknya, Isma’il dan Ishaq, beliau berkata:

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّة

A’udzu bikalimatillahit-taammaati min kulli syaithoonin wa haammatin wa min kulli ‘ainil-laammah

‘Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari setiap gangguan syaitan,binatang berbisa dan setiap mata orang yang dengki.’”

(HR.Al Bukhari [Fat-hul Baari VI/408.no.3371]).

***
Sumber: Anakku, Sudah Tepatkah Pendididkannya? Mushtofa Al-‘Adawi
Penerbit Pustaka Ibnu Katsir
Judul asli: Fiqh Tarbiyatil Abnaa’ Wa Thaa-ifatun min Nashaa-ihil Athibbaa’

Related Post

2 comments
  1. abu abdirrahman

    24 October , 2014 at 8:14 am

    ‘Afwan, lafadznya pakai “a’uudzu” atau “u’iidzu”?
    Syukran wa jazaakumullaahu khayran atas artikelnya.

    Reply
    • Wanitasalihah.Com

      7 April , 2015 at 6:17 am

      @ Abu Abdirrahman
      Yang benar u’iidzu (fiil mudhori’ muta’addi dari a’aadza/memerlukan objek) sehingga kalimatnya berbunyi,
      أعيذك بالله
      U’iidzukabillah (Saya memintakan perlindungan untukmu kepada Allah)

      Adapun a’uudzu (fiil lazim tidak butuh objek), sehingga
      A’udzu billah berarti aku berlindung kepada Allah. Semoga bisa difahami. Allahua’lam.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *